JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
tips content curation

Tips Melakukan Content Curation untuk Content Marketing

Melakukan content curation juga merupakan salah satu strategi yang harus dilakukan dalam mendorong kemajuan bisnis. Konten menjadi salah satu nyawa bagi marketer maupun pebisnis dalam mempromosikan produk atau layanan. Namun, pemasaran konten saja tidak cukup, maksimalkan dengan melakukan kurasi konten agar pelanggan semakin terpikat dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

Baca juga : Memahami Tentang PageSpeed di Server Hosting

Pengertian Content Curation

Content Curation

Menurut Hootsuite, content curation adalah proses menemukan dan mengumpulkan konten terbaik serta menyajikannya kepada audiens di media sosial secara terorganisir. Konten kuratif umumnya melibatkan banyak pekerjaan, karena harus mencari konten pada topik yang dipilih, meninjau konten dan mencari tahu konten apa yang cukup baik untuk dibagikan kepada audiens.

Berbeda dengan content marketing, yang lebih mengarah kepada pembuatan konten sendiri lalu mendistribusikannya ke berbagai platform. Justru content curation lebih mencari dan mengumpulkan konten-konten yang berkualitas, menelitinya, kemudian mengolahnya dengan baik, lalu dibagikan kepada audiens di beberapa platform. Contoh, saat melihat konten menarik di newsletter, tak jarang konten-konten yang sebelumnya pernah terbit dari sumber lain kemudian dikurasi dengan sedemikian rupa. Tujuan dari proses content curation sama dengan content marketing, yaitu untuk meningkatkan nilai sebuah branf serta tetap menjalin hubungan dengan audiens lewat informasi-informasi yang disampaikan. Meskipun begitu, content curation bukanlah plagiarisme atau pelanggaran hak cipta. Karena, proses ini benar-benar mengkurasi konten yang ada serta mencantumkan sumber yang telah tersedia. Jadi, tidak sekadar menjiplak konten lalu memasukkannya ke dalam website.

Menemukan konten terbaik untuk dikuratori umumnya melibatkan banyak penelitian, peninjauan, dan pemeringkatan melalui konten yang ditemukan. Setelah mengenal beberapa pembuat konten luar biasa di niche yang digunakan, akan sedikit mempermudah, karena sudah mengetahui ke mana harus mencari dan siapa yang dapat dipercaya untuk membuat konten yang hebat. Kurasi konten juga memiliki perangkat lunak yang menakjubkan untuk membantu pekerjaannya. Dimulai dengan alat sederhana yang memungkinkan untuk mengikuti pakar dan pembuat konten yang dipercaya, cukup dengan berlangganan newsletter atau umpan RSS mereka. Atau dapat menggunakan alat-alat seperti Feedly atau bahkan Twitter Siap mengikuti beberapa sumber konten tentang suatu topik di satu tempat.

Baca juga : Cara Memperkecil Ukuran Foto Tanpa Mengurangi Kualitas

Manfaat Content Curation

strategi konten

Kurasi konten melibatkan pengumpulan berbagai informasi tentang topik tertentu, yang di sistematisasi dan diurutkan, diatur menurut topik, digabungkan, disaring atau diringkas dan dipublikasikan di outlet komunikasi perusahaan. Maka, berikut manfaat dari melakukan content curation:

1. Mengembangkan Bisnis

Salah satu manfaat besar dari content curation adalah membantu perkembangan bisnis ke depannya. Karena, semakin banyak konten yang dihasilkan, akan semakin besar pula kesempatan untuk menarik perhatian pelanggan.

2. Meningkatkan Kredibilitas

Dilansir dari Triberr, melakukan kurasi konten dari sumber yang berkualitas dapat membantu meningkatkan kredibilitas industri bisnis yang dijalankan. Maka, dalam proses ini tentu harus berhati-hati dalam mengkurasi konten yang telah tersedia di internet. Jangan sampai salah mencantumkan sumber sehingga berpotensi menurunkan kredibilitas perusahaan.

3. Menjalin Hubungan dengan Pelanggan

Pembuatan konten dengan melakukan kurasi juga membuat pemilik bisnis semakin terhubung dengan pelanggan. Saat  semakin banyak konten yang dihasilkan, maka pelanggan atau user dapat memilih konten mana yang cocok untuk mereka baca. Jadi, secara tidak langsung hubungan antara pelaku bisnis dengan pelanggan akan terjalin secara perlahan-lahan.

Baca juga : Memahami mengenai cPanel, Manfaat dan Fitur – Fitur cPanel

Tips Melakukan Content Curation

process of Content Curation

Saat ini, banyak sekali paparan konten, baik di media digital maupun tradisional yang membuat sebagian besar masyarakat menjadi selektif dalam konten yang akan mereka konsumsi. Maka brand juga perlu membuat dan menyajikan konten secara tepat, dan memiliki kualitas sehingga dapat memberikan nilai tambah kepada para audiensnya. Para pelaku bisnis perlu melakukan kurasi konten yang baik sehingga dapat menjawab keinginan dan kebutuhan masyarakat, mendorong SEO, meningkatkan kepercayaan audiens, dan dapat membantu mengembangkan bisnis menjadi lebih baik. Berikut langkah-langkah untuk melakukan content curation:

1. Kenali Audiens

Cara pertama untuk melakukan content curation adalah dengan mengenali target pasar bisnis terlebih dahulu, dengan mencari tahu minat beli audiens. Maka pelaku bisnis dapat membagikan konten yang relevan dengan audiens. Jangan membagikan konten sesuai dengan apa yang disukai oleh diri pribadi, karena disini sedang berbicara mengenai prioritas pelanggan. Dalam setiap konten yang disajikan, tentunya ingin memberikan informasi yang berkualitas bagi para pembaca. Maka, dalam melakukan kurasi konten perlu mencari tahu apa tujuan dari penayangkan konten tersebut untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap brand. Pastikan juga, apakah topik yang disajikan relevan dengan industri yang dijalankan atau tidak, atau apakah konten sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan atau tidak. Dan ketika sebuah konten memiliki nilai, serta sesuai dengan kebutuhan audiens, maka konten tersebut akan membantu brand untuk meningkatkan kredibilitas mereka. Contoh, saat tertarik dengan konten mengenai tips marketing untuk pemula, konten tersebut tidak asal di kurasi lalu dibagikan. Karena pada akhirnya hal ini terkait dengan bagaimana cara membantu audiens untuk terlepas dari masalahnya.

2. Memanfaatkan Konten Berharga

Konten berharga bisa berupa konten yang sekiranya belum diketahui oleh banyak audiens sebelumnya. Maka, saat melakukan content curation dan menemukan konten yang jarang diketahui banyak orang, segera kelola konten tersebut lalu bagikan kepada audiens. Karena, menurut Content Marketing Institute, dengan melakukan hal tersebut audiens tentu akan kagum dengan situs tersebut.

Baca juga : Marketplace : Pengertian, Jenis, Fungsi, Kelebihan dan Contohnya

3. Cari konten dari berbagai sumber

Temukan konten yang berkualitas dengan mencari konten dari berbagai sumber, termasuk media sosial. Jangan ragu untuk mencari beragam sumber yang telah tersedia di internet untuk mengemas sebuah konten. Namun, tetap mencari sumber yang memiliki kualitas tinggi agar dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan.

4. Gunakan Tool yang Tepat

Untuk melakukan content curation, dibutuhkan tool yang tepat agar lebih maksimal. Banyak tools yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah proses kurasi konten. Misal, tools untuk mencari tahu tren terbaru atau tools untuk mengetahui sumber mana saja yang kredibel yang dapat dijadikan acuan. Dengan menggunakan tools yang tepat tentunya melakukan kurasi konten akan menjadi lebih mudah, cepat dan juga efisien. Untuk mencari konten-konten yang populer, bisa memanfaatkan tool seperti BuzzSumo, Google Trend, Twitter Lists dan lain-lain, untuk mempermudah dalam melakukan kurasi konten.

5. Penelusuran Sumber

Agar informasi yang dibagikan dapat dipercaya, maka brand perlu membuat konten dari sumber-sumber yang kredibel. Konten yang disusun pun tidak hanya terdiri dari satu sumber saja, tetapi menyertakan berbagai sumber sehingga konten menjadi lebih terpercaya. Serta bukan hanya sumber tertulis saja, tetapi juga bisa dari hasil wawancara dengan para expert yang sudah memiliki kredibilitas di industri yang dijalankannya. Ditambah dengan memasukkan link dari sumber terpercaya dapat membantu konten untuk mendapat ranking yang lebih baik pada mesin pencarian.

6. Kurasi visual

Agar konten artikel lebih menarik, maka perlu ditambahkan aspek visual. Ada banyak cara untuk membuat visual konten tampak menarik, salah satunya dengan menampilkan foto pengguna dengan copy berbentuk testimoni, yang akan menambah kredibilitas konten serta produk yang ditawarkan. Sertakan juga untuk memberikan credit/akreditasi kepada para pemilik asli dari konten tersebut.

Baca juga : Engagement Rate Menjadi Kunci Sukses Para Digital Marketer

7. Menelusuri klik

Kita bisa membentuk URL khusus/ custom link pada konten yang dibagikan lalu menggunakan Google Analytics untuk melihat seberapa banyak klik yang bisa didapatkan dari tiap konten. Maka dari sini bisa mendapatkan indikasi, topik apa saja yang disukai para audiens. Hal ini akan berguna bagi brand dalam menentukan content plan berikutnya, dan juga tipe konten seperti apa yang sebaiknya ditayangkan.

8. Periksa CTA

Salah satu tujuan membuat dan menayangkan konten adalah untuk meningkatkan konversi. Maka, agar audiens tertarik untuk melakukan action, perlu untuk membuat Call To Action (CTA) yang menarik dan mengundang. Jadi, dalam melakukan kurasi konten penting untuk mengetahui apakah CTA yang disertakan akan berfungsi efektif atau tidak. Beberapa hal yang dapat diperiksa dari CTA yang akan ditayangkan, antara lain:

  • Apakah kalimat CTA tersebut sudah mengundang dan memberikan urgensi audiens untuk mau melakukan aksi atau tidak.
  • Apakah tombol dan warna yang digunakan sudah sesuai atau belum.
  • Apakah CTA tersebut sudah menawarkan value proposition atau belum.
  • Apakah CTA sudah menonjol atau belum.
  • Dan juga posisi dari CTA tersebut apakah sudah sesuai ataukah belum.

Banyak yang beranggapan bahwa CTA terbaik terletak pada akhir konten. Namun sebenarnya, CTA sebaiknya diletakkan setelah informasi penting disampaikan, kemudian bisa ditambahkan dengan informasi tambahan. Namun, tetap pastikan CTA tersebut tidak membuat audiens merasa terganggu.

Baca juga : SEO Tools Terbaik dan Gratis untuk Reset Keyword

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂