JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
teknik SEO

Teknik SEO dalam Meningkatkan Peringkat dan Traffic Website

SEO atau search engine optimization adalah pengoptimalan mesin penelusuran sehingga situs dapat mucul di halaman pertama pencarian Google. Berikut informasi mengenai jenis SEO dan beberapa strategi SEO untuk pemula. SEO mengoptimasi website sehingga orang-orang bisa menemukannya dengan menggunakan kata kunci tertentu. Berikut manfaat yang ditawarkan metode optimasi ini:

  • Memberikan informasi yang relevan.
  • Menjadikan mesin pencari sebagai sumber yang andal.
  • Mendatangkan lebih banyak trafik organik.

Meskipun hasil pencarian bisa muncul saat itu juga, proses yang terjadi di dalam mesin pencari tidak sesederhana yang dibayangkan. Bahkan mesin pencari bekerja sebelum pengguna mengetikkan apa pun di kolom pencarian dan menekan tombol Enter. Berikut tiga tugas utama dalam cara kerja mesin pencari untuk setiap permintaan atau pencarian yang dikirimkan:

  • Crawling. Proses ini terjadi di tahap awal. Crawling akan mengumpulkan informasi dari seluruh website – dari satu halaman ke halaman lain, dari satu link ke link lainnya.
  • Indexing. Web crawler akan menyimpannya di entry list: index.
  • Ranking. Hasil peringkat akan ditampilkan secara berurutan, berdasarkan pada pencarian yang paling sesuai.

Baca juga :Platform WooCommerce untuk Website Toko Online  

Cara Kerja SEO untuk Meningkatkan Peringkat dan Traffic Website

SEO

  1. Install Plugin Yoast SEO

Memasang plugin Yoast SEO adalah langkah bijak untuk memulai rangkaian optimasi SEO yang panjang. Yoast SEO menyediakan berbagai fitur untuk meningkatkan kualitas SEO website. Beberapa fitur utama Yoast SEO adalah mengubah title tag dan meta description, submit XML Sitemap, mengubah permalink, verifikasi Google Webmaster Tools, dan menganalisis konten web. Analisis konten adalah fitur paling menarik dari Yoast SEO. Fitur ini akan mengingatkan jika ada konten yang belum sesuai dengan kaidah SEO yang benar. Yoast SEO memberikan analisis untuk penggunaan subheading, panjang kalimat, hingga panjang artikel. Maka, tidak perlu mengecek kelengkapan konten secara manual sehingga proses penerapan teknik SEO di konten bisa lebih cepat diselesaikan.

  1. Tambahkan Website di Google Search Console

Google Search Console (sebelumnya dikenal  Google Webmaster Tools) adalah platform gratis bagi para pemilik website untuk memonitor bagaimana kinerja website di ranah organik Google. Google Search Console memungkinkan untuk mengetahui domain yang memberikan link ke website (referring domain), kinerja website di perangkat mobile, hingga analisis halaman website dengan trafik tertinggi. Berikut cara menambahkan website ke Google Search Console:

  • Login Akun Google
  • Buka Webmaster Tools
  • Klik Add Property
  • Pilih “Website”
  • Pilih “Website” dari menu drop-down dan masukkan URL website. Pastikan menuliskan URL yang sama persis dengan URL yang muncul di browser.
  • Klik “Continue”
  • Pilih Cara Verifikasi, Google Search Console menyediakan beberapa cara untuk verifikasi website, dari upload file HTML, penyedia nama domain, HTML tag, atau kode tracking Google Analytics. Pilih salah satu yang diinginkan.
  • Tambahkan Domain Secara Terpisah, Jika website sudah mendukung versi http:// dan https://, tambahkan keduanya secara terpisah.
  1. Buat Sitemap

Sitemap adalah daftar berisi semua halaman website yang dapat diakses oleh pengunjung dan mesin pencari. Dengan adanya sitemap, website akan lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari dan lebih cepat terindeks. Sitemap juga akan memberitahu mesin pencari ketika terjadi perubahan struktur di website. Membuat sitemap termasuk teknik SEO dasar namun sangat penting peranannya. Terdapat dua jenis sitemap, yaitu sitemap XML dan sitemap HTML. Sitemap XML adalah sitemap yang diakses oleh mesin pencari, sedangkan sitemap HTML adalah yang diakses oleh pengunjung.

  1. Pasang Google Analytics

data analysis

Perlu juga memasang Google Analytics diwebsite. Google Search Console dan Google Analytics memiliki fungsi yang berbeda. Fungsi utama Google Search Console adalah untuk memeriksa performa website di hasil pencarian, sedangkan fungsi utama Google Analytics adalah untuk mengidentifikasi perilaku pengunjung website. Dengan Google Analytics, bisa mengetahui pergerakan pengunjung dari halaman pertama yang mereka kunjungi hingga halaman mana mereka menutup website. Google Analytics juga akan membantu mengetahui halaman mana yang paling banyak menghasilkan conversion dan mana yang kurang maksimal.

  1. Tingkatkan Kecepatan Website

Salah satu hal yang paling dibenci oleh para pengunjung website adalah loading lambat. Loading website yang lama membuat pengunjung website jengkel dan akhirnya mencari website lain yang bisa memberikan informasi lebih cepat. Pengunjung website tidak mempunyai toleransi untuk loading lambat, meskipun konten yang dibuat cukup bagus. Menurut Google, 53% pengguna internet meninggalkan website yang loadingnya lebih dari 3 detik. Dan 79% orang kecewa dengan website loadingnya lama, dan menyatakan tidak akan kembali lagi ke website tersebut. Meningkatkan kecepatan website merupakan teknik SEO On Page yang wajib dilakukan dalam dunia SEO.

  1. Riset Keyword

Tidak melakukan riset keyword sebelum membuat konten adalah kesalahan fatal bagi pemilik website dan blog. Riset keyword akan membantu menemukan kata kunci yang relevan bagi pembaca. Ada lima indikator riset keyword yang perlu diperhatikan, yaitu :

  • Volume pencarian adalah banyaknya pencarian sebuah kata kunci dalam kurun waktu tertentu.
  • Tingkat kesulitan keyword, menunjukkan tingkat kesulitan sebuah kata kunci untuk berada di halaman pertama hasil pencarian.
  • Saran kata kunci adalah kumpulan kata kunci yang berkaitan dengan kata kunci yang diriset.
  • SERP/ Search Engine Result Page, menunjukkan halaman-halaman yang menduduki 10 peringkat teratas di hasil pencarian kata kunci yang diriset.
  • Search intent adalah maksud yang diinginkan pencari untuk sebuah kata kunci. Satu kata kunci bisa memiliki lebih dari satu interpretasi dan Google mengutamakan interpretasi yang sesuai dengan keinginan pencari.

Baca juga : CMS  Terbaik Untuk Website Toko Online

  1. Targetkan Long Tail Keyword

Terdapat dua jenis kata kunci berdasarkan jumlah kata di dalamnya, yaitu short tail keyword dan long tail keyword. Short tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari satu atau dua kata seperti “membuat blog” dan “membuat website”. Sedangkan, long tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari tiga kata atau lebih, seperti “cara membuat blog dengan WordPress” dan “cara membuat blog dengan Blogger”. Volume pencarian long tail keyword cenderung lebih kecil dibandingkan short tail keyword. Namun, long tail keyword lebih efektif untuk mendatangkan trafik, long tail keyword mendatangkan trafik 70% lebih tinggi.

  1. Buat Konten yang Lengkap dan Menarik dan Tambahkan Optimasi Gambar

Ketika orang mencari sebuah kata kunci di mesin pencari, mereka menginginkan jawaban yang lengkap sehingga bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi. Google pun menyadari kebutuhan penggunanya dan mulai mengutamakan konten-konten yang lengkap untuk menduduki posisi teratas di hasil pencarian. Menambahkan gambar, ilustrasi, infografik, atau video untuk melengkapi konten website/blog adalah langkah bagus agar pengunjung tidak bosan dengan teks. gambar juga dapat membantu pengunjung untuk memahami konten. Namun, perlu juga mengoptimasi gambar yang diunggah agar tidak memperlambat loading website atau blog. Jika mereka puas dengan konten yang lengkap, bukan tidak mungkin mereka akan membagikan konten tersebut di media sosial.

      9. Optimasi Meta Tags

Setelah menulis konten yang terdiri dari ribuan kata, hanya sebagian kecilnya saja yang akan muncul di hasil pencarian. Hasil pencarian hanya menampilkan meta tags yang terdiri dari title tag dan meta description. Title tag adalah judul artikel yang muncul di hasil pencarian. Judul artikel tidak boleh terlalu panjang karena Google akan memotongnya dan disesuaikan dengan standarnya. Sedangkan meta description adalah teks singkat yang berisi ringkasan konten. Teks ini terletak tepat di bawah judul dan URL artikel. Meta description biasanya terdiri dari 110 sampai 120 karakter. Buatlah judul yang semenarik mungkin tanpa melebihi batasan yang ditentukan Google. Serta rangkum keseluruhan isi artikel ke dalam 110 sampai 120 karakter.

  1. Maksimalkan Internal Link

Internal link juga memegang peranan penting dalam optimasi SEO. Internal link adalah link dari satu halaman ke halaman lain dalam satu website yang sama. Internal link membantu mesin pencari memahami konteks dan hubungan antara halaman di website. Google mengutamakan website yang kontennya saling berhubungan dan bisa menunjukkan hubungan antar konten itu melalui internal link. Internal link secara tidak langsung juga membantu meningkatkan waktu yang dihabiskan pengunjung di website/blog. Dengan adanya internal link, pengunjung akan lebih mudah berpindah ke halaman lain dalam website untuk membaca konten yang berhubungan dengan konten sebelumnya. Semakin banyak internal link yang pengunjung klik, semakin banyak halaman yang mereka kunjungi dalam website. Artinya semakin banyak waktu yang mereka habiskan di website tersebut.

  1. Guest Post

guest post

Guest post adalah menulis artikel bukan untuk diterbitkan di blog sendiri, melainkan di blog/website orang lain. Di artikel tersebut terdapat link yang mengarah ke blog/website sendiri. Metode ini cukup efektif untuk mendapatkan backlink berkualitas. Supaya menghasilkan backlink berkualitas, pilih dengan cermat website yang akan menerbitkan guest post, dengan kualitas yang jauh lebih baik dari segi trafik maupun domain rating. Bisa juga bekerja sama dengan blogger influencer atau media online untuk melakukan guest post. Teknik SEO dengan backlink merupakan strategi dasar SEO yang dapat diandalkan hingga saat ini.

  1. Posting di Medium

Media sosial bukan satu-satunya platform yang bisa digunakan untuk membagikan konten website/blog. Platform Medium juga dapat dimanfaatkan untuk membagikan konten. Medium adalah platform community journalism dengan 60 juta pembaca setiap bulannya. Medium memungkinkan untuk menerbitkan kembali (republish) konten website di platformnya dan memberikan canonical link. Canonical link berfungsi untuk memberi tahu mesin pencari bahwa dua konten yang identik sebagai satu URL yang sama sehingga tidak akan merusak reputasi SEO website. Bisa juga menerbitkan konten baru yang masih berkaitan dengan website tersebut di Medium dan meletakkan link ke salah satu konten di blog. Meskipun hanya menyumbang link no-follow, cara kedua tetap layak dicoba untuk mempromosikan blog atau website.

  1. Periksa Link

Perhatikan semua artikel yang sudah diterbitkan, hampir semua artikel tersebut kemungkinan besar mengandung tautan/link, baik link internal maupun link eksternal. Maksud dari meletakkan tautan-tautan tersebut adalah untuk mempermudah pengunjung website berpindah-pindah dari satu halaman ke halaman lain atau untuk mengakses sumber informasi dari website lain. Namun terkadang tautan-tautan tersebut mengalami kedaluwarsa. Tautan kedaluwarsa akan mengarahkan pengunjung ke halaman yang tidak sesuai atau bahkan halaman error 404, yang bisa menurunkan kualitas pengalaman pengunjung. Maka, lakukan pemeriksaan link secara reguler agar pengunjung selalu diarahkan ke halaman yang semestinya. Untuk melakukan pemeriksaan link, bisa dengan menggunakan Google Search Console.

  1. Update Konten Lama

Konsisten membuat konten baru untuk website atau blog memang langkah bagus. Namun, bukan berarti mengabaikan konten-konten lama yang sudah diterbitkan. Bisa jadi konten-konten tersebut adalah sumber trafik yang tidak kalah banyak dari konten baru. Mungkin ada banyak konten lama yang performanya masih bisa ditingkatkan. Sebelum melakukan optimasi konten lama, lakukan terlebih dahulu evaluasi menggunakan bantuan Google Search Console, untuk menentukan konten mana yang berpotensi menghasilkan trafik. Melalui Google Search Console bisa mengetahui performa masing-masing halaman website di hasil pencarian. Temukan konten yang mendapatkan impression tinggi dengan CTR rendah. Keadaan tersebut mengindikasikan konten sudah muncul di hasil pencarian, tetapi tidak banyak orang yang membuka/mengklik konten tersebut. Biasanya hal ini disebabkan oleh kurangnya kata kunci yang sesuai dengan maksud para pencari. Berikut langkah untuk mengecek kinerja per halaman website di Google Search Console:

– Buka tab Performance
– Klik Pages
– Pilih halaman website yang ingin Anda lihat kinerjanya
– Lalu klik tab “Queries”
– Kemudian, akan muncul kata kunci yang menghasilkan impression untuk halaman tersebut.

Lengkapi informasi di artikel menggunakan kata kunci yang menghasilkan impression untuk halaman tersebut. Dengan begitu kemungkinan halaman website tersebut untuk muncul di berbagai kata kunci lebih besar. Artikel akan semakin kaya akan informasi yang sesuai dengan apa yang dicari oleh orang-orang di mesin pencari.

Baca juga : Tips SEO dan Alasan SEO dapat Menghemat Biaya

Beberapa website untuk belajar SEO

  1. Ahrefs

Blog Ahrefs memiliki banyak sekali kumpulan artikel SEO yang tak hanya ditujukan bagi user pemula tapi juga yang sudah profesional. Kontennya juga selalu diperbarui dengan metode SEO terbaru.

  1. MOZ

Didirikan pada tahun 2004, MOZ merupakan SEO software maker. Blog MOZ dilengkapi dengan berbagai artikel mengenai online marketing dan cara menerapkan SEO.

  1. Search Engine Journal

Website ini menawarkan segudang artikel dan panduan SEO. Tak hanya soal SEO, Search Engine Journal juga menerbitkan artikel tentang penulisan konten. Ada juga area news yang membahas informasi atau update terbaru mengenai SEO.

Meskipun sebagian besar tips dan trik berguna, tetap saja ketika diterapkan memberikan hasil yang berbeda. Alasannya adalah algoritma mesin pencari yang selalu berubah. Terlebih lagi, metode optimasi SEO yang berhasil di website satu belum tentu memberikan hasil yang sama untuk web lain. Teruslah mendalami apa itu SEO, cara kerja SEO, dan cara menerapkannya. Jangan takut untuk mencoba atau bahkan mengeksplor setiap metode optimasi SEO yang ada.

Baca juga : Content Management System (CMS) Untuk Pemula

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂