Search
Close this search box.
Tanda Startup Sudah Tidak Bisa Lagi Disebut Sebagai Startup

Tanda Startup Sudah Tidak Bisa Lagi Disebut Sebagai Startup

https://www.freepik.com/free-vector/problem-solving-illustration_13748866.htm

Selama satu dekade, perusahaan startup banyak bermunculan di Indonesia. Startup hadir di industri Tanah Air dengan ide dan inovasi yang kreatif, berbeda dari industri-industri yang sudah ada. Contoh, startup di bidang pemesanan transportasi online, marketplace fashion, sampai layanan kesehatan secara online. Kehadiran mereka menghadirkan warna baru di dunia bisnis, dan juga turut berkontribusi merubah pola konsumsi masyarakat, dari yang konvensional ke online. Startup sendiri biasa digambarkan dengan perusahaan baru yang masih merintis dari segi produk sampai finansial. Meski skala perusahaannya kecil, tapi mereka memiliki produk yang unik. Sedangkan dari segi finansial, perusahaan rintisan umumnya masih mengandalkan pendanaan dari para investor bahkan tabungan pendirinya sendiri, karena fokus mereka lebih ke pengembangan produk. Jika diibaratkan, bisnis startup merupakan investasi untuk masa depan.

Hal manis pertama kali yang terlintas mengenai Bisnis Startup yaitu Jadwal kerja yang fleksibel, unicorn, kantor terbuka yang penuh warna, pesta pizza, dan makanan ringan gratis, atau mungkin tim seperti keluarga, berjam-jam di laptop, dan ketidakpastian tanpa akhir. Startup didefinisikan sebagai perusahaan pada tahap pertama operasinya, biasanya mencari bukti konsep, validasi pasar, dan pendanaan untuk skala. Dan definisi ini telah diperluas untuk mencakup lebih banyak ide yang membentuk perusahaan wirausaha modern. Namun tidak pernah ada garis yang jelas tentang kapan startup berhenti menjadi startup.

Baca juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Error 404 Not Found

Definisi Startup

startup

Startup dapat disebut sebagai pembuat perbedaan dan pemimpi, haus akan pencapaian, ingin mengembangkan produk atau layanan unik dan membawanya ke pasar dengan mendisrupsinya. Paul Graham pendiri Y Combinator, menggambarkan startup sebagai perusahaan yang dirancang untuk tumbuh cepat tanpa batas waktu. Namun, tampaknya pemain yang mengubah pasar seperti Uber, Amazon, Tesla tidak lagi disebut startup meskipun mereka terus tumbuh.  Ada banyak upaya untuk menetapkan batas numerik tentang apa yang membedakan startup dari perusahaan dengan jumlah karyawan, pendapatan, laba, spesifik pendanaan, dan banyak lagi. Salah satunya, yang disebut aturan 50-100-500 menyarankan untuk menutup Seragam Startup jika salah satu pedoman berikut dapat diterapkan dalam perusahaan:

·         $50 juta pendapatan run rate (maju 12 bulan);
·         100 atau lebih karyawan;
·         Bernilai lebih dari $500 juta, di atas kertas atau lainnya.

Baca juga : Proxy Server : Pengertian, Fungsi, Manfaat, Cara Kerja, Resiko

Jiwa Startup

Ketika diminta untuk mendefinisikan budaya perusahaan, karyawan sering memulai berbicara tentang lingkungan kerja yang fleksibel, kantor yang sejuk, perhatian pada keseimbangan kehidupan kerja, acara orisinal, dan struktur tim yang dinamis. Yang benar-benar hilang dari deskripsi ini yaitu kemampuan untuk mengartikulasikan identitas perusahaan yang sebenarnya. Pengusaha harus bermain dengan dan mengeksplorasi ide, membiarkan strategi mereka berkembang melalui proses tebakan, analisis, dan tindakan yang mulus. Budaya startup telah berkembang pesat selama dekade terakhir, menciptakan seluruh gerakan perusahaan yang mengembangkan produk dan layanan yang menarik, progresif, dan berharga.Berkat perusahaan inovatif seperti Netflix, Facebook, Airbnb, dan lainnya, pola pikir startup menjadi bagian yang relevan dalam kamus bisnis modern. Maka, pemikiran berorientasi ke depan ini dicirikan oleh obsesi peluang, dorongan ide, fokus pada eksekusi, dan kesiapan untuk mengubah arah. Penelitian yang diterbitkan oleh Harvard Business Review menunjukkan bahwa ada energi, atau jiwa tertentu yang hadir dalam startup, yang menginspirasi karyawan untuk menyumbangkan bakat dan antusiasme mereka, investor dan pelanggan untuk memberikan uang mereka, dan pendiri untuk percaya bahwa usaha mereka adalah sesuatu di atas mereka. Berdasar temuan tersebut, jiwa startup dijabarkan ke dalam tiga prinsip utama, yang membantu perusahaan tetap inovatif dan mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan, yaitu:
·      Niat bisnis (makna untuk bekerja, diri sejati yang sebenarnya dari suatu organisasi);
·      Koneksi pelanggan (obsesi pelanggan menjelaskan yang mengikat mereka dengan perusahaan);
·      Pengalaman karyawan (memberdayakan orang-orang yang membentuk ikatan emosional dengan perusahaan dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras).
Budaya perusahaan tidak bisa hanya dibangun dalam waktu sehari dan tidak hanya terbatas pada nilai-nilai organisasi dan prinsip-prinsip panduan. Tantangan utama dalam membangun bisnis adalah menjaga ketiga elemen tadi di atas strategi bisnis dan kegiatan sehari-hari untuk melestarikan jiwa startup dan mempertahankan bakat kewirausahaan selama pertumbuhan.

Baca juga : Pengertian Subdomain, jenis Dan Cara Membuatnya

Cara Mempertahankan Budaya Startup Saat Berkembang dengan Cepat

Bagi sebuah startup, perlu untuk memasukkan disiplin dan ketertiban ke dalam aktivitas bisnisnya seiring pertumbuhannya. Efisiensi yang lebih tinggi, ikatan pelanggan yang terjaga, dan koneksi tim diharapkan jika penyesuaian tersebut diterapkan dengan cermat. Budaya akan berubah seiring dengan startup. Budaya perusahaan berdiri sebagai satu-satunya elemen yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh pesaing. Berikut beberapa tips praktis untuk mempertahankan budaya startup bahkan ketika sudah menjadi besar:

  • Menjaga proses terbuka, transparan, dan jujur. Objectives and Key Results (OKR) adalah metodologi penetapan tujuan dan alat manajemen yang digunakan, yang menunjukkan inisiatif yang difokuskan pada kuartal tertentu. OKR dapat dilihat di seluruh organisasi mulai dari CEO sampai karyawan magang, maka setiap karyawan dipersilakan untuk membagikan pandangannya, menyarankan ide, dan mempertanyakan arahnya.
  • Mempertahankan standar organisasi kerja yang tinggi. Seseorang dipekerjakan, dipromosikan, dan diberhentikan, semuanya berdasarkan 10 prinsip panduan, tidak bergantung pada waktu bekerja, lokasi, ras, jenis kelamin, dll. Dengan demikian, jika hasil tercapai, peluang untuk maju dapat dengan cepat terbuka.
  • Memimpin dengan memberi contoh. Tidak ada orang yang lebih baik untuk membangun produk selain orang yang benar-benar mengenal pelanggan dari bawah ke atas. Dengan menempatkan pengetahuan kepemimpinan senior, pengalaman, dan sumber daya eksternal dalam kerangka pengembangan berdasarkan prinsip perusahaan, akademi manajer perusahaan dimulai. Tujuannya, untuk mengembangkan pemimpin yang penuh perhatian yang berpikir kritis dan terbuka.
  • Menawarkan kesempatan untuk bereksperimen dan terus belajar. Pembelajaran dan pengembangan yang konstan adalah elemen harian dari operasi startup. Mengetahui Semuanya, Persekutuan Teknologi, Persekutuan Perancang, Akademi Manajer merupakanbeberapa contoh inisiatif internal yang sukses dan menarik perhatian yang meningkatkan keterlibatan karyawan dan memberi petunjuk praktis yang dapat disesuaikan dengan tugas dan tujuan sehari-hari.
  • Merayakan keberhasilan kecil. Setelah merangkum hasil kuartal dalam pertemuan-pertemuan penting, lakukan perayaan. COVID-19 tidak boleh menghilangkan tradisi ini, dan pencapaiannya diakui dalam acara dan interaksi online, meningkatkan keterlibatan dan motivasi karyawan untuk satu kuartal ke depan yang lebih menantang. Karena sebuah startup didorong oleh ide-ide kewirausahaan dan bertujuan untuk menciptakan model bisnis yang berkelanjutan, dan dapat menyatakan bahwa begitu sebuah usaha memiliki bukti bahwa sebuah ide berhasil dan mencapai potensinya dengan pertumbuhan skala dan pendapatan, itu bukan lagi sebuah startup. Bahkan setelah mencapai liga besar dan keluar dari arena startup, mempertahankan budaya startup adalah hal yang menciptakan keajaiban dan memastikan inovasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca juga : Big Data : Pengertian, sejarah, karakteristik, manfaat dan konsep

Tanda Perusahaan Startup Tak Lagi Bisa Disebut Startup

Perusahaan rintisan Indonesia sering dikaitkan dengan perusahaan baru yang mengadapatasikan teknologi di dalam proses bisnis. Konsumen diajak untuk menikmati produk dengan bantuan teknologi seperti ponsel pintar dan internet. Mereka mampu merubah hal-hal yang dulunya hanya bisa dilakukan secara konvensional, menjadi lebih praktis dengan teknologi. Misal, dulu pesan ojek mesti jalan ke pangkalan, kini tinggal klik-klik dari ponsel, dan abang ojek siap datang ke tempat pelanggannya. Namun saat ini, sulit untuk memberikan batasan mana startup dan mana perusahaan biasa. Karena, banyak startup yang sudah berkembang pesat bahkan ekspansi ke berbagai negara. Berikut Tanda untuk mengetahui bagaimana perusahaan startup tidak bisa lagi disebut starup lagi:

  1. Merdeka Finansial

merdeka finansial

Bisa mengatasi masalah keuangan tanpa mengharaokan pendanaan. Dimana biasanya perusahaan rintisan masih mengharapkan pendanaan dari investor untuk pegembangan bisnis dan pembiayaan operasional. Tahapan pendanaan pun terdiri dari Seed Funding sekitar US$ 50-600 ribu, Seri A US$ 600 ribu-3 juta, Seri B US$ 5-20 juta, Seri C US$ 25-100 juta, sampai yang paling besar IPO atau masuk ke bursa saham. Gelar startup sejatinya sudah hilang jika perusahaan tersebut sudah memiliki profit yang fantastis, dan mampu membiayai operasionalnya sendiri dari profitnya tersebut.

Baca juga : Cara untuk Meningkatkan Keamanan Website

  1. Memiliki Karyawan Lebih dari 30 Orang

teamwork

Dalam perusahaan rintisan, ada banyak dinamika dalam bekerja. Jumlah karyawan di startup umumnya sangat kecil, bahkan bisa dihitung dengan jari. Meskipun tak ada patokan pasti, tapi beberapa startup bisa dikatakan sukses jika mereka mampu menggaji lebih dari 30 orang. Contoh seperti Instagram, saat itu mereka hanya memiliki 13 orang karyawan untuk operasionalnya. Tapi sejak diakuisisi oleh Facebook di tahun 2012, jumlah karyawan mereka langsung melesat hingga puluhan orang.

  1. Mampu Membayar Karyawan dengan Sangat Baik

gaji karyawan

Selain bisa membiayai operasional, startup yang bisa membayar karyawannya dengan sangat baik patut untuk naik level ke perusahaan besar. Tidak hanya gaji bulanan, tetapi juga uang kompensasi, insentif, sampai bonus tahunan. Karena, banyak startup yang masih sulit dalam hal pembayaran gaji karyawannya. Bahkan, tak jarang mereka sering telat untuk menggaji karyawannya karena keuangan dialihkan sepenuhnya untuk pengembangan bisnis.

  1. Visi dan Misi Perusahaan Sudah Solid

Biasanya perusahaan rintisan memiliki visi misi yang solid. Perubahan dalam tujuan bisnis dan bentuk usaha di dalam dunia startup adalah hal yang biasa. Hal ini terjadi karena startup harus beradaptasi dengan kondisi keuangan dan tren yang berlaku di masyarakat. Misal, tujuan bisnis yang telah mereka rancang di awal ternyata di tengah jalan tidak sesuai dengan trend konsumen. Maka dengan terpaksa untuk bisa bertahan, mereka merubah tujuan bisnisnya. Dan startup tersebut tidak bisa lagi disebut startup, jika visi misi mereka sejak awal tidak berubah-ubah lagi. Apa yang mereka rancang di awal tahun sudah tidak bisa diganggu gugat dan harus dikejar mencapai target sepanjang tahun tersebut.

Baca juga : Fitur Toko Online yang Wajib Ada di Website

  1. Membuka Unit Bisnis Baru

franchising

Salah satu tanda startup yang tumbuh dan semakin besar adalah ketika mereka membuka unit bisnis baru atau mengakuisisi startup lain. Contoh Gojek, mereka tidak hanya ada di Indonesia saja, tetapi juga membuka unit bisnis di Singapura, Vietnam, dan Thailand.

  1. Dihampiri Banyak Calon Klien

relationship

Untuk bisa mendapatkan pendapatan, tentunya perusahaan startup harus lebih gencar mempromosikan produk, dengan menggaet banyak klien. Salah satu pertimbangan startup tidak bisa disebut startup lagi, yaitu jika produk mereka sudah sangat menjual. Artinya, mereka tak perlu capek lagi mencari klien, justru klienlah yang menghampiri startup tersebut untuk mengajak bermitra.

Baca juga : Fitur Toko Online yang Wajib Ada di Website

Kategori Perusahaan dapat disebut Startup

1. Usia Perusahaan kurang dari 3 Tahun

Kata startup berasal dari Bahasa Inggris yang merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi atau perusahaan rintisan. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Istilah startup menjadi popular secara internasional pada masa gelembung.com atau gelembung teknologi informasi yang terjadi pada kisaran tahun 1998-2000. Pada periode tersebut banyak perusahaan baru di bidang situs-situs internet yang disebut perusahaan.com. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bisnis startup adalah suatu bisnis yang baru berkembang. Biasanya berusia kurang dari tiga tahun. Namun, bisnis tersebut lebih identik pada bisnis yang terkait pada teknologi, web, dan internet.

2. Sedikitnya jumlah karyawan

Di karekanakan startup adalah perusahaan yang masih dalam tahap pengembangan biasanya perusahaan masih membatasi jumlah karyawan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pengeluaran yang terlalu banyak dan bisa mendongkrak untuk pendanaan yang lebih penting.  Biasanya jumlah karyawan yang dimiliki sekitar kurang dari lima puluh. Untuk itu, biasanya mereka mencari talent terbaik yang berada dibidangnya. Para karyawan yang dicari adalah karyawan yang masih muda atau tergolong dengan generasi milenial, karena bisa dibilang generasi inilah yang melek dengan teknologi dan perkembangannya. Sehingga dirasa mampu berinovasi dan berkembang lebih baik.

Baca juga : Fitur Toko Online yang Wajib Ada di Website

3. Membutuhkan pendanaan

Untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis, biasanya membutuhkan dana yang dapat diperoleh dari berbagai investor yang disebut Angel Investor dan Venture Capitalist Utama (investor utama). Menurut Tech In Asia, Angel Investor adalah seorang investor yang menggunakan dana pribadinya untuk berinvestasi pada sebuah startup dengan imbalan saham perusahaan tersebut. Sedangkan Venture Capitalist Utama adalah venture capital yang bertanggung jawab untuk menyokong startup atau berinvestasi paling besar dalam pendanaan di tahap tertentu. Sehingga mereka akan banyak terlibat aktif dalam perusahaan hingga ikut dalam rapat dewan direksi sebagai direktur dan terlibat dalam portofolio sehari-hari. Terdapat juga beberapa tahapan investasi yang bisa diperoleh startup, disebut dengan Round. Round terbagi menjadi tiga yaitu round pertama disebut “seed round” atau pendanaan tahap awal. Kemudian round kedua disebut “Seri A”, “Seri B”, “Seri C”, dan seterusnya. Dan round terakhir disebut sebagai “final round”.

4. Produk Berupa Aplikasi Digital dan Menjadi Solusi

Meski sebuah startup tidak harus bergerak di bidang teknologi, namun beberapa startup yang ada saat ini pasti memiliki aplikasi digital. Startup yang menyebar diindonesia juga memiliki sebuah aplikasi digital yang dapat digunakan sebagai solusi dari kebutuhan sehari-hari di lingkup masyarakat secara umum. Karena memang tujuan utama startup adalah produk yang bisa menjadikan solusi bagi masyarakat banyak. Hal tersebut juga dilakukan untuk membuat produk sebuah startup bisa langsung digunakan oleh masyarakat. Contoh seperti Go-Jek, Grab, Uber dan kehadiran beberapa pemain lainnya di bidang transportasi yang berupaya untuk mempermudah kebutuhan masyarakat dalam berkendara.

5. Orientasi pada Kebutuhan Konsumen

Fokus utama yang harus ditunjukan pada perusahaan ini adalah kebutuhan konsumen sehari-hari. Startup harus bisa menjadi pendamping bagi masyarakat untuk memecahkan masalah yang sederhana. Tidak harus memecahkan masalah besar namun cukup dengan masalah yang biasa dihadapi banyak orang namun belum mendapat perhatian khusus. Maka, startup akan bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi sekitar.

Baca juga : SEO Tools Terbaik dan Gratis untuk Reset Keyword

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

Postingan Terkait