JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
uGC

Strategi Marketing UGC (User Generated Content)

Pertimbangkan terlebih dahulu foto atau review dari pengguna lain sebelum membeli suatu produk. Review atau foto dari pengguna lain inilah yang disebut sebagai User Generated Content (UGC). Konten dari pengguna memiliki efek yang baik untuk meningkatkan kepercayaan. Dan saat ini di media sosial tengah marak digunakan, sehingga konten semacam itu banyak ditemukan. Lalu, apa itu User Generated Content? Berikut penjelasannya!

Baca juga : Pengertian, Sejarah, Kelebihan Bahasa Pemrograman Python

Pengertian User Generated Content

User Generated Content adalah salah satu bentuk content marketing di era sekarang ini. Menurut Right Mix Marketing, saat ini banyak bisnis yang mengandalkan konten dari pengguna sebagai strategi marketing. User Generated Content merupakan berbagai bentuk konten baik tulisan, video, foto, review, dan lainnya yang dibuat oleh seseorang seperti konsumen, pelanggan, atau bahkan followers. Dan brand tersebut akan meng-upload kembali konten yang sudah dibuat di media sosialnya. Untuk beberapa brand, Platform Instagram masih menjadi salah satu sosial media terbesar untuk membuat UGC. Biasanya, brand-brand tersebut akan meminta izin atau menyertakan kredit di caption fotonya. Dengan cara ini, UGC dipercaya akan meningkatkan kepercayaan para followers atau target audiens. Karena UGC ini sangat terlihat alami dan langsung dari experienced, user bukan brand ambassador.

Dalam Bahasa Indonesia User Generated Content dapat diartikan sebagai konten buatan pengguna. Disaat konsumen senang akan produk yang dibelinya, ada kemungkinan mereka akan mengunggah foto, video, ataupun tulisan tentang produk tersebut. Di sini konsumen berperan sebagai pengguna aktif yang memulai proses promosi suatu brand. Mulai dari awal pembelian produk, pengunggahan konten, hingga penyebaran di jejaring sosial. Jadi, pola pemasaran yang singkat, dengan UGC bisa dikatakan sebagai bentuk marketing yang orisinil, tidak memakan biaya, dan memiliki potensi besar. Seperti namanya, User Generated Content adalah semua konten yang dibuat oleh pengguna dari sebuah produk. Alih-alih penjual yang melakukan pemasaran, disini pengguna lah yang akan melakukan pemasaran produk dengan sukarela. Cara membuat User Generated Content untuk konten marketing, yaitu dengan mengumpulkan review dari para pengguna. Gunakan hashtag tertentu di media sosial, meminta pengguna untuk men-tag akun brand resmi, mendorong pengguna untuk meninggalkan review produk, hingga meminta secara langsung kepada pembuat konten.

Contoh User Generated Content

Untuk mendapat gambaran lebih jelas, berikut berikan contoh penerapan UGC oleh beberapa brand:

1. Gambar di Media Sosial

Akun Instagram Starbucks sering regram (posting ulang) postingan dari para penikmat kopinya. Starbucks tahu kalau pembeli mencintai produknya dan Starbucks tak ragu untuk memamerkannya di media sosial.

2. Video YouTube

vidio yotube

GoPro tak ragu mengupload video buatan pengguna di akun YouTube resminya. UGC GoPro ini menunjukan bahwa siapapun bisa membuat film mini yang seru, unik, dan menegangkan. Dengan contoh ini, GoPro ingin sejalan dengan apa yang ingin mereka jual lewat kameranya, yakni petualangan.

3. Kontes

Di tahun 2014, Starbucks menyelenggarakan kontes bernama #WhiteCupContest di media sosial. Seperti namanya, para pembeli kopi Starbucks diharuskan untuk menggambar pada tempat minum berwarna putih, lalu mengirim fotonya dengan menggunakan hastag #WhiteCupContest. Dalam waktu tiga minggu, ada 4000 desain yang dikirimkan oleh konsumen kepada Starbucks.

4. Konten Sosial

Platform sosial media memiliki jaringan sosial besar. Nama-nama terkenal seperti Instagram dan Facebook telah sering dimanfaatkan sebagai media untuk mengajak konsumen untuk promosi. Contoh UGC di sosial media adalah kampanye yang dilakukan Coca Cola. Coca Cola mengajak konsumen untuk menggunakan hashtag #shareacoke yang bisa digunakan di berbagai macam platform mulai dari Instagram hingga Twitter. Coca-Cola merilis kemasan-kemasan khusus dengan berbagai nama populer. Kemudian, Coca-Cola mengajak pengguna untuk membagikan foto kemasan Coca-Cola dengan nama mereka di media sosial. Program Coca-Cola ini menjadi contoh user generated content yang telah sukses dijalankan di lebih dari 80 negara.

Cara ini bisa digunakan tanpa perlu mengaplikasikan personalisasi nama. Yang diperlukan adalah memikirkan istilah atau kampanye unik dari brand dan mengajak pengguna untuk mengunggahnya di media sosial, untuk menonjolkan sisi unik brand, mulai dari desain hingga makna dibalik brand itu sendiri. Hashtag yang berada di sosial media tersebut juga bisa ditampilkan di website utama brand dengan tool dan widget seperti Embed Social.

5. Testimonial

testimonial

Salah satu contoh yang paling umum adalah website yang dijadikan media konsumen untuk menulis dan mengunggah ulasan. Ini dilakukan dengan mendedikasikan satu halaman website dengan fitur yang memperbolehkan penggunanya mengunggah teks dan fotoTestimoni juga dapat berupa forum, yang memperbolehkan konsumen untuk menjawab dan mendiskusikan ulasan pengguna. Dari sini pemilik website juga dapat berkomunikasi dengan pelanggan, dan hal ini yang merupakan bentuk dari customer service. Di website seperti Sociolla, pengunjung dapat menemukan puluhan hingga ratusan ulasan terkait produk-produk kecantikan. Ulasan ini dapat dilihat langsung dibawah setiap tampilan produk lengkap dengan sejumlah bintang dan skor yang dapat diisi sesuai dengan kepuasan konsumen. Kami juga tak mau ketinggalan menerapkan user generated content. Salah satu contoh UGC di EZY.CO.ID adalah testimonial dari para pelanggan setia. Seperti contoh UGC lainnya, testimonial juga bisa dipilih mana yang ingin ditampilkan. Misalnya, hanya ingin menampilkan testimonial yang rinci atau testimonial dari konsumen dengan reputasi besar saja.

Baca juga : Keuntungan dan Kegunaan Dedicated Server untuk Website

Kelebihan dan Keuntungan User Generated Content

1. Otentik dan Terpercaya

92% pengunjung, akan lebih mempercayai rekomendasi dari orang lain daripada iklan dari brand walaupun tak mengenal satu sama lain. Ini menunjukkan bahwa konsumen melihat UGC sebagai pertimbangan utama sebelum membeli suatu produk. Konsumen akan lebih pintar dan tak mudah termakan iklan suatu brand begitu saja. Mereka akan mencari kebenaran. Dan sumber kebenaran terbaik yaitu orang yang pernah menggunakan produk brand tersebut. Setiap pengguna memiliki pikiran dan cara yang berbeda untuk mengunggah suatu produk. Otentisitas ini merupakan keuntungan yang tidak bisa didapatkan oleh bentuk marketing lainnya. Pengunjung juga akan lebih percaya akan perkataan teman satu lingkaran daripada orang asing yang tidak dikenal. Pengunjung ingin mengetahui segala detail dari sebuah brand mulai dari produk, layanan, bahkan pengalaman orang lain. Contohnya, anak milenial tidak akan pergi ke sebuah resto yang lokasinya tidak ada di Instagram, karena mereka tidak bisa melihat pengalaman orang lain di sana. Maka dari itu, menciptakan kepercayaan sangatlah penting.

2. Hemat Biaya

UGC adalah konten yang sepenuhnya berasal dari pengguna, dan tak perlu membayar pengguna karena mereka melakukannya dengan sukarela. Baik itu berbagi pengalaman atau sekedar mengikuti kontes yang diadakan. Dan membuat UGC jauh lebih hemat daripada mengeluarkan uang jutaan untuk promosi produk. Serta juga tak akan kehilangan terlalu banyak uang jika strategi UGC, tak berjalan lancar.

3. Membantu Content Marketing

Salah satu syarat agar content marketing bisa efektif adalah konsisten mengeluarkan konten. Untuk beberapa bisnis, mengeluarkan konten yang relevan secara konsisten itu cukup sulit dilakukan. Maka, dengan UGC bisa membantu mengoptimalkan Content Marketing. Apalagi, konten dari UGC biasanya berasal dari kehidupan sehari-sehari pengguna, Misalnya, liburan, pesta, atau ulasan produk. Jadi, walaupun memanfaatkan UGC, konten akan tetap unik, segar, dan relevan.

4. Konsumen akan merasa diutamakan dan Menuntun keputusan pembelian

Memberikan kebebasan berpendapat untuk konsumen dan mereka akan menganggap bahwa pendapat mereka dilihat dan diakui. Ini adalah bentuk dari customer service yang baik. Konsumen akan puas dan tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan atau membeli produk tersebut lagi. Kepercayaan yang sudah didapatkan oleh para konsumen, akan berdampak lurus dengan keputusan pembelian. Setelah konsumen merasa nyaman dan percaya, mereka akan memutuskan untuk mencoba sendiri apakah pengalaman yang dibagikan di sosial media memang benar dan sesuai. Apalagi, fitur yang ada di media sosial seperti Instagram selalu diperbarui. Contohnya seperti story dan highlight yang merupakan perpaduan pas untuk mengumpulkan UCG, dan membuat followers dapat melihat setiap saat saat membuka profil brand tersebut.

5. Produk dapat terekspos oleh siapapun dan kapanpun dan Tidak memerlukan biaya besar

UGC membantu produk untuk membuka pintu yang lebih banyak untuk terekspos ke masyarakat luas. Orang yang tinggal di daerah lain ataupun orang di masa mendatang masih tetap bisa menjadi calon konsumen. Walaupun memang mempromosikan suatu brand perlu biaya yang lebih, setidaknya UGC bisa membantu memangkas biaya untuk membuat media iklan atau membeli jasa influencer. Tanpa harus merogoh kocek yang dalam untuk memasang iklan atau membayar brand ambassadorbrand sudah mendapatkan konten gratis dari konsumen.

6. Mempromosikan keaslian

Para konsumen dipercaya lebih menyukai USG karena dianggap sangat alami dan asli dibandingkan dengan konten promosi yang dibuat oleh brand itu sendiri. Konten yang dibuat para konsumen terlihat lebih jujur, ditambah dengan tulisan/ review pengalaman mereka mengenai sebuah brand. Hanya ada dua kemungkinan seseorang berani memberikan pengalaman membeli sebuah produk di sosial media, yaitu terlalu senang dengan produknya atau terlalu kecewa dengan produknya. Dan inilah yang ditunggu oleh konsumen lain untuk meningkatkan kepercyaan mereka atas sebuah produk.

Baca juga : Pengertian, Sejarah, Kelebihan Bahasa Pemrograman Python

Tips Mengelola Website User Generated Content

UGC

  1. Pilih website yang paling cocok dengan brand

Ketahui jenis website apa yang paling sering digunakan konsumen, dan yakin apa yang ingin diraih untuk brand. Apakah itu makna brand atau kepercayaan konsumen. Pastikan spesifikasi server website sudah memenuhi untuk menampung banyaknya pengunjung yang datang.

  1. Manfaatkan fitur dan tool yang ada

Sudah banyak fitur UGC yang disediakan berbagai macam perusahaan teknologi. Seperti contohnya, bisa menggunakan tool embed hashtag untuk menunjukkan kampanye brand.

  1. Pantau perkembangan konten

Langkah ini sangat penting untuk perkembangan brand. Pantau perkembangan website dengan memasang statistic data pengunjung website salah satunya dengan Google Analytics. Untuk mengetahui Apa efek baik dan buruk UGC terhadap brand? Apakah semuanya berjalan dengan baik? Apa saja yang bisa diperbaiki? Perkembangan internet yang pesat bisa memudahkan penjualan brand dengan pesat pula. Konsumen memiliki andil yang besar dalam perkembangan brand secara aktif. Maka, pikirkan secara matang segala hal yang meliputi konsumen dan jaringan mereka.

Cara Mengoptimalisasi User Generated Content

1. Sesuaikan dengan Data Pengguna Aktif

Untuk menentukan konten yang akan dibuat, maka harus memiliki data lengkap tentang audiens. Seiring waktu dan perkembangan suatu brand, bisa saja data audiens juga berubah. Maka tidak bisa terus berpaku pada UGC yang sama. Jadi harus melihat apakah terjadi perubahan data audiens. Ketahui kebiasaanya, sehingga konten yang ditampilkan juga lebih sesuai.  Bahkan, pengguna juga akan lebih bersemangat untuk ‘menyumbangkan’ kontennya.

2. Menampilkan Review atau Testimoni

Pada beberapa platform seperti Instagram, YouTube, bahkan Blog menyediakan fitur untuk berkomentar. Nmaun, tak semua pengunjung situs atau akun media sosial membaca berbagai komentar tersebut. Maka, pemilik dapat memilih komentar atau testimoni terbaik dari pengguna untuk diangkat sebagai konten. Bahkan, komentar negatif juga bisa digunakan sebagai konten, untuk menimbulkan kesan adil dan menerima kritik. Maka konsumen akan lebih tertarik dan percaya terhadap apa yang ditawarkan.

3. Masukkan Cuplikan UGC Pada Halaman Produk

Tak harus pada laman media sosial atau blog, pada halaman produk juga bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalisasi UGC. Contohnya, saat menampilkan beberapa foto dari konsumen terhadap suatu produk. Selain menimbulkan kesan orisinal, calon konsumen juga akan lebih memahami bagaimana produk tersebut saat digunakan.

4. Libatkan Komunitas dalam Konten

Bersumber dari Later, yang mencontohkan bagaimana Apple melibatkan komunitas untuk turut ‘menyumbang’ konten. Melalui gerakan dan hashtag #ShotoniPhonesemua pengguna berlomba -lomba mengunggah foto dan men-tag Apple agar dapat ditampilkan di situs dan akun Instagram @apple. Dan hal serupa, bisa dilakukan juga oleh pemilik akun. Contohnya memberikan tantangan pada followers Instagram untuk meng-upload story dan post dengan men-tag akun bisnis. Atau membuat kompetisi foto Instagram yang berhadiah untuk menarik minat followers.

5. Buat konten menghibur

Pemilik akun juga bisa mengoptimalisasi UGC yang bersifat lucu atau menghibur. Contohnya, dengan mengunggah sebuah tweet lucu yang viral. Jadi followers yang membaca kontenpun akan merasa mendapatkan konten yang hits dan viral dari akun media sosial.

Baca juga : Tips Menambahkan dan Menggunakan Widget di WordPress

Cara Maksimalkan Strategi Marketing dengan User Generated Content

1. Branding dan Pahami Target Audiens

Sebelum membuat konten, buatlah terlebih dahulu gambaran mengenai apa yang diinginkan oleh sebuah brand. Buat juga target market/ target audiens agar visual, gaya bahasa, dan ilustrasi nyambung dengan branding yang diinginkan. Maka konten yang dibuat oleh brand dan juga submission dari para followers bisa terlihat selaras.

Kemudian Ketahui dan pahami terlebih dahulu target audiens yang ingin disasar agar kampanye bisa berjalan dengan baik. Berbeda target audiens tentu berbeda cara penanganannya. Contoh, jika target audiens yang disasar bukan anak muda yang tech-savvy, cara mengumpulkan UGC bisa lewat campaign ‘submit your story’ dengan menuliskan di halaman Facebook atau kolom komentar Instagram.

2. Pelajari User Generated Content yang Anda Kumpulkan

UGC juga bisa menjadi sarana untuk melakukan riset pasar. Caranya cukup melihat dan menganalisis berbagai UGC yang telah masuk. Kemudian akan mengetahui kebiasaan konsumen yang bisa dimanfaatkan untuk strategi marketing selanjutnya. Misalkan, saat menemukan bahwa konsumen cenderung menggunakan produk A berbarengan dengan produk lain. Maka, dari situ dapat menemukan peluang untuk melakukan kolaborasi dengan brand lain di strategi marketing selanjutnya.

3. Selalu Meminta Izin

Brand sebaiknya harus tetap meminta izin saat mengupload ulang produk lain, walaupun sudah tag brand tersebut. Bisa melalui DM atau kolom komentar dari si pemilik karya. Dengan selalu meminta izin, brand akan terbebas dari segala bentuk tuntutan yang takutnya akan berimbas dengan citra. Sebaiknya brand menanyakan dahulu apakah karyanya bersedia untuk dipost ulang sebagai bentuk penghormatan.

4. Menawarkan sesuatu sebagai timbal balik

Untuk mendapatkan UGC sebaiknya tawarkan sesuatu atau hadiah untuk para pengikut yang mengirimkan. Brand bisa menawarkan satu per satu untuk para pengikut yang fotonya di-repost atau membuat kontes berhadiah dengan syarat mengirimkan kontennya. Namun, jangan terlalu fokus dalam giveaway karena bisa berdampak 30 persen orang yang mengirimkan hanya ingin hadiahnya saja bukan jujur dari hati. Maka dengan cara ini, sebuah brand mendapatkan UGC gabungan dari kontes dan juga secara organik.

5. Jelaskan konten yang ingin didapatkan

Agar UGC dapat sesuai dengan branding dari sebuah brand, maka harus menjelaskan konten yang diinginkan. Bisa lewat kampanye yang memuat hashtag. Maka followers akan menyesuaikan konten yang akan mereka bagikan lewat sosial media mereka. Pembuat UGC ingin konten mereka ditampilkan. Maka perlu memberitahu jenis konten apa yang dicari. Jelaskan secara spesifik agar memudahkan pengguna dalam membuat konten yang dibutuhkan. Kemudian segera sebar info tersebut, bisa melalui postingan, stories, bio akun, di website, di toko fisik, hingga di bungkus produk sekalipun. Jelaskan juga syarat dan ketentuannya. Misal, “gunakan hashtag ini…” atau “tinggalkan review di website dengan mencantumkan foto produk…” dan lain sebagainya.

6. Mencantumkan Sumber

Walaupun sudah mendapatkan izin, namun jangan lupa untuk mencantumkan sumber dari UGC tersebut. Bisa dengan tag username di media sosial, tulis website milik pengguna, tulis channel YouTube mereka, atau sekedar sebut namanya secara langsung. Mencantumkan sumber berarti menghargai si pembuat konten. Maka mereka akan lebih semangat menggunakan produk tersebut di kemudian hari. Mencantumkan sumber juga bisa meyakinkan konsumen secara keseluruhan bahwa konten tersebut benar-benar asli buatan dari konsumen. Jika berencana memasang UGC di berbagai media sosial sekaligus, jangan lupa untuk bertanya kepada pembuat apakah ia juga punya akun di media sosial tersebut.  Misal, saat ingin membagikan UGC dari Instagram ke Facebook, tanyakan apakah ia juga punya akun Facebook yang bisa di tag.

7. Gunakan Fitur Pencarian

Jangan hanya berfokus mengumpulkan UGC di media sosial saat akun di-tag atau saat pengguna menggunakan hastag brand. Karena pengguna harus tetap aktif mencari UGC di media sosial apabila ada konten berkualitas yang terlewat. Bisa juga menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti SocialMention, yang memungkinkan untuk memonitor info apapun di media sosial. Mulai dari hal-hal umum seperti mention brand atau hastag, hingga info yang berhubungan dengan topik atau konten tertentu.  Jika menemukan konten yang sesuai, segera hubungi pengguna tersebut dan minta izin. Beritahu juga kepada pembuat mengenai kampanye UGC yang dijalankan, agar pembuat menerapkan syarat dan ketentuan yang sesuai di konten yang dibuatnya di kemudian hari.

Baca juga : Bahasa Pemrograman : Rust Programming

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂