Search
Close this search box.
strategy marketing UKM

Strategi Marketing Pelaku UKM Di Masa Pandemi dan PPKM

Pemerintah Indonesia kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali dan Mikro di luar Jawa-Bali. Yang menyebabkan pelaku usaha kembali terkena imbas, khususnya sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Meski kembali dihadapkan berbagai tantangan, pelaku UKM tetap harus bertahan dan tumbuh dalam situasi sulit seperti saat ini. Mulai dari mengatur strategi keuangan yang tepat hingga memanfaatkan teknologi digital. Jika selama PPKM Darurat ini pendapatan menurun, maka coba lebih perhatikan detail keuangan bisnis, baik itu uang masuk, maupun uang keluar. Pelaku usaha juga bisa memotong pengeluaran yang tidak diperlukan atau tidak urgent dalam waktu dekat. Lakukan evaluasi kembali arus kas keuangan dan cari tahu pengeluaran mana yang dapat dipotong agar kerugian tidak terus bertambah. Berikut tips untuk pelaku UKM agar bisa bertahan saat PPKM Darurat:

Baca juga : Strategi Promosi Bisnis Dengan Menggunakan Hashtag

Strategi Pemasaran UKM di Masa PPKM

  1. Beralih ke Marketplace

marketplace

Banyak usaha offline yang mulai beralih ke platform digital atau membuka toko online. Hal ini terjadi, karena pandemi Covid-19 ini membuat terjadinya adaptasi perubahan perilaku konsumen. Melakukan belanja secara daring (online) saat ini telah menjadi pilihan utama konsumen selama pandemi, termasuk saat PPKM Darurat untuk mengurangi berhubungan langsung dengan orang diluar rumah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penjualan online melonjak tajam hingga 480 persen pada April 2020 dari Januari 2020. Sehingga bisnis dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan ini. Dimana para pelaku bisnis bisa mencoba berjualan di e-commers untuk meningkatkan penjualan. Pemilik bisnis dapat memperoleh banyak keuntungan dengan memanfaatkan penggunaan e-commerce selama pandemi. Diantaranya yaitu:

  • Kemudahan dalam rekapitulasi data penjualan,
  • Proses penjualan tidak memakan banyak tenaga,
  • Promosi lebih mudah diakses konsumen,
  • Penjualan dapat meningkat, karena semakin banyak konsumen yang menggunakan e-commerce.
  1. Gunakan Media Sosial

media sosial

Saat ini, semua orang sudah beralih ke dunia digital sehingga perlu untuk optimalkan pemasaran digital. Maka selain situs marketplace, media sosial adalah alat lainnya yang bisa dipakai. Pemilik bisnis perlu menyusun strategi pemasaran digital untuk memudahkan penjualan produk dan jasa. Melalui pemasaran digital yaitu media sosial, pemilik bisnis dapat menghitung konversi dan mengukur keberhasilan strategi pemasaran yang dilakukan. Hal ini juga memudahkan untuk menganalisis perilaku dan kebutuhan target market. Beberapa strategi pemasaran digital yang bisa dioptimalkan diantaranya aplikasi pesan (Line, WhatsApp, Telegram), digital ads (YouTube Ads, Facebook Ads, Google Ads), dan lain sebagainya. Dibanding marketplace, media sosial sebetulnya lebih mudah diakses. Karena semua orang pasti punya media sosial, sedangkan marketplace tidak semua orang akan mengaksesnya. Rajin-rajinlah mempromosikan produk di media sosial, agar bisa mendapatkan perhatian orang banyak. Bisa dengan melakukan promosi tiga kali dalam sehari, mulai dari pagi, siang, hingga malam. Seimbangkan pula dengan membuat postingan yang bermanfaat. Seperti tips dan trik atau manfaat suatu barang. Pastikan postingan tersebut masih relevan dengan barang yang tengah dijual. Hindari melakukan spam, baik lewat kolom komentar maupun DM media sosial. Melakukan hal semacam itu bukannya membuat produk terjual, namun malah mengurangi reputasi pelaku UMKM.

Baca juga : Pentingnya Website atau Blog untuk Perkembangan Bisnis

  1. Tingkatkan Kualitas Produk dan Pelayanan

product high quality

Selama melakukan promosi, pelaku UMKM juga wajib melakukan peningkatan kualitas pada produk yang dijual serta meningkatkan pelayanan. Usahakan untuk terus mencari pelanggan-pelanggan baru dengan memberikan layanan dan produk terbaik, juga tetap menjaga hubungan baik dengan pelanggan lama, misal dengan memberikan diskon, promo gratis ongkir dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar pelanggan tetap puas membeli produk pelaku UMKM. Pastikan peningkatan kualitas produk mencakup semua aspek. Mulai dari kebersihan produk, hingga pengemasan produk itu sendiri. Selain membuat pembeli puas, meningkatkan pelayanan juga akan membuat pelaku UMKM mampu mengirimkan produknya dengan lebih baik. Salah satu upaya peningkatan pelayanan adalah dengan memberikan pelayanan secepat mungkin, agar barang bisa segera sampai ke pelanggan. Selain itu, cobalah lebih ramah kepada pelanggan agar mereka merasa semakin nyaman dan loyal kepada pelaku UMKM.

  1. Turunkan Sedikit Harga Produk

Walau mungkin berat dilakukan, menurunkan harga produk tetap layak dilakukan apalagi di masa PPKM seperti sekarang ini. Mungkin awalnya akan terasa berat di awal saat melakukan tips ini. Namun, tips ini mempunyai beberapa potensi baik yang bisa pelaku UMKM rasakan. Sedikit menurunkan harga jual akan membuat pembeli lebih mudah mendapatkan barang yang dijual pelaku UMKM. Sebagaimana yang diketahui, di masa PPKM seperti sekarang membuat orang tidak memiliki banyak uang untuk belanja, bahkan banyak masyarakat yang menganggur.

  1. Manfaatkan Jasa Pesan-Antar (Delivery)

delivery

Pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan perilaku konsumen, yaitu berupa peningkatan adopsi dan penggunaan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, termasuk layanan pesan-antar (delivery service). Bagi bisnis yang belum memiliki sistem pemesanan online dan delivery, kini saat yang tepat untuk memulainya. Regulasi yang terus berubah terkait operasi bisnis, terutama jam operasional toko fisik selama PPKM, memperkecil peluang untuk mendapat revenue dari penjualan offline. Terlebih lagi, pelanggan semakin enggan berbelanja di luar rumah.  Dan PPKM Darurat melarang masyarakat untuk dine-in (makan di tempat) pada restoran maupun kafe. Proses mendaftarkan bisnis, khususnya kuliner, pada layanan pesan-antar tergolong mudah. Pemilik bisnis cukup mengunduh aplikasi online penyedia jasa pesan-antar yang ditujukan bagi pelaku usaha. Isi data diri dan lengkapi informasi tentang bisnis. Dengan sistem pemesanan online dan delivery, akan membuka channel revenue baru dan meningkatkan jangkauan pasar, tanpa perlu mengkhawatirkan toko yang tutup. Dan juga bisa mendapat data yang lebih akurat dan minim error. Akan lebih baik untuk memiliki sistem sendiri dibanding jasa pihak ketiga yang memerlukan biaya lebih besar dan menempatkan bisnis bersama kompetitor lain.

  1. Perhatikan Kondisi Keuangan

Sebelum membuat strategi digital, pemilik bisnis harus memperhatikan keuangan bisnis agar langkah tersebut relevan dengan kondisi keuangan. Di tengah pandemi Covid-19, para pelaku bisnis sebaiknya dapat memanfaatkan teknologi dan meminimalkan interaksi tatap muka dengan orang lain termasuk saat melakukan pembukuan dan operasional bisnis. Dan di saat seperti ini, para pelaku bisnis tidak perlu khawatir untuk mengetahui kesehatan keuangan secara mudah dan efisien. Karena sudah banyak perangkat lunak (software) akuntansi yang dapat digunakan dengan mudah.

Baca juga : Memahami Tentang Pemrograman Aplikasi API

  1. Memberikan Reward Digital untuk Meningkatkan Loyalty

reward seperti loyalty

Di tengah ketidakpastian ini, pelanggan, partner, dan distributor yang sudah dimiliki sebuah bisnis merupakan harapan terbaik bagi para pelaku bisnis. Kabar baiknya, pelanggan cenderung memilih bisnis yang sudah mereka percaya dan kenali di masa pandemi. Namun, untuk pelanggan yang belum mengenal bisnis, bisa dengan melakukan reward digital yang bermanfaat untuk pelanggan baru maupun pelanggan lama, serta pelanggan aktif maupun non-aktif. Reward merupakan pendorong agar pelanggan terus kembali pada bisnis Anda. Terlebih lagi, dengan proses yang mulus dan digital, maka bisa memantau pengiriman dan pemakaian reward, serta menjangkau dan mengingatkan pelanggan untuk menggunakannya kapanpun. Maka, jangan ragu untuk memberikan bonus kepada pelanggan, baik itu dalam bentuk diskon, maupun giveaway. Walau terdengar klise, cara semacam ini bisa menarik pelanggan baru, serta membuat pelanggan lama makin betah membeli produk dari pelaku UMKM.

  1. Tambah Jalur Distribusi Penjualan

Jika sebelumnya hanya berjualan di toko atau hanya berjualan online di satu channel penjualan saja, maka saatnya menambah jalur distribusi penjualan untuk memperluas target pasar. Bisa dengan memanfaatkan platform Social Commerce, yang merupakan sebuah platform jualan online yang dapat terintegrasi langsung dengan beragam media sosial. Salah satu Social Commerce yang bisa digunakan adalah AVANA, yang dilengkapi puluhan fitur canggih yang dapat memudahkan aktivitas penjualan online. Saat ini, mungkin masih banyak orang yang merasa kesulitan membuat Social Commerce atau website bisnis online karena terhalang biaya pembuatan yang cukup mahal, atau minimnya informasi tentang cara membuat website bisnis online. Maka alternatifnya, bisa dengan menggunakan layanan jasa yang menyediakan jasa pembuatan website yang saat ini sudah banyak tersedia.

  1. Membuat Sales Channel Baru

Banyak bisnis tengah berpindah ke channel online untuk meningkatkan penjualan. Memang ini ide yang bagus, namun kini pasar online semakin dipenuhi berbagai produk dan jasa dari banyak brand, termasuk kompetitor bisnis. Maka untuk dapat selangkah lebih maju dari kompetitor, solusinya bisa dengan membuat sales channel sendiri, dimana pelanggan dapat mengakses produk atau jasa satu toko online tanpa adanya kompetitor. Di era serba media sosial seperti sekarang, social commerce atau program reseller juga dapat membantu  meningkatkan revenue. Dimana pelaku bisnis dapat merekrut pelanggan untuk menjadi reseller. Mereka tidak hanya mempromosikan bisnis, tapi juga menjual produk langsung ke kerabat mereka melalui media sosial atau aplikasi chat. Strategi ini tentu akan sangat diminati karena banyak orang yang saat ini mencari penghasilan tambahan. Menggunakan media sosial adalah cara yang efektif karena sudah sangat fasih dipergunakan banyak orang. Seperti contohnya, yaitu Anomali Coffee yang sukses menerapkan strategi ini. Mereka adalah brand kopi Indonesia yang memulai social commerce sendiri untuk meningkatkan revenue dan jangkauan pasar.

  1. Lakukan Inovasi

Jangan ragu untuk terus melakukan beragam inovasi dan memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Misal, dimasa pandemi seperti ini bisa menjual produk yang banyak dicari orang yaitu alat kesehatan seperti masker atau hand sanitizer dan sebagainya.

Baca juga : Rekomendasi Bisnis Online Tanpa Modal di Masa Pandemi

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

Postingan Terkait