JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
Online Shop, Marketplace dan E-Commerce,

Perbedaan Online Shop, Marketplace dan E-Commerce

Pada jaman serba teknologi ditambah dengan adanya pandemi Covid-19, belanja online merupakan kegiatan yang sangat diminati oleh masyarakat karena dirasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi dimanapun dan kapanpun tanpa harus terjadi kontak langsung antara penjual dengan pembeli. Pembeli dapat memesan sebuah produk melalui website penyedia berbagai produk yang disediakan secara online dan lengkap. Website penyedia layanan jual-beli online umumnya disebut online shop namun ada beberapa yang menyebutnya dengan marketplace dan e-commerce. Lalu apa perbedaan diantara ketiganya? Berikut akan dibahas perbedaan online shop, e-commerce dan juga marketplace.

Baca juga : Engagement Rate Menjadi Kunci Sukses Para Digital Marketer

Pengertian Online Shop, Marketplace dan E-Commerce

  1. Marketplace

Marketplace

Marketplace merupakan sebuah wadah berupa website yang berfungsi untuk menghubungkan antara penjual dan pembeli melalui jaringan internet, dimana didalamnya terdapat toko-toko yang dimiliki oleh penjual. Tujuan marketplace yaitu untuk mewadahi para pembisnis kecil maupun besar untuk membangun bisnisnya melalui marketplace. Marketplace dapat dikatakan sebagai pihak ketiga atau perantara transaksi jual beli. Bisa dikatakan marketplace adalah department store online, di mana banyak penjual dengan berbagai jenis produk yang dijual dalam satu lokasi yang sama. Jika diibaratkan, marketplace sebagai pasar tradisional karena konsep yang digunakan oleh keduanya sama yaitu menyediakan tempat bagi penjual untuk berjualan dan kepada pembeli untuk berbelanja. Biasanya, sebuah marketplace dilengkapi dengan fasilitas yang memudahkan penggunanya seperti sistem pembayaran otomatis, tutorial & fitur khusus untuk mempermudah penjual untuk mengembangkan bisnisnya. Jenis produk yang dijual di marketplace sangat beragam mulai dari barang bekas hingga makanan. Secara umum marketplace menggratiskan pembuatan akun toko online bagi para penjual kecuali jika ingin mendapatkan fitur ekstra yang disediakan untuk kebutuhan promosi atau pemasaran produk lebih luas. Marketplace menjalin kerjasama dengan pihak penjual dimana ada dua jenis Kerjasama yang berlaku, yaitu:

  • Marketplace murni adalah Kerjasama yang dilakukan ketika situs dari marketplace hanya menyediakan tempat kepada penjual untuk berjualan dan juga fasilitas pembayarannya. Dalam jenis Kerjasama ini, penjual memiliki keleluasaan lebih terhadap produk yang dijual.
  • Marketplace konsinyasi adalah Kerjasama yang dilakukan saat penjual menitipkan produk yang dijual kepada marketplace, maka penjual hanya perlu menyiapkan detail informasi produk.

Contoh Marketplace: Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dll

  1. Online Shop / Toko Online

online shop

Online shop adalah istilah yang digunakan untuk menyebut toko yang berjualan menggunakan jaringan internet, dan merupakan toko-toko yang berada pada lingkup marketplace. Melalui toko, penjual dapat mengatur tokonya sendiri, mulai dari nama toko, deskripsi toko, produk yang dijual, ketentuan yang berlaku, dan pengaturan ongkos kirim. Satu akun toko dimiliki oleh satu penjual yang dapat mengatur pemesanan, pengelolaan barang, mengatur strategi penjualan dan pemasaran produk. Melalui toko online, penjual dan pembeli akan saling bertemu. Pembeli dapat mengakses toko online sesuai dengan barang yang dicari kemudian melakukan pemesanan dan pembelian. Tidak harus berupa website, online shop juga dapat menggunakan media sosial atau platform online lainnya. Bagi pelaku online shop, harus siap saat berinteraksi dan berhubungan secara langsung dengan calon pembeli. Saat ini kebanyakan online shop beroperasi di media sosial Instagram. Untuk berhubungan, selain menggunakan fitur Direct Message (DM) yang disediakan oleh Instagram, biasanya aplikasi media sosial berbasis chat seperti WhatsApp atau LINE bahkan telegram bisa digunakan. Alur transaksi dari online shop biasanya mirip atau bahkan sama. Saat calon konsumen melihat produk yang dijual oleh online shop, konsumen akan menghubungi online shop. Setelah berkomunikasi mengenai stock barang dan juga harga total, konsumen diminta membayar sejumlah nominal tertentu. Setelah transaksi pembayaran selesai dan bukti pembayaran dikirim oleh konsumen, online shop kemudian akan mengirimkan barang atau produk yang dipilih oleh konsumen. Saat ini sudah banyak toko yang membuka online shop baik yang sudah memiliki offline store maupun yang baru merintis.

Contoh Online Shop : ABCDE shop yang anda temui di media sosial

Baca juga : Pengertian dan Keunggulan Virtualisasi KVM

  1. E-Commerce

e commerce

E-Commerce atau electronic commerce atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut perdagangan elektronik merupakan sebuah website yang menjual suatu produk langsung kepada pembeli. Berbeda dengan marketplace yang didalamnya terdapat banyak toko yang menyediakan berbagai macam produk, e-commerce hanya menjual beberapa jenis produk langsung dari penjualnya tanpa perantara. Singkatnya, E-commerce adalah website yang digunakan untuk menjual produk-produk dari pemilik website. E-commerce dilengkapi dengan fitur yang tidak kalah menarik dengan marketplace, tersedia fitur shopping cart, pembayaran otomatis dan fitur transaksi lainnya. Pembuatan e-commerce biasanya memakan waktu dan biaya yang lumayan, karena website jenis dibuat secara khusus. Produk yang dijual di e-commerce bisa terbatas pada satu brand atau bisa bermacam-macam produk dari berbagai brand. Namun, produk tersebut tetaplah dijual oleh satu penjual saja, yakni si pemilik website itu sendiri. Kelebihan dari penggunaan e-commerce yaitu, penjual biasanya memiliki reputasi yang baik di mata pelanggan dan penjual dapat meningkatkan identitas brand dengan memberi layanan dan pengelolaan sendiri. Meskipun identik dengan aktivitas jual beli melalui internet, aktivitas yang dilakukan melalui televisi dan telepon juga termasuk e-commerce. Mungkin banyak orang berpikir bahwa proses atau transaksi jual beli hanya terjadi diantara penjual dengan konsumen, namun e-commerce ini dibedakan menjadi enam jenis yaitu:

  • Business to business (B2B), jenis e-commerce dimana dua buah perusahaan melakukan transaksi jual beli.
  • Business to consumer (B2C), jenis e-commerce dimana sebuah perusahaan menjual produk atau juga jasa langsung kepada konsumen.
  • Business to public administration (B2A), jenis e-commerce yang melibatkan perusahaan dengan Lembaga pemerintah.
  • Consumer to consumer (C2C), jenis e-commerce yang dilakukan oleh dua individu, dimana konsumen merupakan individu.
  • Consumer to business (C2B), jenis e-commerce yang terjadi jika seorang individu menjual produk atau jasa pada perusahaan.
  • Consumer to public administration (C2A), jenis e-commerce yang melibatkan individu dengan Lembaga pemerintah.

Contoh E-Commerce: Berrybenka.com, zara.com, thenblank.com

Baca juga : Tips Membuat Halaman Produk Untuk Menarik Minat Pembeli

Perbedaan Online Shop, E-Commerce, dan Marketplace

Faktor Ecommerce Marketplace Online Shop (Olshop)
Biaya Sedikit mengeluarkan uang di awal. Tapi ini merupakan investasi jangka panjang. Gratis (kecuali untuk menikmati fitur-fitur premium yang disediakan marketplace) Gratis (kecuali untuk menggunakan fitur berbayar sosial media, seperti Facebook Ads atau Instagram Ads)
Tingkat Kesulitan Pembuatan Pembuatan mudah dan cepat jika sudah terbiasa mengoperasikan website. Pengguna bisa mendaftar dan langsung menggunakannya untuk berjualan. Pengguna perlu mengubah/ membuat akun bisnis di media sosial terlebih dahulu.
Jenis Barang Cocok untuk barang bermerek, artisan, butik, dan barang lain yang perlu brand awareness tinggi. Barang umum seperti perkakas dan aksesoris yang bisa dibeli dalam jumlah besar sekaligus Barang apa saja, tapi dalam skala lebih kecil yang ditujukan untuk konsumsi pribadi.
Promosi Upaya promosi lebih fleksibel dan bisa diatur sendiri. Promosi lebih dikendalikan oleh marketplace. Sedikit usaha dan uang dengan memanfaatkan Facebook Ads atau Instagram Ads.
Persaingan Persaingan dengan sesama website untuk mendapatkan ranking pertama di hasil pencarian. Persaingan dalam satu marketplace sangat ketat. Persaingan di satu media sosial sangat ketat.
Jumlah Penjualan Sedikit sudah bisa untung. Harus jualan banyak agar bisa memuaskan. Harus jualan banyak agar bisa memuaskan.
Kepercayaan Jika menerapkan strategi yang benar, kepercayaan konsumen bisa dibangun dengan cepat. Konsumen lebih percaya kepada marketplace, bukan pada bisnis yang menjual produk. Butuh waktu lama. Kecuali, jika sudah memiliki reputasi dahulu di akun pribadi.
Kesetiaan Konsumen Konsumen cenderung lebih setia. Apalagi kalau bisnis menerapkan strategi customer retention (member, poin, dsb). Konsumen bisa berpaling ke kompetitor yang menawarkan harga lebih murah. Konsumen bisa berpaling ke kompetitor yang menawarkan harga lebih murah.
Data Pengumpulan data performa bisnis yang mendalam. Data yang didapatkan terbatas. Fitur analisis data yang terbatas.
    1. Baca
    1. juga :

Macam- Macam Sumber Penghasilan Blogger

  1. Biaya

Di marketplace dan online shop, tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Baik untuk mendaftar ataupun saat sudah berjualan di sana. Kecuali, jika ingin menikmati fitur-fitur premium yang disediakan oleh marketplace atau media sosial tersebut. Misal, Facebook Ads atau Instagram Ads. Sementara untuk wevsite e-commerce, harus mengeluarkan sedikit uang untuk membeli serta memperpanjang domain dan hosting. Apalagi jika menggunakan CMS toko online berbayar seperti Shopify, tentu ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan. Namun, jika dihitung kembali, biaya yang dikeluarkan itu, bisa membeli manfaat jangka panjang yang tak dimiliki oleh marketplace dan online shop. Dengan jumlah uang yang dikeluarkan tersebut, pengguna bisa merasakan berbagai manfaat, seperti:

  • Bisnis akan lebih mudah ditemukan di Google.
  • Calon konsumen lebih percaya dengan bisnis yang memiliki website ecommerce sendiri.
  • Membuat website ecommerce milik sendiri bisa meningkatkan kredibilitas brand.
  • Meningkatkan brand awareness bisnis.

Jadi, mengeluarkan sedikit uang di awal untuk website ecommerce milik sendiri merupakan sebuah investasi jangka panjang. Bahkan bisa dikatakan kalau hasil yang didapat melebihi uang yang sudah dikeluarkan.

  1. Tingkat Kesulitan Pembuatan

Membuat website ecommerce sangat mudah dan cepat, namun tetap perlu belajar hal teknis seperti melakukan pemeliharaan dan optimasi website. Lakukan optimasi SEO, promosi, hingga memastikan website tetap aman dan responsif untuk diakses oleh pengunjung. Sementara di marketplace, apa yang pengguna butuhkan sudah tersedia. Hanya tinggal mendaftar, dan memasukkan barang serta harganya, maka sudah bisa mulai berjualan. Untuk membuat online shop susah-susah gampang. Karena media sosial utamanya bukan untuk berjualan, sehingga harus melakukan beberapa hal terlebih dahulu. Seperti, membuat Facebook Page atau merubah akun menjadi Instagram For Business terlebih dahulu.

  1. Jenis Barang yang Dijual

Di website ecommerce, produk yang cocok untuk dijual adalah produk eksklusif yang tak mudah dicari. Seperti produk kerajinan tangan, camilan unik, atau barang-barang branded. Berjualan di marketplace bisa dipertimbangkan apabila menjual barang-barang yang lebih umum dan biasanya dibeli dalam jumlah besar. Di antaranya seperti perlengkapan rumah, alat tulis, hingga barang elektronik beserta aksesorisnya. Sementara di online shop tak jauh berbeda dengan marketplace, karena sama-sama berjualan barang umum, namun dengan skala yang lebih kecil dan lebih ditujukan untuk konsumsi pribadi. Misal, produk kecantikan, pakaian atau perhiasan.

Baca juga : Tips Mendapatkan Uang Dari Blogger dan Contohnya

  1. Promosi

Memiliki website ecommerce sendiri berarti harus mengurusi semua promosi dari website tersebut. Sementara di marketplace/online shop, promosi dibantu oleh platform tempat berjualan. Promosi di website sendiri caranya dari menarik trafik, mengumpulkan leads, promosi di media sosial, dan lainnya. Maka, buat strategi digital marketing yang optimal agar produk-produk di website bisa terjual. Jika berjualan di marketplace, promosi lebih banyak dilakukan oleh marketplace. karena sebagai penyedia tempat berjualan, marketplace ingin menarik trafik dan menjual produk di dalamnya sebanyak mungkin. Sehingga, secara tak langsung barang yang dijual juga akan ikut dipromosikan. Bisa juga membeli fitur-fitur premium yang disediakan di marketplace. Di mana umumnya fitur-fitur ini berfungsi untuk membantu bisnis untuk menjangkau lebih banyak pengguna di marketplace tersebut. Di antaranya adalah fitur Power Merchant Tokopedia dan Super Seller Bukalapak. Sedangkan untuk promosi di online shop, hampir mirip dengan marketplace karena pengguna tidak mempunyai kendali penuh. Pengguna tinggal mengeluarkan uang sesuai budget yang tersedia dan manfaatkan Facebook Ads atau Instagram Ads. Kemudian menunggu fitur tersebut untuk menjangkau target pasar yang diinginkan. Promosi menggunakan fitur ini sangat bergantung dengan seberapa banyak budget yang disediakan. Kebebasan yang ada dalam promosi website ecommerce membuat potensi marketingnya tak terbatas. Sehingga jika dilakukan dengan benar, penjualan di website ecommerce bisa jauh melebihi di marketplace dan online shop.

  1. Persaingan

Perbedaan marketplace dan online shop dari segi persaingan juga hampir mirip, karena persaingannya sama-sama keras. Dimana, ada toko lain yang juga menawarkan barang yang sama dengan yang dijual di satu platform, bahkan ada ratusan penjual yang menjual barang yang sama. Maka harus bisa bersaing dengan harga, kualitas keamanan packing, hingga kecepatan pengiriman. Persaingan yang sangat ketat ini akan mengakibatkan susah dalam mendapatkan pembeli karena banyaknya pilihan bagi calon konsumen. Sedangkan di website ecommerce, tak ada persaingan yang terjadi di satu website. Justru persaingan di sini terjadi dengan sesama website ecommerce lainnya untuk mendapatkan ranking pertama di hasil pencarian. Jadi, jika menjual barang tertentu yang membutuhkan brand awaraness tinggi, website ecommerce menjadi tempat yang lebih strategis. Barang yang membutuhkan awareness tinggi bisa dengan mudah tenggelam di marketplace dan toko online, karena ketatnya persaingan serta terbatasnya cara untuk meningkatkan brand awaraness. Sementara di website ecommerce, ada banyak cara untuk meningkatkan brand awaraness agar barang jualan bisa menjangkau banyak orang.

  1. Jumlah Penjualan

Di marketplace dan online shop, margin dari tiap penjualan akan lebih rendah apabila dibandingkan dengan penjualan di website ecommerce, karena ketatnya persaingan yang terjadi, sehingga dipaksa menurunkan harga untuk bisa bersaing. Maka, jumlah penjualan yang harus dicatat di marketplace dan online shop harus sangat tinggi untuk bisa mendapatkan keuntungan yang memuaskan. Sementara dengan ecommerce milik sendiri, tak perlu susah menjual banyak barang untuk mendapatkan keuntungan. Karena margin yang diperoleh dari tiap produk yang terjual bisa jauh melebihi marketplace/online shop, karena persaingan tidak terlalu ketat. Apalagi, jika produk memang berkualitas dan tak dijual di manapun.

  1. Kesetiaan Konsumen

Seperti promosi, penjual tak punya banyak pilihan untuk menjaga dan meningkatkan kesetiaan konsumen di marketplace dan online shop. Apalagi melihat ketatnya persaingan, kesetiaan konsumen bisa goyah apabila pesaing menawarkan diskon atau gratis ongkir. Di sisi lain, website ecommerce mempunyai kemungkinan untuk meningkatkan kesetiaan pelanggan dengan menerapkan strategi customer retention, dimana strategi ini cukup penting. Karena, mempertahankan pelanggan lama akan lebih mudah dan menguntungkan ketimbang mencari pelanggan baru. Strategi menjaga kesetiaan konsumen atau customer retention itu bisa diterapkan di website ecommerce milik sendiri, agar bisa lebih tenang karena konsumen tak mudah lari ke toko sebelah.

Baca juga : Memahami Strategi Marketing Funnel untuk Bisnis

  1. Kepercayaan

Untuk masalah kepercayaan bagi penjual baru, marketplace masih lebih baik daripada website ecommerce milik sendiri. Apalagi jika marketplace tersebut merupakan marketplace besar yang sudah mempunyai reputasi baik. Untuk penjual yang baru saja membuat website ecommerce, membangun kepercayaan akan membutuhkan waktu yang lumayan panjang. Pengguna juga harus fokus dan serius dalam menerapkan strateginya untuk membangun kepercayaan konsumen melalui website, misal dengan live chat dan menampilkan testimoni. Bagi online shop baru yang benar-benar memulai dari nol, kadang rasa kepercayaan bisa lebih lama dibangun daripada website ecommerce sekalipun. Karena rasa kepercayaan dilihat dari konten-konten akun tersebut, testimoni konsumen, hingga seberapa aktif penjual berinteraksi dengan follower. Namun, jika membuka online shop di akun pribadi yang sudah memiliki jumlah follower banyak, kepercayaan bisa dibangun dengan sangat cepat. Berlaku juga apabila membuat akun baru khusus untuk berjualan, tapi selalu aktif dipromosikan di akun pribadi. Karena kepercayaan penjual sudah terbangun dari reputasi akun pribadi tersebut.

  1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang lengkap mengenai bisnis hanya bisa dilakukan di website ecommerce saja. Untuk mengetahui demografi audiens, perilaku pengunjung, engagement, hingga sumber trafik website bisa menggunakan tools seperti Google Analytics. Sehingga bisa melihat dan mengumpulkan berbagai data yang dibutuhkan. Data bagi bisnis adalah salah satu hal penting yang harus selalu dipantau. Dan dari pengumpulan data, bisa melihat performa bisnis secara keseluruhan, sehingga data  bisa digunakan untuk membuat strategi marketing pemasaran yang menyeluruh. Pada marketplace atau online shop juga memberikan fitur analis data. Namun, hasilnya tidak selengkap website ecommerce milik sendiri. Maka dengan website ecommerce, bisa memanfaatkan banyak marketing tools yang bisa memberikan berbagai data dari berbagai aspek bisnis dengan mendalam.

Baca juga : SEO Tools Terbaik dan Gratis untuk Reset Keyword

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂