Search
Close this search box.

Perbedaan HTTP dan HTTPS yang Wajib Kamu Ketahui!

Perbedaan HTTP dan HTTPS adalah hal yang harus Kamu tahu karena sangat mempengaruhi keamanan website.

Keduanya memang sama- sama protokol alterasi informasi. Tetapi, tingkat keamanan serta performa SEO yang dihasilkan web dengan aturan HTTP dan HTTPS berbeda.

Memangnya, apa perbedaan HTTP dan HTTPS? Apa fungsi HTTPS? Kemudian, bagaimana metode kegiatan HTTPS sehingga dianggap lebih aman?

Yuk, ikuti selengkapnya di artikel ini!

Apa Perbedaan HTTP dan HTTPS?

Hypertext Transfer Protocol atau HTTP merupakan suatu aturan yang bekerja untuk mengirimkan data dari website server ke browser. Dengan kata lain, HTTP- lah yang mengatur jalannya cara untuk menampilkan web.

Namun, masalah utama dari penggunaan HTTP adalah keamanan. Karena, data bisa diintip oleh pihak lain saat pertukaran data terjadi.

HTTPS merupakan tipe HTTP yang lebih aman; S mewakili kata Secure. HTTPS sudah menggunakan sistem enkripsi ataupun pengacakan informasi, sehingga sulit diretas oleh pihak lain.

Penggunaan HTTPS sangat dianjurkan, terlebih untuk website yang menyimpan informasi pelanggan seperti toko online ataupun web membership.

Ketika web sudah menerapkan HTTPS, pada URL akan diawali https://, seperti website Niagahoster ini:

Lebih jauh, perbedaan HTTP dan HTTPS merupakan pada:

1. Penggunaan Port

Perbedaan HTTP dan HTTPS pertama adalah dari penggunaan port untuk mengirim serta menerima informasi.

HTTP menggunakan port 80, dimana komunikasi informasi masih memakai teks biasa, sehingga rentan diretas.

Sedangkan, HTTPS memakai port 443 yang lebih nyaman di mana tiap komunikasi ataupun memindahkan informasi terenkripsi, alhasil tidak gampang dibaca pihak lain.

2. Penggunaan SSL

HTTP merupakan aturan yang belum memanfaatkan sertifikat keamanan SSL. Sebaliknya, HTTPS telah memakai SSL atau TLS( Transport Layer Secure) buat enkripsi informasi.

Dengan SSL aktif pada HTTPS, ketika browser meminta data dari website server, pesan akan diacak. Dengan begitu, hanya bisa terbaca dengan baik oleh web yang memiliki kunci enkripsi yang ditentukan.

Adanya SSL pada sebuah web ditandai oleh icon gembok hijau pada URL bar di browser.

3. Keamanan Data

HTTPS menggunakan 3 metode keamanan informasi ialah autentikasi server, enkripsi informasi, serta integritas informasi.

Hal ini tidak ditemukan pada aturan HTTP.

Inilah perbedaan HTTP dan HTTPS yang paling terlihat.

Selanjutnya, enkripsi data dicoba untuk menjaga dari pencurian serta penyadapan selama memindahkan informasi lagi berjalan.

Autentikasi server bisa memastikan pengguna melakukan komunikasi dengan situs yang betul. Sehingga, HTTPS dapat menghindari serangan man- in- the- middle atau penyusup saat pertukaran informasi terjadi.

Terakhir, integritas informasi dibutuhkan supaya memindahkan dapat dicoba. Perihal ini terjalin sebab informasi yang dikirim hendak dibungkus oleh aturan, alhasil tidak bisa diganti.

HTTPS mempunyai keamanan yang lebih besar. Nah, sesungguhnya bagaimana metode kegiatan HTTPS? Ayo ke ulasan berikutnya.

Bagaimana Cara Kerja HTTPS?

Saat ada permintaan akses ke sebuah web, browser hendak mengecek terlebih dulu apakah web itu tersambung dengan sertifikat SSL atau TLS ataupun tidak.( Hal ini tidak terjadi pada koneksi dengan HTTP).

Jika web itu memiliki sertifikat SSL, akan terjadi proses SSL handshake terkait enkripsi serta dekripsi informasi antara server serta klien.

Nah, jika sertifikat SSL valid, maka session key akan dibuat oleh server dan client. Itu maksudnya komunikasi informasi yang nyaman dapat dicoba. Pada browser pula hendak timbul penanda kunci gembok hijau di bagian URL web.

Dengan begitu, proses browsing di web itu telah tervalidasi keamanannya. Ingin informasi web Kamu pula aman?

Apa Fungsi HTTPS?

Setidaknya terdapat 3 fungsi utama HTTPS yang perlu Kamu tahu, ialah:

1. Meningkatkan Keamanan Website

HTTPS menggunakan sistem enkripsi, dimana data akan diacak alhasil susah buat diretas, menjauhi perampokan informasi, atau salah kirim informasi.

2. Menambah Kredibilitas Website

Website akan menggunakan URL dengan awalan https:// dan browser akan menunjukkan ikon gembok hijau pada web tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa semua cara memindahkan informasi di web itu menemukan perlindungan tambahan.

3. Memberi Dampak Positif untuk SEO

Algoritma Google menentukan bahwa hanya website dengan perlindungan SSL yang direkomendasikan muncul di hasil pencarian.

Dengan begitu, jika web Kamu mau lebih gampang ditemui, memakai aturan HTTP bukan lagi opsi.

Untuk memastikan, coba ketikkan kata kunci tertentu di hasil pencarian. Misalnya“ cara membuat dalgona coffee”. Apakah masih ada web tanpa HTTPS di sana? Tentu tidak,ya?

semua website di peringkat teratas telah menggunakan https

Bagaimana Cara Memasang HTTPS Pada Website Kamu?

Untuk membuat web memakai aturan HTTPS, Kamu butuh mengaktifkan dahulu akta SSL. Gimana triknya?

Kamu dapat akses cPanel serta seleksi menu SSL/ TLS Status pada bagian Security. Kemudian di halaman SSL/ TLS Status, klik tombol Run AutoSSL.

cara mudah mengaktifkan https

Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi AutoSSL berhasil dan terdapat keterangan Domain Validated.

Website Masih Gunakan HTTP yang Tidak Aman? Saatnya Beralih ke HTTPS!

Apapun tipe web yang Kamu punya, menggunakan HTTPS merupakan hal yang wajib. Untungnya beralih ke aturan HTTPS itu mudah, Kamu cukup mengaktifkan sertifikat SSL di web.

Beruntung untuk Kamu pengguna Niagahoster karena dapat memperoleh SSL gratis selamanya untuk semua layanan hosting!

SSL gratis yang diberikan Niagahoster adalah AutoSSL dari Sectigo yang telah dilengkapi dengan sistem perpanjangan otomatis. Jadi, tidak perlu repot untuk memperpanjang ketika status sertifikat expired.

Itupun masih ditambah dengan dukungan teknologi terbaru HTTP atau 3 yang akan membantu kecepatan web Kamu.

Nah, jika Kamu mau proteksi tambahan dari SSL berbayar, Niagahoster juga menyediakan Comodo SSL hanya dengan Rp115. 000 saja per tahun! Cukup terjangkau, kan?

Postingan Terkait