Search
Close this search box.
Pengertian Omzet Penjualan cara meningkatkannya

Pengertian Omzet Penjualan dan Cara Meningkatkannya

Omzet adalah nyawa sebuah bisnis, dimana omzet memiliki peran penting dalam perkembangan sebuah usaha atau bisnis. Maka dalam membicarakan omzet tentu saja akan berkaitan dengan penjualan. Jika seorang pengusaha mengingingkan omzet meningkat, tentu saja strategi penjualannya pun harus semakin gencar, lebih bervariatif dan kreatif.

Baca juga : Peluang Bisnis Jasa Pembayaran Online PPOB dan Cara Memulainya

Pengertian Omzet

Omzet atau yang sering juga dieja sebagai ‘omset’ merupakan hasil penjualan perusahaan dalam periode tertentu. Penjualan yang dimaksud mengacu pada total pendapatan perusahaan sebelum dikurangi biaya-biaya apapun, termasuk biaya kebutuhan operasional. Maka Omzet adalah uang yang didapatkan perusahaan dari hasil keseluruhan penjualan dalam kurun waktu tertentu. Singkatnya, omzet sama dengan pendapatan kotor, karena omzet mencakup seluruh hasil penjualan tanpa mengurangi modal. Pengertian tersebut didapat dari kesimpulan pengertian omzet oleh para ahli berikut ini:

  • Omset Menurut Chaniago (1998), Omzet penjualan adalah keseluruhan pendapatan yang didapat dari hasil penjualan suatu barang atau jasa dalam kurun waktu tertentu.
  • Omset menurut Swastha (1993), Omzet penjualan adalah akumulasi dari kegiatan penjualan suatu produk barang dan jasa yang dihitung secara keseluruhan selama kurun waktu tertentu secara terus-menerus atau dalam satu proses akuntansi. Karena sifatnya pendapatan kotor, besaran omzet yang didapat oleh perusahaan tidak bisa dijadikan sebagai alat ukur kesuksesan perusahaan.

Baca juga : Layanan Payment Gateway Terbaik yang Bisa Digunakan Di Indonesia

Tantangan dalam Meningkatkan Omzet

Dalam sebuah usaha, diperlukan strategi untuk perkembangan bisnis. Penting sekali menyusun strategi dengan kemungkinan keberhasilan (success probability) paling besar dalam meningkatkan omzet penjualan. Berhasilnya sebuah bisnis dapat dilihat berdasarkan tingginya penjualan. Dengan cara yang tepat, bisnis akan memperoleh hasil yang maksimal atas investasi yang ditanam. Angka-angka penjualan adalah realitas bisnis yang mencerminkan ukuran besar tidaknya bisnis, dan seberapa besar keuntungan yang terkandung di dalamnya. Kegagalan bisa saja terjadi dalam bentuk kehilangan modal yang ditanam, kehilangan waktu dalam meraih peluang yang berlalu dan tidak pernah kembali, atau juga karena penjualan yang rendah. Apapun yang menjadi alasan, tanpa angka penjualan yang besar dan seimbang dengan modal yang ditanam, tidak akan menjamin keberlangsungan sebuah bisnis.

Baca juga : Pengertian Payment Gateway, Manfaat dan Cara Kerjanya

Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Omzet Penjualan

  1. Kualitas dan Inovasi dari Produk yang Dijual

Dengan memiliki produk yang berkualitas dan disertai strategi pemasaran yang handal, maka bisa dipastikan konsumen akan datang dengan sendirinya. Kualitas produk adalah salah satu syarat utama untuk meningkatkan tingkat penjualannya. Dengan produk yang berkualitas, penjual tidak perlu menunggu waktu lama untuk mendapatkan banyak customer. Saat satu customer puas dengan kualitas produk tersebut, dia tidak akan segan-segan mempromosikannya dengan orang lain. Daripada membuang uang untuk melakukan promosi, biarkanlah pelanggan yang melakukannya secara otomatis. Selama mereka diperlakukan dengan baik, mereka tidak akan sungkan untuk merekomendasikan bisnis ke keluarga atau kerabat mereka. Bisnis dengan produk yang sama di pasaran tidak akan tercapai maksimal jika hanya mengandalkan produk lama tanpa mengubah nilai dari produk tersebut. Inovasi sangat diperlukan bagi kelancaran usaha sekalipun memiliki modal yang cukup besar. Inovasi dalam bisnis mutlak diperlukan agar dapat bersaing dengan kompetitor, namun tidak harus dilakukan untuk mengubah produk lama secara keseluruhan. Inovasi merupakan suatu cara untuk membuat suatu produk baru dengan metode baru atau dengan desain baru yang lebih baik dari produk lama yang pernah dipasarkan. Inovasi juga bisa disebabkan karena permintaan pasar yang ingin mendapatkan barang baru dengan fungsi yang berbeda. Barang atau produk yang lama memang laku di pasaran namun konsumen menginginkan produk baru yang juga sama menariknya dengan produk lama. Kedua produk itu nantinya bisa memuaskan kebutuhan konsumen sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan toko.

  1. Pelayanan Terbaik bagi Konsumen

Memberikan kesan yang baik bagi konsumen adalah hal yang sangat penting. Kesan yang baik dapat membuat konsumen kembali membeli produk di tempat yang sama. Maka, untuk pelayanan ini akan sangat diperlukan sifat keramahan dan pendekatan terhadap konsumen. Semua custumer pada dasarnya adalah sama, mereka sama-sama membeli produk karena didorong oleh suatu kebutuhan atau keinginan yang harus dipenuhi. Berapapun uang yang dikeluarkan, berapapun produk yang dibeli, mereka mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Jika mereka dikecewakan, mereka tidak akan sungkan-sungkan untuk menjelekan toko dan bisnis tersebut di depan banyak orang.

Baca juga : Pengertian Word of Mouth, Keunggulan dan Strategi Menjalankannya

  1. Memberikan Diskon atau Promo Khusus

Berikan diskon dan penawaran khusus untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Konsumen juga bisa merasakan usaha penjual dalam memberikan loyalitas pada konsumen. Pada prinsipnya penawaran khusus diberikan agar konsumen bisa lebih cepat membayar, dengan begitu keuntungan juga bisa didapat dengan cepat. Misal, dengan membuat paket produk untuk membuat customer melakukan pembelian produk dalam jumlah besar, karena customers akan membeli produk lebih dari satu produk, seperti paket bundling, paket hemat, paket premium ataupun paket saat periode tertentu (hari besar dan hari istimewa). Sehingga omzet penjualan yang didapat lebih dari satu jenis produk dan customer pun mendapatkan variasi produk.

  1. Menambah Outlet sebagai Target Market baru

Dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha, diperlukan pemasaran yang lebih intensif. Salah satunya dengan pembukaan outlet baru. Dengan adanya outlet baru, bisa membantu untuk kemajuan dan perkembangan target omset penjualan yang diinginkan, sehingga penjualan semakin meningkat. Dimana memungkinan customer untuk dapat membeli produk yang lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya. Tujuan utama dalam menambah outlet yaitu meningkatkan layanan kepada customer serta salah satu strategi bisnis untuk meningkatkan jumlah customer baru di berbagai daerah. Lihat apakah suatu segmen potensial memiliki karakteristik yang secara umum dalam menarik seperti ukuran, pertumbuhan, profitabilitas, skala ekonomi, resiko yang rendah dan lain-lain. Pastikan bahwa outlet baru memiliki segmen pasar yang dibidik dan akan cukup menguntungkan bisnis. Kemudian evaluasi beragam segmen tersebut untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target pasar. Lalu, pertimbangkan apakah berinvestasi disuatu daerah dapat memberikan keuntungan dan menghindari kerugian.

  1. Menentukan Target, Melakukan Evaluasi dan Merumuskan Strategi

Perusahaan harus menentukan target penjualan bulanan, kemudian hitung berapa omzet yang didapat jika target tercapai. Target bisa ditentukan secara keseluruhan atau dibagi lagi menjadi target penjulan per jenis barang. Setelah satu periode atau satu bulan terlewati, maka lakukan evaluasi untuk melihat berapa persen target yang bisa dicapai dan apa faktor yang mendorong tercapainya target itu. Langka ini harus dilakukan dengan konsisten agar hasil yang diinginkan tercapai. Trial dan error dalam menjalankan bisnis adalah hal yang biasa. Kebiasaan ini akan membawa banyak pengalaman dan membuat pelaku bisnis berusaha lebih baik lagi dari bulan ke bulan. Kemudian setelah selesai evaluasi, waktunya menyusun strategi baru agar target bulan selanjutnya bisa tercapai. Susun rencana-rencana baru atau mengulang rencana bulan lalu yang sukses mencapai target omzet.

Baca juga : Pengertian LiteSpeed Web Server dan Keunggulannya

Cara Menghitung Omzet Penjualan Toko

Cara menghitung omzet bisa dilakukan dengan cara sederhana, melalui rumus berikut:

Omzet = Jumlah Produk x Harga Jual

Contoh kasus menghitung omzet di toko penjual HP Abadi. Misal, satu buah HP dibanderol seharga Rp3.000.000. Dalam satu bulan, Toko HP Abadi bisa menjual 20 hijab. Dengan demikian, omzet Toko HP Abadi dalam satu bulan adalah sebagai berikut:

Omset= 20 HP x Rp3.000.000 = Rp60.000.000

Ketika Toko HP Abadi memiliki berbagai jenis Type Hp dengan harga yang berbeda, maka cara perhitungan akan berbeda. Rumus yang digunakan adalah:

Omzet = (produk A x harga jual) + (produk b x harga jual) + …[produk Z x harga Z]

Contoh perhitungan omzet Toko Hijab XYZ.

Toko HP Abadi memiliki tiga Type HP pada bulan November, dengan daftar harga sebagai berikut:

  • Samsung Galaxy M52 5G Rp5.300.000
  • Samsung Galaxy M22 Rp2.800.000
  • Samsung Galaxy A12 Rp2.500.000

Dalam satu bulan, Samsung Galaxy M52 5G terjual sebanyak 4 pcs, Samsung Galaxy M22 terjual 7 pcs, sementara Samsung Galaxy A12 terjual sebanyak 9 pcs, maka cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

Omzet = (Rp5.300.000 x 4) + (Rp2.800.000 x 7) + (Rp2.500.000 x 9)

Omzet = Rp21.200.000 + Rp19.600.000 + Rp22.500.000

Omzet = Rp63.300.000

Jika produk yang dijual sangat variatif, maka gunakan bantuan Excel untuk menyimpan data dan menghitung omzet.

Baca juga : Pengertian LiteSpeed Web Server dan Keunggulannya

Sistem Kerjasama

Sistem kerjasama dengan pembagian hasil kerja dapat dibedakan menjadi 2 seperti revenue sharing atau omset sharing dan profit sharing.

  1. Revenue sharing, merupakan bentuk kerjasama dengan menggunakan perhitungan pembagian keuntungan yang didasari oleh penjualan pada suatu periode tertentu dan berlangsung tanpa dikurangi beban-beban yang menyangkut di dalamnya.
  2. Profit sharing, merupakan bentuk kerjasama dengan menggunakan perhitungan pembagian keuntungan didasari perhitungan pendapatan dikurangi beban-beban.

Berdasarkan Jenisnya ada tiga jenis pengelompokan profit, yaitu :

  1. Gross Profit (Laba Kotor), adalah salah satu jenis profit yang didapat dengan mengurangi pendapatan selama satu periode dengan HPP.
  2. Operating Profit (Laba Operasional), adalah laba yang didapat dari pengurangan laba kotor dengan biaya operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Biaya operasi biasanya adalah biaya administrasi dan biaya lainnya yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan operasinya sehari-hari.
  3. Net Profit (Laba Bersih), Laba bersih diketahui dari cara mengurangi laba operasional dengan pajak ataupun bunga yang dibebankan kepada perusahaan.

Baca juga : Meningkatkan Kinerja Situs Web dengan LiteSpeed

Perbedaan Omset dan Profit

Ternyata, omset dan profit adalah dua hal yang berbeda meskipun keduanya sama-sama memiliki arti yaitu pendapatan dari hasil penjualan. Berikut perbedaan keduanya:

  1. Omzetadalah pendapatan kotor yang didapat dari hasil penjualan tanpa menguranginya dengan modal. Sementara profit adalah pendapatan bersih.
  2. Profitadalah nilai jual produk yang telah dikurangi oleh modal atau biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang tersebut. Termasuk di dalam modal adalah ongkos produksi, biaya pengiriman, biaya pemasaran, biaya pengemasan, hingga gaji karyawan.

Sehingga dapat dilihat perbedaannya, profit menunjukkan keuntungan sebenarnya yang didapat oleh perusahaan, sementara omzet hanyalah hasil pejualan. Profit bisa dianggap sebagai tolak ukur kesuksesan perusahaan, sedangkan omzet tidak.

Baca juga : Big Data : Pengertian, sejarah, karakteristik, manfaat dan konsep

Posisi Dalam Neraca Keuangan

Dalam neraca keuangan omset tidak dapat dikatakan sebagai uang murni dikarenakan adanya penjualan yang dilakukan secara kredit atau dikenal dengan istilah piutang dagang, yang merupakan bagian dari omset agar perusahaan dapat mengetahui berapa banyak produk yang laku dijual dipasaran. Omset dapat dikatakan sebagai pendapatan kotor. Berbeda dengan profit dalam neraca keuangan, yang merupakan pendapatan dari hasil keuntungan perusahaan dalam suatu periode. Profit ditempatkan di posisi paling bawah dalam neraca keuangan. Hasil profit sudah dikurangi oleh biaya produksi dan biaya lain-lain yang berkaitan dengan proses produksi.

Berdasarkan Rumus Perhitungannya:

Omset = Harga Jual x Kuantitas Jual

Misal, sebuah perusahaan menjual 1000 pcs produk hijab seharga 25.000, maka omset didapatkan adalah 25.000 x 1.000 = Rp. 25.000.000 (25 juta).

Profit = Omset (harga jual x jumlah produk) – Biaya Produksi

Dari contoh diatas, dapat diketahui bahwa biaya produksi pembuatan hijab senilai Rp. 15.000.000 (30 juta). Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan menghasilkan laba sebesar Rp. 25.000.000 – Rp. 15.000.000 = Rp. 10.000.000.-

Fungsi & Manfaat Omset

Omset memiliki fungsi dan manfaat untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menjual suatu produk pada suatu periode. Dengan perhitungan omset yang tepat, perusahaan dapat menentukan strategi pemasaran yang baik untuk meningkatkan penjualan. Sedangkan, profit memiliki fungsi dan manfaat sebagai acuan perusahaan untuk menghasilkan laba atau keuntungan. Maka, omset dan profit adalah hal yang perlu dicapai semaksimal mungkin. Namun, harus tetap menyesuaikan target dari omset dan profit sesuai dengan jenis usaha yang sedang dijalankan dan target market dari barang yang diproduksi.

Baca juga : Manfaat dan Contoh Analisis SWOT Untuk Bisnis Online

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂

Postingan Terkait