Search
Close this search box.
Pengertian GitHub

Pengertian GitHub, Fungsi dan Cara Menggunakannya

Sejak munculnya pandemi COVID-19, semua kegiatan yang sifatnya konvensional harus dilaksanakan melalui pembatasan dengan protokol kesehatan yang cukup ketat. Sehingga, solusi untuk setiap programmer di berbagai daerah agar tetap produktif adalah dengan melaksanakan WFH (Work From Home). Dan salah satu platform yang dapat menunjang untuk kolaborasi antar developer adalah Github. Github merupakan salah satu platform yang sangat familiar bagi kalangan developer di seluruh dunia, dan salah satu platform wajib bagi developer karena menawarkan kemudahan untuk mengelola kode pada project. Platform ini cukup populer dengan lebih dari 56 juta pengguna dari seluruh dunia.

Sebelum menggunakan GitHub, pelajari dan pahami dahulu tentang apa itu GitHub dan kegunaannya, dan agar lebih mudah mengelola kode project serta memanfaatkan semua fiturnya dengan baik. Saat ini, GitHub menjadi trend dikalangan para developer, karena fungsinya yang dapat memudahkan pekerjaan. Kemudahan tersebut menjadi layanan utama dari produk ini. Menariknya dari platform ini adalah, pengguna bisa posting hasil project/repo/source code agar dapat dilihat oleh pengguna lain. Melalui postingan tersebut, maka bisa mendapatkan like, saran, dan bahkan juga bisa memodifikasinya.

Baca juga : Rencana Bisnis di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Pengertian GitHub

Pengertian Github

GitHub adalah website yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola kode suatu project. Pengguna dapat membuat atau mengupload kode ke server GitHub, kemudian melakukan coding secara online. Hal ini dimungkinkan karena GitHub dibangun atas dua sistem utama, yaitu version control dan Git. Version control adalah sistem yang mencatat semua perubahan kode pada project. Sistem ini penting agar pengguna dapat melihat semua riwayat perubahan kode. Sedangkan, Git adalah sebuah distributed version control yang membuat riwayat perubahan kode bisa diakses oleh semua orang di dalam project. Bukan hanya pencipta kodenya saja seperti di version control biasa. Sebenarnya, Git hanya bisa digunakan melalui command line sehingga kurang ramah untuk pemula. Namun, dengan GitHub, pengguna bisa menggunakan Git melalui user interface (UI) yang mudah dipahami. GitHub sendiri mendukung cukup banyak bahasa pemrograman populer seperti C++, Java, PHP, dan Python. GitHub juga bisa digunakan secara gratis untuk membuat unlimited project. Namun, untuk mendapatkan fitur tambahan seperti keamanan yang lebih baik dan support langsung dari tim GitHub, tersedia juga versi berbayar dengan harga mulai dari $4 per orang/bulan.

Baca juga : Memilih Metode Pembayaran Terbaik untuk Bisnis

Fungsi GitHub

GitHub adalah platform khusus developer yang dibuat karena terinspirasi dari cara bekerja para programmer. Dari open source ke bisnis, bisa meng-host dan meninjau sebuah kode, mengelola project, dan membangun perangkat lunak bersama 56 juta lebih pengguna di seluruh dunia. Singkatnya, GitHub merupakan manajemen project, sistem versioning code, sekaligus platform jaringan sosial bagi para developer seluruh dunia. Banyak sekali fungsi yang bisa digunakan oleh para developer, sehingga melalui platform ini memudahkan developer dalam mengembangkan sebuah karya. GitHub sendiri memiliki versi induknya, yaitu “git”. Git sendiri adalah sebuah software VCS (Version Controlled System) yang dilakukan secara offline. Berikut beberapa Fungsi GitHub:

Baca juga : Cara Aman Saat Melakukan Transaksi Online 

  1. Memudahkan Kolaborasi Pengerjaan Project

Dengan distributed version control, semua developer atau anggota tim bisa mengakses dan mengelola kode di satu tempat. Misal, melakukan review code bersama, diskusi perbaikan bug, dan sebagainya. GitHub juga menyediakan fitur project manajemen berbentuk papan kanban layaknya Trello. Fitur ini akan sangat berguna bagi yang mempunyai banyak project. Karena lebih mudah menentukan prioritas kerja, mengatur workflow, hingga melihat progress project.

  1. Mencegah Perubahan Kode yang Bisa Merusak Kode Asli

Dengan fitur Branch, pengguna bisa membuat “cabang” dari kode utama project. Sehingga, dapat melakukan perubahan pada kode tersebut tanpa berefek langsung pada kode utama. Sangat berguna jika ingin memperbaiki bug atau mencoba menambahkan fitur baru. Setelah yakin perubahan tersebut berhasil, maka bisa langsung menggabungkan branch tersebut ke kode utama.

  1. Sebagai Portofolio Bagi Developer

Di GitHub, dapat mengatur project atau kode yang dikerjakan untuk ditampilkan secara publik. Hal ini akan menunjukkan kemampuan pengguna sebagai seorang profesional. Maka, calon klien atau perusahaan incaran bisa langsung melihat karya dan kontribusi pengguna ke berbagai project sesuai keahlian.

Baca juga : Perbedaan Internet Banking dengan Mobile Banking

Keuntungan Menggunakan Github

Selain menjadi wadah untuk melakukan kolaborasi antar programmer, Github juga memberikan berbagai kemudahan yang dapat dirasakan dari sisi pembuatan software. Setidaknya, terdapat tiga kelebihan yang dapat dimanfaatkan secara langsung saat menggunakan platform tersebut, yaitu sebagai berikut:

  1. Monitoring Setiap Perubahan yang Terjadi dalam Program

Keuntungan yang pertama berkaitan erat dengan penggunaan version control. Hal tersebut berguna untuk menjamin sistem keamanan, serta dilansir dari sumber situs The Balance Careers, Github mempunyai sistem changelog yang berfungsi untuk melihat setiap aktivitas atau perubahan di dalam program tersebut. Singkatnya, pengguna dapat menganalogikan dengan pemakaian Google Docs yang dikerjakan bersama tim. Sehingga, dapat lebih mudah untuk melihat siapa saja yang sedang melakukan perubahan pada berbagai kegiatan secara real-time.

  1. Sebagai Tempat untuk Kolaborasi dengan Tim

Umumnya untuk mengerjakan sebuah proyek yang membutuhkan kerja sama tim, maka diperlukan adanya tools atau teknologi khusus untuk membantu proses integrasi sistem menjadi lebih efektif. Maka Github hadir, menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Aplikasi ini sangat mampu untuk menunjang kebutuhan dalam kolaborasi antar tim atau divisi. Salah satu fitur yang sering dipakai adalah terkait permintaan review. Fitur ini banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam meminta saran atau masukan (feedback) kepada atasan maupun rekan kerja.

  1. Untuk Menunjang Portofolio Bisnis

Github sangat efisien untuk menjadi media pembuatan sebuah portofolio dalam memenuhi kebutuhan karier. Dimana, pengguna akan lebih mudah untuk mendokumentasikan setiap kegiatan yang berhubungan dengan pemrograman, keahlian dalam membuat kode program (source code), hingga pembuatan repository. Fitur Github Pages bertujuan untuk membuat halaman sendiri dan mampu diintegrasikan dengan akun Github, sehingga perlu untuk menuliskan alamat portofolio secara tepat.

Baca juga : Cara Menawarkan Produk untuk Meningkatkan Omset Penjualan

Istilah Penting dalam Github

  • Repo / Repository: Tempat atau folder untuk meletakkan project.
  • Commit: Fitur rekaman atau snapshot dari repository (menyimpan riwayat perubahan).
  • Checkout: Melakukan perpindahan ke dalam perubahan tertentu.
  • Hash: Penanda unik pada commit.
  • Merge: Menggabungkan dua komponen branch atau lebih.
  • Branch: Suatu cabang dari perubahan.
  • Remote: Sumber daya (resource) yang mempunyai repository.
  • Push: Mengirim commit menuju repository.
  • Pull: Mengambil sebuah commit dari repository.
  • Clone: Mengambil repository dari sebuah remote.

Baca juga : Manfaat Transaksi Online dan Transaksi yang Paling Banyak Dilakukan

Cara Menggunakan GitHub

  1. Buat Akun GitHub

Kunjungi website GitHub di www.github.com, lalu klik Sign Up untuk membuat akun baru.  Masukkan informasi yang dibutuhkan, seperti email, password, hingga username. Jika ingin mendapatkan berita GitHub terbaru masuk ke email, ketikan y. Namun jika tidak, ketikkan n. Selanjutnya, kerjakan puzzle singkat atau Captcha sebagai langkah verifikasi. Lalu, klik Create Account. Kemudian, akan diminta memasukkan kode verifikasi yang dikirim ke email. Jadi, cek inbox atau spam pada email. Jika email GitHub belum masuk, klik Resend the code untuk mengirim ulang kodenya. Setelah memasukkan kode, bisa melakukan proses personalisasi akun. Jika tidak ingin melakukannya, klik Skip, dan pengguna akan diarahkan ke dashboard GitHub.

  1. Memulai Project Baru

Untuk memulai project baru di GitHub, buat terlebih dahulu repository. Caranya dengan mengklik tombol + di sebelah profil, lalu klik New Repository. Kemudian, pengguna diharuskan memasukkan detail informasi terkait repository tersebut. Berikut penjelasan masing-masing kolomnya:

  • Repository name (nama repository). Sebaiknya, gunakan nama yang sederhana dan mudah diingat. Misal, NewProject2021.
  • Description (deskripsi atau keterangan repository). Bisa mengisinya dengan tujuan membuat repository tersebut.
  • Jenis repository, tersedia dua pilihan yaitu Public dan Private. Public artinya orang lain bisa melihat repository. Sedangkan Private hanya pengguna yang bisa mengaksesnya, atur saja sesuai kebutuhan project. Jika sudah mengisi semua kolomnya, klik Create Repository.

Baca juga : Pengertian Omzet Penjualan dan Cara Meningkatkannya

  1. Buat File Kode

Langkah selanjutnya, bisa mulai membuat file kode sesuai kebutuhan project. Untuk membuat file baru, klik creating a new file. Kemudian, masukkan nama dan ekstensi file tersebut sesuai bahasa pemrograman yang digunakan. Misal, index.php jika menggunakan bahasa PHP. Lalu, pengguna bisa langsung melakukan coding pada kolom di bawahnya. Jika sudah selesai coding, klik Commit New File untuk menyimpan file tersebut di GitHub.

  1. Mengedit File Kode

Setelah file tersimpan, pengguna juga bisa mengubah kode di dalamnya. Caranya, dengan klik file yang akan diedit dan klik ikon pensil. Kemudian, jangan lupa memasukkan keterangan perubahan yang dilakukan pada kolom deskripsi di bawahnya. Lalu, pilih opsi Create a new branch for this commit and start a pull request untuk membuat branch baru kode ini. Berikan nama yang sederhana, misalnya Index.php-revisi. Lalu, klik Propose changes. Selanjutnya, klik Create pull request untuk melanjutkan proses perubahan. Dan, GitHub akan memberitahu apakah perubahan tersebut cocok dengan kode utama. Jika tak ada masalah, pengguna bisa langsung klik Merge pull request untuk menggabungkan perubahan tersebut ke kode utama.

  1. Kolaborasi dengan Developer atau Project Lain

Contoh sebelumnya adalah menggunakan repository privat/pribadi Anda. Maka jika ingin melakukan kolaborasi, baik itu kolaborasi dengan tim sendiri, maupun juga kolaborasi dengan developer suatu project open-source. Caranya, hanya tinggal mencari halaman GitHub project tersebut. Sebagai contoh, saat mencoba ikut kolaborasi ke WordPress. Lalu, klik Fork yang ada di kanan atas halaman project tersebut untuk menyalin repository ke akun GitHub.

Baca juga : Tanda Startup Sudah Tidak Bisa Lagi Disebut Sebagai Startup

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

Postingan Terkait