JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
Kernel-Based Virtual Machine (KVM)

Pengertian dan Keunggulan Virtualisasi KVM

Untuk yang sedang berkecimpung di dunia website terutama menggunakan layanan VPS mungkin mengetahui apa itu Sistem Virtualisasi KVM. Karena Virtualisasi KVM sangat penting diketahui khususnya bagi yang ingin memilih layanan VPS. Sebanyak 94% pengelola server ternyata menggunakan KVM dalam virtualisasinya. Virtualisasi server merupakan sebuah tindakan untuk menciptakan versi digital dari sebuah platform hardware komputer serta sumber daya jaringan. Saat ini, teknologi virtualisasi server yang paling banyak digunakan adalah KVM atau Kernel-Based Virtual Machine. Adanya virtualisasi ternyata sudah dimulai di era 1960, saat itu dipakai sebagai metode dalam membagi secara logis sumber daya sistem yang disediakan oleh komputer mainframe di berbagai aplikasi. Dengan kata lain, virtualisasi adalah teknik menyembunyikan karakteristik fisik dari sumber daya komputer dari bagaimana cara sistem lain, aplikasi atau user berinteraksi dengan sumber daya tersebut. Singkatnya, virtualisasi merupakan suatu teknologi yang membangun suatu sistem layaknya komputer yang bekerja dalam mesin virtual. Sontoh, saat memiliki satu komputer yang di dalamnya terdapat 1 OS utama (misalnya windows 10), kemudian di dalam OS tersebut terdapat beberapa mesin virtual (komputer) dengan berbagai sistem operasi (OS) di dalamnya, misalnya Ubuntu Linux, windows 8 dan sebagainya. Dan banyak orang menyebut hal tersebut sebagai komputer di dalam komputer. Maka, sama halnya dengan VPS, komputer yang menjadi komputer induk digunakan untuk membuat server sehingga mesin virtual yang ada di dalamnya disebut virtual server, yang akan berjalan pada server induk yang biasa disebut Node/Hypervisor. Dan pada bagian ini akan menemukan yang namanya virtualisasi KVM.

Baca juga : Tips Membuat Halaman Produk Untuk Menarik Minat Pembeli

Pengertian Kernel-Based Virtual Machine (KVM)

KVM adalah sebuah teknologi virtualisasi yang dikembangkan oleh Linux untuk membagi server fisik menjadi beberapa resource dedicated. Umumnya, KVM adalah sebuah mesin virtual yang berjalan di kernel sistem operasi Linux yang merupakan solusi dalam melakukan virtualisasi pada komputer Linux dengan perangkat tipe X86 (64-bit). Kernel-Based Virtual Machine diimplementasikan sebagai modul kernel loadable yang mengubah kernel linux menjadi bare metal hypervisor, agar KVM menjadi hypervisor dengan kinerja tinggi. Adapun produk yang dihasilkan dari penggunaan KVM sendiri adalah paket VPS (Virtual Private Server). KVM sendiri memiliki keunggulan dalam hal performa serta kemampuan upgrade kapasitas (skalabilitas) yang lebih baik ketika penggunana membutuhkan resource besar. Dan ketika ada lonjakan trafik, server bisa tetap stabil. Jika dibandingkan dengan virtualisasi lain seperti OpenVZ yang menggunakan shared kernel, KVM menggunakan kernel independen sehingga bisa leluasa dalam melakukan pengaturan. Adanya kernel independen membuat pengguna juga dapat memiliki 100% sumber daya dan RAM yang dedicated. Maka  performa KVM VPS dapat semakin tingg.

Prinsip Desain Utama Yang Diadopsi Oleh KVM

Kernel-Based Virtual Machine diimplementasikan sebagai modul kernel loadable yang mengubah kernel linux menjadi bare metal hypervisor. Maka, ada dua prinsip desain utama yang diadopsi oleh KVM. Tujuannya, agar KVM menjadi hypervisor dengan kinerja tinggi dan dapat melampaui open source hypervisor lainnya. Dua prinsip tersebut adalah;

  1. KVM didesain setelah munculnya teknologi virtualisasi yang dibantu perangkat keras (hardware assisted virtualization). Maka, KVM tidak perlu mengimplementasikan fitur yang sudah disediakan oleh perangkat keras. Tapi di sisi lain, KVM juga membutuhkan prosesor Intel VT-X atau AMD-V dan menggunakan fitur tersebut untuk virtualisasi CPU. Berhubung KVM ini memanfaatkan dukungan perangkat keras yang telah tersedia, maka KVM mampu merancang solusi hypervisor yang optimal tanpa memerlukan beban yang mendukung perangkat keras dan tidak perlu lagi modifikasi untuk mendukung sistem operasi guest.
  2. KVM menerapkan sebuah pepatah yang berbunyi “Don’t reinvent the wheel”, karena memiliki banyak komponen yang dibutuhkan oleh hypervisor agar KVM mempu memvirtualisasi CPU dan memori, seperti pengatur memori, penjadwal proses, I/O stack, device drivers, pengatur keamanan, network stack dan lain sebagainya. Faktanya, suatu hypervisor adalah operasi khusus. Hanya saja tujuan hypervisor berbeda dengan tujuan umum sistem operasi lainnya. Dimana hypervisor lebih menjalankan mesin virtual, bukan aplikasi-aplikasi, karena kernel linux sudah mencakup fitur inti yang diperlukan oleh hypervisor, dan linux telah menjadi platform skala enterprise yang stabil selama lebih dari 15 tahun. KVM dibangun berdasarkan kernel linux agar lebih efisien daripada menulis semua komponen yang dibutuhkan seperti pengatur memori dan penjadwalan dari awal.

Baca juga : Tips Membuat Halaman Produk Untuk Menarik Minat Pembeli

Keunggulan Teknologi Virtualisasi KVM

  1. Dapat Digunakan di Berbagai OS

VPS KVM memiliki lingkungannya sendiri yang terpisah dari kernel KVM, sehingga memungkinkan pengguna menggunakan sistem operasi yang dikuasai untuk konfigurasi, baik Linux atau Windows. Berbeda dengan teknologi virtualisasi lainnya, seperti OpenVZ yang hanya bisa dijalankan di OS Linux.

  1. Lebih Efisien

VPS KVM lebih disukai oleh teknisi maupun web developer, karena kinerja KVM dianggap lebih efisien. Dimana KVM berjalan di dalam kernel Linux, yang sudah memiliki fitur-fitur yang dibutuhkan hypervisor (server induk). Jadi, KVM tak perlu lagi untuk memodifikasi dan menulis semua komponen sistem operasinya lagi.

  1. Didukung RAM dan CPU Tersendiri

Teknologi KVM membuat Anda lebih leluasa karena konfigurasi CPU dan RAM nya menggunakan arsitektur tersendiri. Dimana Virtualisasi KVM memungkinkan pengguna memiliki RAM dan CPU sendiri. Artinya, pengguna lain tak bisa “nyomot” resource yang ada pada RAM dan CPU tersebut, dan begitupun sebaliknya. Karena, setiap server berdiri sendiri dalam sebuah kernel yang mampu membuat resource lebih besar dan dedicated. Jadi, performa website akan selalu stabil dan optimal.

  1. Sanggup Menampung Trafik Tinggi

Jika membutuhkan server hosting untuk mengakomodir kebutuhan website dengan traffic tinggi, maka VPS KVM layak dijadikan sebagai pilihan. Karena KVM VPS mampu menampung website dengan trafik yang sangat tinggi sekalipun. Dimana pengguna memiliki resource dedicated yang tak akan terpengaruh oleh kinerja website lain. Misal, trafik website lain dalam satu server fisik memiliki jumlah trafik yang membludak. Maka, lonjakan tersebut tak akan berpengaruh apa-apa pada website yang dikelola.

  1. Mampu Menghandle Website dengan Resource Tinggi

VPS dengan teknologi KVM juga bisa menjadi solusi menenangkan ketika pengguna mengelola website dengan kebutuhan resource yang tinggi. Misal, website toko online yang harus mengupload banyak gambar, menampung data pelanggan, transaksi dan lainnya. Seluruh resource yang dimiliki baik CPU, RAM, dan storage dijamin tetap dedicated sehingga website lebih stabil. Misal, memiliki server dengan CPU 1 Core dan RAM 1 GB. Pengguna VPS KVM lain tidak bisa menggunakan sumber daya server tersebut atau yang lainnya sehingga pemanfaatan server bisa semakin optimal. Meskipun pengguna lain menggunakan resourcenya secara maksimal, hal ini tidak akan mempengaruhi website tersebut.

Baca juga : Macam- Macam Sumber Penghasilan Blogger

  1. Tersedia di Berbagai Sistem Operasi dan Tersedia Data Center di Indonesia

KVM bisa dijalankan di berbagai jenis sistem operasi (OS). Jadi, pengguna bisa menggunakan Ubuntu, Debian, Centos atau OS lainnya yang dirasa sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kemudian data center KVM VPS ternyata juga terdapat di Indonesia. Artinya, jika target pengunjung website sebagian besar berada di Indonesia, akses website bisa lebih cepat.

  1. Tidak Dibatasi Oleh Node

VPS yang sudah menggunakan KVM juga tidak dibatasi oleh node. Dimana batasan node ini biasanya akan sangat mengganggu, ketika pengguna melakukan setup server karena bisa menyebabkan kegagalan proses kustomisasi. Maka dengan teknologi KVM, bisa bebas melakukan segala pengaturan tanpa perlu khawatir gagal.

  1. Sudah Menggunakan Remote VNC

Server yang sudah menggunakan KVM biasanya sudah memiliki fitur Remote VNC, yang berfungsi untuk melakukan kontrol jarak jauh selama perangkat terhubung dengan jaringan LAN (Local Area Network). Keunggulan ini bisa sangat membantu pengguna yang mempunyai kesibukan tinggi, karena server bisa dikontrol dari mana saja dan kapan saja.

Baca juga : Memahami Strategi Marketing Funnel untuk Bisnis

Kekurangan Teknologi Virtualisasi KVM

  1. Tidak Bisa Overselling

Overselling menjadi tantangan berikutnya yang harus dipertimbangkan ketika menggunakan teknologi KVM, karena harga yang ditawarkan oleh penyedia KVM akan lebih mahal sehingga cukup sulit untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Hal ini terjadi karena dengan KVM tidak bisa melakukan overselling. Namun, bagi yang ingin lebih memaksimalkan website tentu akan mempertimbangkan sehingga tidak bermasalah dengan harganya. Lain halnya bagi yang menggunakan virtualisasi KVM untuk urusan lain, maka harga yang ditawarkan sudah dianggap sangat mahal.

  1. Setup yang Cukup Merepotkan

Untuk lebih gampangnya, KVM memang sudah “berdiri” sendiri sehingga tidak akan menganggu VPS lain. Namun hal tersebut justru membuat orang-orang akan lebih sulit ketika masuk ke pengaturannya. Teknologi KVM yang masih belum terlalu populer otomatis membutuhkan skill ekstra jika ingin melakukan setup.

  1. Tidak Support On Demand

Salah satu kekurangan VPS KVM (Kernel-Based Virtual Machine) yang perlu sahabat Qwords pertimbangkan adalah adanya kustomisasi RAM dan CPU. Jika ingin mengganti komponen seperti CPU dan RAM maka mau tidak mau server harus offline selama masa penggantian. Tidak Support “On Demand”. Secara keseluruhan, memilih virtualisasi KVM sangatlah tepat. Namun, akan sangat merepotkan ketika pengguna akan melakukan upgrade. Karena akan berpotensi munculnya masalah saar ingin melakukan upgrade atau kustomisasi RAM, CPU atau ukuran hardisk. Maka, soliusinya VPS harus dimatikan dan direstart karena tidak bisa dalam keadaan hidup atau running. Fitur ini sangat disayangkan karena di era digital seperti sekarang sudah banyak teknologi yang mendukung “On Demand” sehingga user bisa melakukan upgrade sesuai kebutuhan.

Baca juga : Rekomendasi Bisnis Online Tanpa Modal di Masa Pandemi

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂