JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
optimasi SEO

Penerapan SEO dan Cara Memahami Penerapan SEO

Pemilik website bisnis harus memahami tentang apa itu SEO, cara kerja SEO, dan juga memahami cara menerapkannya. Optimasi SEO merupakan proses yang tidak bisa dilakukan satu kali saja. Mesin pencari selalu memperbarui algoritmanya untuk memberikan hasil pencarian terbaik. Gunakan pendekatan terbaru, agar optimasi SEO bisa bekerja semaksimal mungkin. Karena jika tidak, akan berakibat buruk pada peringkat website di hasil pencarian mesin pencari. Berikut dua kategori SEO, yaitu:

A. Onsite SEO

Onsite SEO merupakan cara untuk mengoptimasi website dari ‘dalam’. Optimasi ini berurusan dengan penyesuaian atau pengaturan elemen yang ada di website. Nantinya mesin pencari bisa melakukan crawl informasi dengan mudah. Contohnya:

  • URL yang terformat dengan baik
  • Tidak ada keyword stuffing atau usaha untuk memanipulasi peringkat web di mesin pencari Google
  • Alt Text gambar
  • Heading yang tepat (H1, H2, dll)

Hal yang perlu dilakukan ketika mengoptimalkan onsite SEO

1.Pencarian Kata Kunci (Keyword Research/Keyword Gathering)

Pilih kata kunci yang tepat untuk mendatangkan trafik organik dari konten yang diposting. Kata kunci adalah topik atau kata spesifik yang diketikkan oleh pengguna internet di mesin pencari. Pencarian kata kunci merupakan tindakan yang sangat penting, untuk membantu memahami kata kunci apa saja yang digunakan oleh pengguna dalam mengakses website. Pastikan kata kunci target ada di judul, heading, dan isi atau body konten.

2. Tinjauan Teknis

Untuk mempermudah cara kerja web crawler, lakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Kelola sitemap
  • Segera ganti atau update broken link (link rusak) yang ditemukan di website
  • Hindari kesalahan pengalihan/redirect
  • Perbaiki URL error

3. Optimasi

Pastikan website memiliki:

  • Struktur yang baik
  • Kemudahan navigasi
  • Konten yang relevan

Ketiga hal tersebut sangatlah penting. Struktur yang baik akan menginformasikan mesin pencari mengenai halaman website yang paling penting. Sedangkan kemudahan navigasi akan membuat pengunjung situs lebih betah dan ingin berlama-lama di web tersebut. Konten yang relevan juga akan mendatangkan lebih banyak trafik berkualitas.

4. User Experience

Ketika pengguna internet berkunjung ke situs website suatu bisnis, ‘Layanilah’ mereka dengan baik. Jika mereka ingin mencari tahu lebih tentang produk yang ada di website, tawarkanlah produk yang relevan atau sesuai dengan kebutuhannya. Pemilik situs dapat membuat kategori untuk memudahkan pencarian produk. Tambahkan pula informasi terperinci di setiap produk yang dipajang pada website, termasuk gambar-gambar yang relevan. Apabila pemilik situs berprofesi sebagai seorang blogger, kategori terkait konten akan memberikan kemudahan navigasi bagi para pengunjung situs. Atur juga layout atau tata letak tampilan website, karena tampilan website yang menarik akan mendatangkan pengunjung baru dan membuat mereka bertahan lebih lama. Yang paling penting adalah performa website. Maka, pastikan website memiliki kecepatan loading yang baik, berikanlah kemudahan bagi para user dalam menemukan dan menjelajahi website, apa pun kontennya.

Baca juga : Teknik SEO dalam Meningkatkan Peringkat dan Traffic Website

B. Offsite SEO

Offsite SEO tidak begitu teknis jika dibandingkan dengan Onsite SEO. Umumnya offsite SEO digunakan untuk mempromosikan website. Maka, penggunjung situs akan mengetahui bahwa website tersebut layak untuk dikunjungi.

Hal yang perlu dilakukan ketika mengoptimalkan offsite SEO

1. Content Marketing (Konten Pemasaran)

content marketing

Konten sangat penting bagi suatu website, dan karena itulah saat ini content marketing semakin sering digunakan. Content marketing menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk menaikkan peringkat website di hasil pencarian mesin pencari. Jika memiliki strategi content marketing yang baik dan terstruktur, maka dapat:

  • Mendatangkan pengunjung situs baru
  • Memengaruhi orang-orang untuk membeli produk
  • Memperbaiki reputasi bisnis
  • Menghemat biaya

2. Promosi

Jika website sudah mendapatkan banyak subscriber atau follower, maka selanjutnya fokuskan untuk membuat konten-konten yang bagus. Namun, jika ternyata website masih sepi pengunjung, lakukanlah promosi agar dapat mendatangkan lebih banyak pengunjung. Promosi juga akan membuat website lebih unggul dibandingkan dengan kompetitor. Semakin kreatif dan menarik promosi yang dilakukan, semakin mudah pula brand diingat. Untuk niche yang lebih kompetitif, strategi ini akan memberikan hasil yang signifikan.

3. Public Relation

Public relation akan membuat sebuah bisnis semakin dikenal. Meskipun mengeluarkan sejumlah biaya, Public Relation tetap penting untuk:

  • Membangun brand awareness
  • Memberikan informasi tambahan
  • Mengatur otoritas
  • Meningkatkan community relationship

Hubungan SEO dan Kecepatan Website

loading

Sudah sejak lama Google mengumumkan bahwa kecepatan loading menjadi faktor penentu peringkat suatu website di mesin pencari yang diakses melalui perangkat desktop. Pada tahun 2018, perusahaan ini memperluas penerapannya ke perangkat mobile. Tak heran banyak praktisi SEO dan pengguna internet lainnya yang membicarakan info terkini ini di separuh tahun 2018. Berikut hubungan antara SEO dengan Kecepatan Website:

1. Kecepatan Website untuk SEO, SERP, dan User Experience

Google ‘memaksa’ website untuk bisa loading lebih cepat agar user experience menjadi lebih baik. Apabila kecepatannya menurun, sistem pencarian Google akan memberikan penalti. Posisi halaman website pun akan semakin menurun dan trafik yang diperoleh juga semakin sedikit. Bisa mengeceknya sendiri dengan cara mengetik kata kunci apa pun di kolom pencarian browser. Website yang muncul di posisi teratas pasti memiliki kecepatan loading yang lebih baik dibanding yang berada di peringkat ke-10 halaman pertama mesin pencari atau halaman kedua, atau bahkan ketiga. Gunakan tool seperti GTmetrix untuk mengecek waktu yang dibutuhkan website untuk loading. Performa web erat kaitannya dengan user behaviour (perilaku pengunjung situs) dan SERP (Search Engine Result Page – Halaman Hasil Mesin Pencari). Kecepatan website tidak hanya berbicara soal angka yang digunakan algoritma pencarian Google untuk mengalkulasi peringkat halaman. Ada banyak hal yang memengaruhi SEO dari segi waktu loading.

Baca juga : Platform WooCommerce untuk Website Toko Online  

2. Fungsi dan Tujuan Google

Dalam memahami cara kerja Google itu sederhana saja, dengan mengetikkan satu atau kombinasi kata kunci di kolom pencari, maka beberapa saat kemudian Google akan menampilkan hasil pencarian yang paling relevan. Tujuan utama dari algoritma penelusuran adalah menampilkan hasil pencarian yang tak hanya sesuai dengan kata kunci yang diketik, tapi juga menjawab kebutuhan audiens. Biasanya yang dimunculkan di hasil pencarian teratas adalah website dengan pengalaman pengguna terbaik. Sedangkan website yang tidak bisa menjamin kenyamanan dan kepuasan pengguna akan diberi penalti oleh Google. Apabila website cenderung lambat, pengunjung akan memberikan respons negatif dan bounce rate meninggi. Google pun akan terus menganalisis aspek lain yang membuat suatu website memperoleh penalti, seperti konten yang tidak berkualitas dan desain dan navigasi yang justru memicu rasa tidak puas pengunjung.

3. Bounce Rate

Bounce rate yang tinggi menandakan ada yang salah pada website. Seringnya pengunjung memencet tombol Exit atau keluar dalam kurun waktu cepat seolah memberitahukan Google bahwa website tidak layak berada di hasil pencarian. Gambaran bounce/bouncing, yaitu seperti ini: Google menampilkan sejumlah halaman terkait kata kunci yang dicari. Lalu pengunjung mengklik link tersebut, tapi sesaat kemudian langsung ‘pergi’ tanpa berinteraksi lebih jauh.  Situasi seperti inilah yang dinamakan ‘bounce’. Bounce terjadi karena pengunjung tidak puas dengan website yang dibuka atau website tidak memiliki konten yang dicari. Secara default, persentase bounce di setiap website itu hampir sama. Bahkan di situs besar pun bounce rate-nya antara 25% dan 40%. Pemilik situs memang tidak bisa ‘memaksa’ pengunjung untuk berlama-lama berada di website. Namun, setidaknya pemilik tahu apa yang membuat bounce rate menjadi tinggi dan orang-orang tidak melakukan interaksi apa pun.

Jika website membutuhkan waktu dari satu detik menjadi tiga detik untuk dimuat dengan sempurna, bounce rate akan menyentuh angka 32%. Lalu dari yang tiga detik berubah ke enam detik, bounce ratenya menjadi 106% atau bahkan lebih tinggi. Jadi, semakin lama loading nya akan semakin tinggi persentasenya. Meskipun berisikan konten berkualitas dan layout menarik, website dengan loading yang lambat hanya akan memperparah bounce rate. Maka gambaran mengenai kemunculan website di sistem ranking Google sudah bisa didapatkan. Mesin pencari memang tidak tahu persis alasan di balik pengunjung situs yang keluar begitu saja hingga menimbulkan bounce rate. Namun, mesin pencari akan tahu jika halaman website tidak memenuhi ekspektasi atau tidak menjawab kebutuhan pengguna internet. Hal ini semakin menguatkan faktor tidak puasnya pengunjung ketika berkunjung ke website.

4. Durasi Kunjungan

Apabila pengunjung tidak menemui satu konten pun yang menarik perhatiannya, dan hanya sekadar melihat-lihat atau mungkin langsung keluar dari website. Bagi Google, aktivitas ini menunjukkan jika website masuk dalam kategori pencarian yang buruk. Dan mesin pencari akan memberikan penalti. Rand Fishkin dari Moz mencoba melakukan eksperimen ini di twitter. Yang melakukan manipulasi halaman web yang muncul di hasil pencarian, dengan meminta followersnya untuk ‘bounce’ dari satu halaman ke halaman lainnya dan bertahan di sana selama beberapa lama. Hasilnya, kecepatan website berdampak pada durasi kunjungan dan page view per pengunjung. Selain memberi kepuasan pada pengunjung, website yang cepat juga akan memperoleh lebih banyak trafik dan konversi.

5. Click-Through Rate

Hasil pencarian dikatakan baik apabila pengguna internet mengklik link situs yang ditampilkan mesin pencari. Biasanya pengguna tidak mengklik hanya satu link situs saja. Mereka cenderung menelusuri hasil pencarian sembari membuka beberapa link. Maka jika ada satu halaman web yang mendapatkan lebih banyak klik daripada web lainnya, halaman tersebut yang akan ditempatkan di posisi atas. Web lain yang memperoleh sedikit klik akan berada di posisi bawah. Cek paten Google dan disana akan menemukan suatu fakta menarik. Mesin pencari ini menggunakan data yang memuat informasi bagaimana user berinteraksi dengan hasil pencarian yang ditampilkan. Data inilah yang kemudian akan mendorong Google untuk memodifikasi hasil pencarian di masa mendatang.

6. Kecepatan Loading

Walaupun tidak terlalu terlihat pada data di paten Google, kecepatan loading tetap memainkan perannya dalam membentuk SEO serta interaksi dan kepuasan pengunjung. Sebanyak 75% pengguna internet tidak akan pernah kembali mengakses website yang waktu loadingnya lebih dari 4 detik. Jika situs web tersebut muncul lagi di kata kunci yang dicari, mereka tidak akan sungkan untuk melewatkannya. Situasi ini bukan hanya ‘menyakiti’ peringkat website, tapi juga SEO. Pelanggan akan terus kembali ke situs ecommerce atau toko online yang waktu loadingnya sedikit. Persentase ini bisa didapat jika loading cepat dan peringkat website melonjak naik. Satu hal lain yang ikut menentukan SEO website, yaitu pengalaman yang diceritakan dari mulut ke mulut baik itu negatif atau positif. Biasanya, pengguna internet yang menunggu lama sampai website loading sepenuhnya akan menceritakan pengalaman kurang mengenakkannya ke pengguna lain. Alhasil, pengguna dan temannya ini tidak akan lagi membuka website yang sama untuk kedua kalinya. Inilah konsekuensinya website dengan loading yang lambat.

Memahami Kesalahan dalam Penerapan SEO untuk Website Bisnis

error

Ada beberapa kesalahan dalam melakukan optimasi SEO untuk website bisnis yang sering terjadi. Namun terkadang, hal itu tidak dirasakan secara langsung, baik oleh pengunjung atau pemilik situs web tersebut. Berikut beberasapa kesalahan yang terjadi dalam mpenerapan SEO.

Baca juga : Platform WooCommerce untuk Website Toko Online  

1. Melupakan Riset Keyword

Riset keyword merupakan hal paling sederhana yang sering dilupakan oleh pemilik website. Padahal, hal ini sangat penting untuk menentukan kata kunci yang ingin digunakan. Riset keyword yang benar juga akan memudahkan dalam menentukan topik konten yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan ini, pengguna bisa mengetahui kata kunci mana yang dapat menjadi topik utama pada konten yang akan diposting, sehingga bisa mendapatkan pengunjung yang sesuai dengan target bisnis. Jika selama ini traffic website sedikit dan jarang dikunjungi, bisa jadi pengguna tidak melakukan riset keyword sebelum membuat konten. Maka, wajar jika konten kalah posisi di mesin pencari dan tidak ditemukan oleh pengunjung.

2. Tidak Memanfaatkan Google Webmaster Tools

Untuk keperluan SEO, Google telah menyediakan beberapa tools yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya Google Webmaster Tools / GWT, yang sangat berguna untuk melihat performa sebuah website di mesin pencari. Melalui alat ini juga dapat memeriksa backlink, kata kunci yang sedang populer, jumlah indeks pada halaman dan berbagai macam error yang terjadi pada website.

3. Tidak Memaksimalkan Judul dan Meta Deskripsi

Kebanyakan orang yang baru mengenal SEO hanya memikirkan tentang bagaimana agar peringkat website naik di mata mesin pencari, namun lupa memaksimalkan tampilan websitenya. Padahal dalam kaidah SEO, semua hal berkaitan. Bahkan judul dan meta description sangat diperlukan untuk memaksimalkan peringkat konten yang dibuat di mata mesin pencari.

4. Kecepatan Loading Website Tidak Diperhatikan

Pemilik website perlu memperhatikan kecepatan loading website bisnis yang dikelolanya. Karena Google begitu memperhatikan kecepatan sebuah website, agar pengguna mendapatkan pengalaman terbaik ketika sedang mengunjungi web tersebut. Maka, pastikan membuat website yang mudah diakses dengan load time cepat karena ini akan memberi pengaruh besar agar website berada di posisi teratas mesin pencari.

5. Lupa Menempatkan Internal Link

Internal link merupakan suatu URL yang ditanamkan pada artikel atau postingan, untuk memberikan rujukan ke artikel lain yang masih berada di dalam satu website dan memperkuat value dari halaman yang diberikan link, sehingga konten akan lebih mudah muncul di hasil pencarian.

6. Mengabaikan Penggunaan Media Sosial

Media sosial dapat menjadi media untuk mendatangkan kunjungan ke website. Maka, pastikan membagikan apa yang sudah dipostng di website pada media sosial.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dan diperbaiki oleh internet marketer dalam optimasi SEO pada website bisnis. Pastikan sudah memaksimalkan SEO website untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Baca juga : Content Management System (CMS) Untuk Pemula

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂