BisnisEntrepreneurshipTechnology

Perusahaan FinTech Terbesar di Dunia

Lewat teknologi kebutuhan masyarakat akan produk keuangan menjadi lebih cepat dan aman. Bahkan, dengan adanya  teknologi sukses melahirkan industri keuangan baru yang dinamakan Financial Technology (fintech). Perkembangan teknologi memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini. Dengan beragam tuntutan dan juga kompleksitas yang ada, peran teknologi sangat diandalkan untuk menjembatani sempitnya waktu dan padatnya jalanan ibukota. Maka banyak industry keuangan yang berbasis teknologi mulai bermunculan. Ada yang berbasis bisnis penyaluran pinjaman, pembelian asuransi, penghimpun dana dan marketplace dari produk-produk keuangan. Pola bisnis seperti itu muncul karena adanya “tuntutan” dari masyarakat yang ingin tetap memiliki akses keuangan dengan cepat namun tetap mengedepankan keamananan dan kenyamanan. Bagaimana dengan Lembaga fintech di luar negeri? Model bisnis seperti ini pada awalnya memang lahir dan besar di negara maju dimana penetrasi internet dan juga tingkat literasi keuangannya sudah jauh lebih baik dibanding negara berkembang. Berikut ini merupakan perusahaan financial technology terbesar di dunia :

  • GreenSKy

Peringkat pertama untuk kategori fintech terbesar di dunia adalah GreenSky. GreenSky adalah perusahaan teknologi keuangan yang didirikan pada 2006 yang berbasis di Atlanta, Georgia. Perusahaan ini menyediakan teknologi kepada bank dan pedagang untuk memberikan pinjaman kepada konsumen untuk perbaikan rumah, matahari, perawatan kesehatan dan keperluan lainnya.  Pembiayaan untuk program kredit GreenSky disediakan oleh lembaga-lembaga keuangan yang diasuransikan oleh pemerintah federal dan negara. Saat ini GreenSky tercatat di bursa saham NASDAQ dengan total revenue pada 2017 mencapai 325,9 juta dolar AS.

  • Kabbage

Kabbage diluncurkan ke publik dan mulai menyediakan akses ke pinjaman pada Mei 2011.  Kabbage adalah perusahaan yang didanai dan didukung oleh Reverence Capital Partners, SoftBank Capital, Thomvest Ventures, Mohr Davidow Ventures, dan BlueRun Ventures. Investor tambahan termasuk: ING, Santander InnoVentures, Lumia Capital, Scotiabank, TCW / Craton David Bonderman, Warren Stephens, Dana Strategis Perusahaan UPS, TriplePoint Ventures, dan Jim McKelvey. Perusahaan fintech peringkat ke-2 di dunia ini memiliki total pendanaan senilai 500 juta dolar AS.

  • Affirm

Affirm adalah perusahaan teknologi keuangan swasta yang berkantor pusat di San Francisco. Didirikan pada tahun 2012, perusahaan beroperasi sebagai pemberi pinjaman keuangan pinjaman angsuran bagi konsumen untuk digunakan pada titik penjualan untuk membiayai pembelian. Perusahaan fintech yang juga berbasis pembayaran online ini memiliki dana  dengan total pendanaan mencapai 450 juta dolar AS. Model bisnis perusahaan mirip dengan cara kerja kartu kredit, dimana Anda dapat membeli produk dengan menggunakan akun Affirm untuk kemudian membayarnya di bulan berikutnya. Affirm didirikan oleh Max Levchin yang berbasis di San Fransisco, California Amerika Serikat. Affirm membantu masyarakat yang tidak memiliki akses ke kartu kredit untuk membangun riwayat kredit mereka.

  • TransferWise

TransferWise adalah layanan transfer uang online Inggris yang didirikan pada Januari 2011 oleh Estonia Kristo Käärmann dan Taavet Hinrikus dan berbasis di London. Perusahaan ini mendukung lebih dari 750 rute mata uang di seluruh dunia termasuk GBP, USD, EUR, AUD dan CAD, dan menyediakan akun multi-mata uang. Perusahaan fintech  ini memiliki total pendanaan 397 juta dolar dan bergerak di bidang pembayaran internasional.

  • Credit Karma

Credit Karma adalah perusahaan keuangan pribadi multinasional Amerika, didirikan pada 8 Maret 2007, oleh Kenneth Lin, Ryan Graciano dan Nichole Mustard. Perusahaan yang di nakhodai oleh Kenneth Lin ini memiliki total pendanaan senilai 369 juta dolar AS. Credit Karma berbasis di California, Amerika Serikat dengan menjalankan bisnis model penyaluran pinjaman, data analisis.

Pasar itulah yang kemudian digarap oleh industry fintech untuk menjembatani akses keuangan masyarakat ke Lembaga keuangan. Di Indonesia kehadiran fintech sendiri sudah banyak membantu tingkat literasi dan juga inklusi keuangan nasional menjadi lebih baik.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close