Search
Close this search box.
cloud

Mengetahui Apa itu cPanel dan Bagaimana Cara Penggunaanya

Apa Itu cPanel Hosting?

cPanel dalah panel kontrol yang digunakan untuk melakukan pengaturan pada layanan web hosting yang meliputi manajemen file, database, domain, security, software dan konfigurasi lainnya. Tanpa cPanel, pengaturan web hosting hanya bisa dilakukan melalui perintah teks. cPanel memudahkan pengguna untuk melakukan berbagai macam konfigurasi melalui tampilan user interface yang menarik dan mudah dioperasikan. cPanel biasanya dipasang pada Dedicated Server atau Virtual Private Server (VPS) yang menggunakan sistem operasi Linux, FreeBSD, dan sejenisnya. Aplikasi-aplikasi yang didukung cPanel meliputi Apache, PHP, mySQL, Postgres, Perl, Python, and BIND, dengan email seperti POP3, IMAP, layanan-layanan SMTP. Pada umumnya, cPanel merupakan web hosting Linux yang menyertakan instalasi cPanel. Meskipun ada kelebihan dan kekurangannya, cPanel merupakan pilihan yang tepat untuk mencari control panel yang cepat dan andal. Berikut kelebihan cPanel dan kekurangannya:

kelebihan dan kekurangan

Kelebihan cPanel

  • Mudah dipelajari
  • Mudah digunakan
  • Menghemat waktu dan uang
  • Telah melalui uji coba
  • Menawarkan software auto installer
  • Tersedia berbagai tutorial dan panduan online

Kekurangan cPanel

  • Fitur yang terlalu banyak hanya akan memperlambat performa cPanel
  • Pengaturan yang penting bisa tiba-tiba berubah secara otomatis
  • Beberapa hosting menjalankan software yang tidak diupgrade
  • Biayanya mahal dan jarang termasuk dalam hosting gratis

cPanel Hosting Dashboard 

Melalui dukungan tersebut, cPanel hosting dapat melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Melakukan pengaturan PHP dan Apache Handler.
  • Mengelola email yang mengarah ke domain.
  • Melakukan upload/restore/backup file website.

Fungsi & Manfaat cPanel

Secara sederhana, fungsi cPanel adalah untuk memudahkan pengelolaan website yang ada dalam akun hosting. cPanel sangat memudahkan konfigurasi yang berkaitan dengan domain dan hosting. cPanel juga dapat menambahkan beberapa aplikasi tambahan yang perlu dipasang guna mendukung website agar bekerja dengan baik. Pengguna yang belum pernah mengenal Linux kemungkinan besar akan kebingungan. Fungsi cPanel pada hakikatnya adalah mempermudah pengguna. Beberapa aspek yang dipermudah dengan adanya cPanel:

  1. Pengelolaan file website
  2. Pengaturan website
  3. Pengaturan dan manajemen email
  4. Pengelolaan domain
  5. Pengelolaan database
  6. Konfigurasi modul PHP
  7. Pengaturan keamanan
  8. Backup dan restore

Baca juga : Tips Sukses Siapkan Bisnis Menjelang Hari Raya

Tutorial cPanel

1. Cara Menggunakan File Manager cPanel

File Manager adalah tool manajemen file dasar di cPanel. Selain mengunggah dan mengekstrak file, File Manager juga dapat digunakan untuk membuat file dan folder, memberikan hak akses (permission), dll. Pada dasarnya, tool ini memiliki fungsi yang sama dengan FTP client meskipun memang tidak begitu canggih.

a) Mencari File Manager

  • Masuk ke akun cPanel dan ketik File Manager di fitur pencarian atau scroll ke bagian file.
  • Buka tool dan layar baru akan muncul. Di layar ini, Anda akan melihat opsi navigasi dan manajemen beserta direktori folder dan file website.
    Catatan : Folder yang digunakan hanyalah public_html. Sistem membutuhkan folder lainnya untuk memastikan layanan cPanel berfungsi dengan baik.

b) Navigasi File Manager

Di sebelah kiri akan terlihat bagian yang memuat daftar folder, sedangkan di sebelah kanan menampilkan isi folder. Untuk melihat isi folder, klik salah satu folder yang ada di daftar pada menu sebelah kiri. Misalnya, klik folder public_html untuk mengecek kontennya. Cara lain, ketik nama lengkap folder di kolom pencarian. Setelah itu, klik Go. Beberapa fungsi navigasi:

  • Home – klik untuk menampilkan folder home beserta isinya.
  • Up One Level – kembali ke folder sebelumnya. Contoh, jika saat ini sedang membuka folder cgi-bin. Lalu klik navigasi ini, maka akan kembali ke folder public_html yang letaknya sebelum folder cgi-bin.
  • Back/Forward – cara kerjanya sama seperti navigasi kembali/teruskan di browser web.
  • Reload – refresh halaman untuk mengecek perubahan yang sudah dilakukan.
  • Select/Unselect All – pilih atau tidak jadi memilih file atau folder.
  • View Trash – menampilkan folder trash yang menampung file yang dihapus.
  • Empty Trash – mengosongkan folder trash. Fitur ini hanya bisa digunakan ketika membuka folder trash.

c) Menggunakan Fitur Manajemen File

Selanjutnya, kenali fitur-fitur manajemen file. Meskipun tersedia toolbar, bisa juga hanya dengan mengklik kanan di item tertentu untuk mengakses sebagian besar fitur.

  • File – gunakan fitur ini untuk buat file baru di dalam folder tertentu. Contoh, membuat file index.php di dalam folder public_html.
  • Folder – buat folder baru dengan fitur ini. Misalnya, membuat folder bernama test-folder.
  • Copy – salin dan letakkan file yang dipilih ke salah satu folder. Contoh, menyalin dan meletakkan file index.php ke test-folder.
  • Move –sama seperti fitur Copy. Bedanya, file kemudian akan terhapus dari folder.
  • Delete – fitur untuk memindahkan file ke folder Trash. Jika ingin menghapus file selamanya, tandai skip the trash dan hapus boks file.
  • Upload – fitur hanya bisa digunakan untuk mengunggah file. Jika mengunggah folder/file berukuran besar, gunakan FTP client. Ada dua opsi untuk unggah file, yakni drag and drop file atau pilih file dari komputer. Setelah itu, klik link Go back to.
  • Download – fitur untuk mengunduh file ke komputer.
  • Restore – fitur ini hanya tersedia di folder Trash. Fungsinya untuk memulihkan file yang dihapus dan mengembalikannya ke folder.
  • Rename/Edit/HTML Editor – Fitur untuk mengedit file. Sama dengan fitur text editor software lain yang akan membantu user dalam penyuntingan file. Meskipun menggunakan interface WYSIWYG, fitur ini tidak secanggih editor software HTML.
  • Permissions – fitur untuk memberikan hak akses ke file atau folder tertentu. Jangan ubah apa pun jika tidak begitu memahaminnya. Mengubah hak akses yang salah akan mengakibatkan website terkena dampaknya.
  • View – fitur untuk melihat file. Contoh, melihat gambar atau mengecek isi file index.php.
  • Extract/Compress – Compress untuk mengarsipkan konten ke format Zip, Gzip, atau Bzip2. Extract, di sisi lain, akan mengekstrak arsip.
  • Settings – fitur untuk mengatur preferensi. Misalnya, atur folder default agar terbuka pada saat menggunakan File Manager. Bisa juga dengan menandai Show Hidden Files (dotfiles). Contoh, fitur ini bisa digunakan ketika mengedit .htaccess untuk memblokir aspek tertentu di website.

Cara Menggunakan cPanel untuk Cek Penggunaan Disk Space

Penggunaan disk space merujuk pada jumlah semua data di akun hosting, termasuk file website, database MySQL, dan pesan email. cPanel akan mengirimkan peringatan otomatis ke email jika Anda sudah mencapai 80%, 90%, 98%, dan 100% penggunaan disk. Untuk mengganti email di cPanel, masuk ke bagian Preferences.

  1. Mengecek Info Singkat dari Penggunaan Disk Space (disk space usage), Masuk ke cPanel. Di sisi kanan, terdapat info singkat Disk Space Usage.
  2. Mengecek Statistik Disk Space Usage. Info selengkapnya tentang Disk Space Usage bisa Anda akses dengan mengklik Disk Usage. Menu ini ada di bagian Files cPanel. Scroll ke bawah dan klik > untuk melihat detail selengkapnya di setiap folder, seperti berapa banyak ruang disk yang sudah Anda gunakan. Untuk menghapus file, klik di folder dan File Manager akan terbuka di web browser. Dengan mengetahui penggunaan Disk Space di cPanel, Anda bisa mencegah kalau-kalau kapasitas hampir mencapai batasnya.

Fitur-Fitur di cPanel

1. Fitur Pengelolaan File Website

landing page

Secara garis besar, cPanel menyediakan fitur pengelolaan file yang bisa digunakan untuk menghapus, menyunting, dan menyalin file website yang ada di hosting. Selain itu, terdapat juga pengaturan FTP yang bisa digunakan untuk mengakses file website dari aplikasi FTP Client tanpa harus login cPanel terlebih dahulu. Berikut fitur-fitur cPanel yang berhubungan dengan manajemen files:

-File Manager ─ dipakai untuk mengunggah, membuat, menghapus, dan mengubah file tanpa perlu FTP atau aplikasi lainnya;
– Images ─ dipakai untuk mengatur file berbentuk gambar. Di sini, bisa mengubah ukuran gambar dan mengubah format gambar;
– Directory Privacy ─ digunakan untuk membatasi akses pengguna ke pengaturan tertentu lewat password;
– Disk Usage ─ menampilkan persentase penggunaan disk;
– Web Disk ─ dipakai untuk mengakses files di cPanel seperti halnya local drive di sebuah komputer;
– FTP Accounts ─ dipakai untuk mengakses dan mengelola File Transfer Protocol (FTP)
– FTP Connections ─ digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan koneksi FTP;
– Backup ─ digunakan untuk melakukan backup konten website dan konten cPanel dalam bentuk zip;
– File Restoration ─ dipakai untuk merestorasi file yang di-backup;
– Backup Wizard ─ gunakan fitur ini untuk mendapat bantuan ketika melakukan backup.

2. Fitur Pengelolaan Domain

internet domain names
Internet Domain

Salah satu menu cPanel mengizinkan untuk melakukan pengaturan domain. Menu tersebut berisi fitur addon domain, subdomain, redirect, dan lain sebagainya. Fitur yang tersedia di sana dapat dimanfaatkan untuk mengatur bagaimana cPanel menangani permintaan pada saat browser mengakses domain. Untuk Berikut fitur-fitur cPanel yang berhubungan dengan domains:

  • Site Publisher ─ dapat dipakai untuk membuat website dengan berbagai pilihan template. Opsi ini juga bisa dipakai untuk menampilkan informasi kontak dengan jelas;
  • Addon Domains ─ dipakai untuk menambahkan domain dalam satu akun cPanel;
  • Subdomains ─ dipakai untuk menambahkan subdomain dalam akun cPanel;
  • Aliases ─ dipakai untuk menambahkan URL alias untuk sebuah website;
  • Redirects ─ dipakai untuk melakukan redirect dari satu halaman spesifik ke sebuah website. Fitur ini juga dapat dipakai untuk menambahkan URL versi lebih singkat pada sebuah website;
  • Simple Zone Editor ─ dipakai untuk membuat dan mengedit A dan CNAME records;
  • Advanced Zone Editor ─ buat, ubah, atau hapus A, AAAA, CNAME, SRV, and TXT dari DNS records;
  • Zone Editor ─ merupakan fungsi gabungan dari Simple Zone Editor dan Advanced Zone Editor. Dipakai untuk menambahkan, mengedit, atau menghapus A, AAAA, CNAME, SRV, MX, danTXT dari DNS records.

3. Fitur Pengaturan & Manajemen Email

email pribadi

cPanel juga menyediakan menu berisi beragam fitur yang berhubungan dengan email. Bisa membuat alamat email baru dengan nama domain sendiri. Selain itu, terdapat juga fitur untuk membuka dan melihat email masuk, lengkap dengan kapasitas penyimpanan yang dipakai pada setiap akun email. Berikut fitur cPanel yang berhubungan dengan pengelolaan email:

  • Email Accounts ─ merupakan tampilan untuk mengelola akun email yang terhubung dengan domain;
  • Forwarders ─ untuk meneruskan email ke satu atau beberapa alamat email yang ditunjuk;
  • Email Routing ─ berguna untuk melakukan routing email masuk ke server spesifik;
  • Autoresponders ─ dipakai untuk membuat email balasan yang terkirim secara otomatis. Fitur ini berguna untuk memberi notifikasi semisal tak bisa membalas email seketika;
  • Default Address ─ dipakai untuk memasang alamat email default. Fitur ini memungkinkan Anda tetap menerima email dari pengirim yang salah ketik ketika menuliskan alamat email;
  • Mailing Lists ─ digunakan untuk membuat daftar email yang memudahkan Anda mengirimkan email sekaligus;
  • Track Delivery ─ berguna untuk melakukan tracking atau memantau proses pengiriman email;
  • Global Email Filters ─ menambahkan filter untuk akun email yang terdapat di cPanel;
  • Email Filters ─ menambahkan filter alamat email khusus. Fitur ini juga berguna untuk menghindarkan Anda dari spam, redirect email, email terusan dari program;
  • Authentication ─ dipakai untuk mengamankan server email dan melihat informasi email keluar. Dan bisa digunakan untuk memastikan apakah email dikirim oleh sumber terpercaya;
  • Address Importer ─ digunakan untuk mengimpor dokumen sehingga dapat dikirim secara bersamaan ke beberapa alamat sekaligus;
  • Apache SpamAssasin ─ fitur yang berguna untuk mengidentifikasi email spam;
  • Encryption ─ melakukan enkripsi pada pesan agar aman dan tetap rahasia;
  • Configure Greylisting ─ mengamankan email yang terhubung dengan domain dari spam;
  • Calendars and Contacts ─ dipakai untuk melakukan konfigurasi kalender dan aplikasi di cPanel;
  • Email Disk Usage ─ menunjukkan kapasitas disk yang dipakai untuk email.

4. Fitur Pengaturan Website (SEO)

seo optimization

Di salah satu menu yang terdapat di daftar fitur cPanel ada beberapa fitur mengenai Search Engine Optimization (SEO). Fitur ini akan membantu meningkatkan kualitas SEO di website. Berikut fitur cPanel yang berhubungan dengan SEO:

  • Get in Google ─ berisi checklist untuk membuat website menjadi SEO-friendly dalam versi Google;
  • SEO Tools ─  terdiri atas tombol submit sitemap, cek blacklist Google, link building, listing search engines, dan email marketing;
  • Incrase Website Traffic ─ layanan untuk meningkatkan traffic website lewat layanan berbayar;
  • Link Building ─ dipakai untuk membantu Anda membuat link building supaya reputasi website meningkat;
  • SEO for Resellers & Webmasters ─ digunakan untuk membuat brand lewat fitur white label. Anda bisa membuka jasa SEO sendiri;
  • SEO Optimized WordPress Themes ─ terdiri atas berbagai opsi tema WordPress yang SEO-friendly;
  • WordPress Social Media Optimization ─ integrasi WordPress dengan plugin khusus media sosial. Fitur ini memudahkan Anda membagikan konten ke lebih dari 20 media sosial;
  • Drag & Drop Visual Page Builder ─ integrasi ke plugin page builder Divi.

5. Fitur Pengelolaan Database

Anda juga dapat mengelola database melalui menu yang terdapat di cPanel. Salah satu fitur yang terdapat dalam menu database adalah fitur untuk membuka phpMyAdmin. Dalam menu tersebut, Anda juga bisa menambahkan menghapus database yang ada serta memberikan hak akses kepada akun yang berwenang.

6. Fitur Konfigurasi Modul PHP yang Digunakan

Salah satu bagian paling penting dalam web hosting adalah kemampuannya untuk bisa menjalankan sistem atau website dengan baik. Persyaratan yang biasanya perlu disesuaikan adalah versi PHP yang digunakan berikut modul-modul yang tersedia. cPanel mampu memberikan kemudahan itu dengan menyediakan fitur pemilihan versi PHP yang ingin digunakan. Bahkan Anda bisa melakukan instalasi sendiri  PHP Extension dari file terpisah.

7. Fitur Pengaturan Keamanan pada Hosting

cPanel mampu mempermudah pekerjaan Anda dalam mengatur keamanan pada website. Semua fitur di bawah ini dapat Anda gunakan agar terhindar dari tindak kejahatan di dunia maya.

  • SSH Access ─ agar dapat terhubung ke server secara aman lewat command line;
  • IP Blocker ─ menghindari akses ke website melalui IP Addresss;
  • SSL/TLS ─ bagian untuk mengelola kunci, sertifikat, dan permintaan SSL/TLS. Bagian ini sekaligus dapat dipakai untuk meningkatkan keamanan website;
  • Hotlink Protection ─ menghalangi website lain menampilkan konten website dengan menggunakan bandwith yang dimiliki;
  • Leech Protection ─ mengatur jumlah login yang dapat dilakukan dalam rentang dua jam;
  • SSL/TLS Status ─ menampilkan status SSL/TLS. Bagian ini juga dipakai untuk melakukan upgrade atau memperbarui sertifikat SSL/TLS;
  • Let’s Encrypt SSL ─ dipakai untuk menambahkan SSL gratis keluaran Let’s Encrypt.

8. Fitur Proses Backup dan Restore Website

Fitur cPanel penting lainnya adalah kemampuan melakukan backup dan restore. Gunakan fasilitas full backup yang langsung mem-backup seluruh data termasuk database.

Baca Juga : Tips Sukses Siapkan Bisnis Menjelang Hari Raya

Cara Menggunakan cPanel

1. Cara Menggunakan File Manager cPanel

File manager adalah fitur untuk mengakses semua file website. Maka dapat mengelola file, seperti menghapus, memindahkan, dan mengkopinya. Jika menggunakan perangkat Windows, mungkin tidak akan asing dengan antarmuka file manager cPanel yang dibagi menjadi empat bagian: a) Daftar folder; b) Daftar isi folder; c) Menu navigasi; dan d) Menu manajemen file dan folder.

a) Daftar Folder di File Manager, Daftar folder terletak di sebelah kiri layar. Untuk membuka sebuah folder, Anda tinggal klik satu kali.
b) Daftar Isi Folder di File Manager, Ketika membuka sebuah folder, isinya akan ditampilkan di sebelah kanan layar. Daftar isi folder juga menampilkan beberapa informasi file, seperti: 1) Ukuran file; 2) Waktu perubahan terakhir; 3) Tipe file; dan 4) Permission (klik dua kali).
c) Menu Navigasi di File Manager, Menu navigasi adalah barisan menu yang terletak di atas daftar folder dan isinya. Berikut ini adalah menu-menu yang ada dan fungsinya:

  • Home: untuk kembali ke folder utama
  • Up One Level: untuk kembali ke folder yang satu tingkat di atas folder yang sedang diakses
  • Back/Forward: untuk kembali ke folder terakhir yang diakses
  • Reload: untuk memuat ulang isi folder yang sedang diakses
  • Select All: untuk memilih semua isi folder yang sedang diakses
  • Unselect All: kebalikan dari Select All
  • View Trash: untuk menampilkan file dan folder yang sudah dihapus di folder trash
  • Empty Trash: untuk menghapus file dan folder di folder trash secara permanen

d) Menu Manajemen File dan Folder, Tepat di atas menu navigasi ada sederet menu lainnya untuk manajemen file. Menu-menu ini juga bisa diakses dengan klik kanan di file atau folder. Berikut menu-menu yang ada beserta fungsinya

  • File: untuk membuat file baru
  • Folder: untuk membuat folder baru
  • Copy: untuk menyalin file atau folder
  • Move: untuk memindahkan file atau folder
  • Upload:untuk mengunggah file atau folder
  • Download: untuk mengunduh file atau folder
  • Delete:untuk mengunduh file atau folder
  • Restore:ketika mengakses folder trash, menu ini digunakan untuk mengembalikan file atau folder yang sudah dihapus ke folder asalnya
  • Rename: untuk mengubah nama file atau folder
  • Edit dan HTML Editor: untuk mengedit kode file
  • Permissions: untuk mengubah hak akses ke file atau folder
  • View: untuk melihat isi file
  • Extract: untuk mengekstrak file atau folder yang dikompres
  • Compress: untuk mengompres file atau folder

Cara Backup Website di cPanel

backup

Lakukan backup secara berkala agar punya cadangan data website, ini sangat penting dilakukan. Di cPanel ada tiga jenis backup, yaitu:

  1. Full Account Backup

cPanel membuat full account backup secara otomatis. Jadi, tinggal mengunduh backup-nya untuk disimpan. Untuk mengakses backup tersebut, klik Full Account Backups di kategori menu JetBackup. Kemudian pilih backup yang ingin diunduh dan klik Generate Download. Lalu akan muncul tombol Add to Download Queue. Klik tombol tersebut untuk memulai download backup. Prosesnya akan memakan beberapa saat. Kini muncul tombol Download di sebelah backup yang dipilih. Klik tombol tersebut untuk mengunduhnya.

  1. Full Website Backup

Untuk membuat full website backup, klik Backup Wizard di kategori menu files. Di halaman berikutnya, klik Backup. Di halaman berikutnya ada dua pilihan, yaitu full dan partial backup. Karena ingin membackup semua data website, pilih full. Kemudian pilih tempat untuk menyimpan backup. Ada empat opsi yang bisa dipilih, yiatu: Home directory; Remote FTP server; Remote FTP Server (Passive mode transfer); dan Secure Copy. Jika sudah memilih, klik Generate Backup. Opsi untuk mengunduh backup akan muncul setelah prosesnya selesai.

  1. Partial Website Backup

Seperti yang tadi sudah Anda lihat, opsi untuk membuat partial backup juga ada di dalam menu Backup Wizard. Untuk menggunakannya, Anda tinggal memilih salah satu dari ketiga jenis data berikut ini: Home directory (file-file website); MySQL database; dan Email forwarders & filters. Di halaman berikutnya tidak perlu memilih lokasi penyimpanan backup. Hanya tinggal klik tombol download yang ada.

Cara Cek Penggunaan Disk Space dan Cek Bandwidth di cPanel

Sebagai pemilik website, wajib memperhatikan porsi penggunaan disk space hosting. Di cPanel ada dua cara untuk memeriksanya. Pertama, bisa langsung melihat sisa kapasitas storage di bagian kanan cPanel di bawah teks Disk Usage. Apabila ingin melihat statistik penggunaan disk space, bisa klik menu Disk Usage yang ada di kategori menu files.  cPanel menampilkan folder-folder yang ada di akun hosting beserta ukurannya. Lalu bisa klik tanda > untuk melihat folder-folder yang ada dalam sebuah folder. Jika klik nama folder, akan dibawa ke folder tersebut di file manager.

Seperti disk space, perhatikan juga penggunaan bandwidth hosting. Terutama jika bandwidth paket hosting Anda dibatasi. Nah, cara mengeceknya di cPanel mudah. Untuk memeriksa penggunaan bandwidth secara umum, cek daftar statistik yang ada di halaman utama cPanel. Namun, apabila Anda ingin mengetahui penggunaannya secara lebih detail, klik menu bandwidth  yang ada di kategori menu Metrics. Di menu ini, Anda bisa melihat grafik penggunaan bandwidth dalam 24 jam, satu minggu, dan satu tahun terakhir. Dalam grafik tersebut juga ditampilkan jenis protokol yang menggunakan bandwidth Anda, seperti HTTP, FTP, IMAP, POP3, dan SMTP.

Bandwidth adalah data atau trafik masuk dan keluar yang ditransfer di akun hosting. Penggunaannya tergantung pada sejumlah faktor, seperti jumlah pengunjung, komunikasi dengan email, dan koneksi FTP. Secara berkala, cek penggunaan bandwidth karena erat kaitannya dengan paket hosting. cPanel akan mengirim notifikasi email otomatis jika penggunaannya hampir mendekati batas kapasitas.

  1. Mengecek Info Singkat Penggunaan Bandwidth, Setelah login ke cPanel, bisa langsung melihat info singkat penggunaan bandwidth di panel kanan di bawah bagian statistics.
  2. Mengetahui Statistik Bandwidth di cPanel, Untuk mengetahui info statistik secara lengkap, klik link Bandwidth, ketik nama bandwidth di fitur pencarian. Setelah mengklik link bandwidth atau mengetikkan namanya di fitur pencarian, layar baru akan terbuka. Kemudian bisa melihat penggunaan harian, mingguan, dan bulanan serta total seluruh penggunaan. cPanel memantau trafik masuk dari sumber (source) ini:
    – HTTP Traffic – menampilkan pengiriman dan penerimaan data melalui protokol.
    FTP Traffic – melacak protokol transfer yang digunakan untuk mengakses dan membagi file antara komputer dan server.
    IMAP/POP3/SMTP traffic – menampilkan komunikasi email antara server dan komputer/ aplikasi email.

Cara Membuat Database MySQL di cPanel

Membuat database mungkin hal yang membingungkan jika Anda masih awam dalam hal IT. Untungnya, cPanel mempermudahnya untuk Anda. Langkah-langkahnya dijelaskan di bawah ini.

  1. Membuat Database MySQL

Klik MySQL Database di halaman utama cPanel. Di halaman berikutnya, tentukan nama database baru dan klik Sreate Database.

  1. Membuat User MySQL

Setiap database harus memiliki user. Untuk membuat user untuk database baru, scroll ke bagian Add New User. Tentukan username dan password yang diinginkan. Klik Create User jika sudah. Kemudian masukkan user yang baru saja dibuat ke database baru. Scroll ke bagian Add User to Database. Klik kolom user, lalu pilih database baru. Kemudian klik Add yang akan dibawa ke halaman Manage User Privileges.

  1. Memberikan Hak Akses ke User

Di halaman Manage User Privileges ada banyak jenis hak akses. Nah, centang checkbox hak akses yang ditentukan untuk user baru. Klik Make Changes jika sudah selesai.

Baca Juga : Strategi Pemasaran di Bulan Ramadhan agar Bisnis Tetap Tumbuh Dengan Berkah

Cara Menggunakan cPanel untuk Membuat Akun Email

  1. Membuka Akun Email

Masuk ke dashboard utama cPanel dan cari Email atau ketik kata kunci Email Accounts di fitur pencarian.

  1. Membuat Akun Email Menggunakan cPanel

  • Klik Create dan layar baru akan muncul.
  • Lengkapi kolom dengan informasi yang diminta:
  1. Username – username untuk email. Misalnya, Anda ingin menggunakan info@yourdomain.com sebagai username. Ketik kata info di kolom username.
  2. Security – masukkan password untuk akun email. Kami sarankan untuk memakai password yang kuat, yaitu kombinasi angka dan huruf. Gunakan password generator cPnel untuk membuatkan Anda password.
  3. (Opsional) Provide an alternate email – masukkan alamat email alternatif jika Anda hendak mengubah password email menggunakan akun email yang lain.
  4. Storage Space – tersedia dua opsi, limited (terbatas) atau unlimited (tidak terbatas). Jika penyimpanannya terbatas, pada saat kapasitas email mencapai batas tertentu, Anda tidak akan bisa menerima pesan apa pun. Namun, kalau Anda memilih penyimpanan tak terbatas, hal seperti ini tidak akan terjadi. Lalu klik tombol create.

Jika menandai pilihan send a welcome email with intructions to set up a mail client, pengguna akan menerima detail konfigurasi untuk mengaktifkan aplikasi email. Informasi ini nantinya digunakan untuk setup webmail melalui aplikasi seperti Mail, Microsoft Outlook, Mozilla thunderbird, dll.

Cara Menggunakan Site Publisher cPanel untuk Membuat Website

Site Publisher dalah tool untuk membuat website sederhana yang cukup mudah, bahkan bagi user pemula. Interface ini memiliki banyak koleksi template. Pilih salah satu dan mulailah menambahkan konten untuk website.

  1. Membuka Site Publisher
  2. Memilih Lokasi Website dan Template
  • Pilih domain atau subdomain yang akan digunakan di tool publisher.
  • Berbagai koleksi template akan muncul. Pilih Under Construction.
  • Lengkapi informasi yang diminta. Lalu klik Publish.

Apabila website tidak muncul, hapus file index.php yang ada di folder public-html. Selain website, pengguna perlu membuat akun email resmi untuk terhubung dengan audiens.

Cara Menggunakan Tool Optimasi Website di cPanel

Penggunaan tool ini meng-compress tipe file tertentu untuk meningkatkan performa website.

  1. Membuat Tool Optimasi Website

    Pertama masuk ke cPanel. Ketik nama tool di fitur pencarian atau tool Optimize website secara manual: Klik tool, dan halaman akan terbuka.

  1. Menggunakan Tool Optimasi Website

a) Pilih opsi kompresi:

    • Disabled akan menonaktifkan fitur dan tidak menjalankan tindakan kompresi apa pun.
    • Compress All Content akan meng-compress semua konten di website.
    • Compress the specified MIME types memungkinkan Anda untuk memilih jenis konten yang akan di-compress.

b) Pada kolom mime types, masukkan daftar konten yang dipisahkan spasi untuk di-compress.

c) Klik update settings untuk memberlakukan pengaturan. Pesan konfirmasi akan muncul.

Jangan menyertakan tipe format gambar di kolom, misalnya .jpg atau .png. Format ini sudah di-compress secara default. Fitur optimize website di cPanel memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung situs. Konten website akan di-compress terlebih dulu sebelum dikirim ke browser pengunjung. Dengan begini, waktu loading akan berkurang dan performa website jadi lebih cepat.

Baca juga : Tips Sukses Siapkan Bisnis Menjelang Hari Raya

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

Postingan Terkait