JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
web developer

Mengenal Web Developer Dan Perbedaannya Dengan Programer

Pengertian Web Developer

Web developer adalah seorang yang membuat program dan aplikasi untuk world wide web. Seorang web developer harus paham bagaimana cara membuat website dari nol, membuat kode custom jika membutuhkan fitur khusus untuk website, mengembangkan semua mulai dari layout website sampai fitur dan fungsi websitenya. Secara singkat web developer bisa dibilang sebagai seseorang yang bertanggung jawab untuk membuat dan mengelola situs website. Namun ternyata, jika dipelajari lebih jauh, pekerjaan web developer ini bisa dibilang luas. Istilah yang mungkin akan banyak ditemukan dalam pekerjaan developer adalah back-end developer dan front-end developer.

Baca juga : Pengertian Anchor Text, Jenis dan Cara Membuatnya

Pekerjaan dan Tugas Web Developer

techniscal support

  1. Frontend Developer

Frontend Web Developer adalah pengembang web yang bertugas mendesain dan membangun antarmuka web. Front-end adalah bagian depan website yang diakses oleh user. Apa yang dilihat saat membuka website, mulai dari warna dan font tulisan sampai dengan menu dropdown dan slider yang ada pada website diatur dengan menggunakan bahasa coding HTML, CSS, dan JavaScript yang dikontrol oleh browser komputer. Ini adalah yang dimaksud dengan front-end. Frontend developer juga bertanggung jawab dalam membangun bagian interface dari sisi user. Seorang Frontend Developer harus menguasai bahasa pemrograman. Seorang Frontend Developer harus menguasai HTML, kemudian CSS dan Javascript.

  • Hypertext Markup Language (HTML), merupakan bahasa script atau markup yang berfungsi membangun atau menyusun struktur dalam website. HTML sendiri merupakan level terbawah dari teknologi frontend dan berfungsi sebagai dasar
  • Cascading Style Sheets (CSS),merupakan pelengkap HTML, framework CSS yang menyempurnakan layout atau tampilan website.
  • Javascript,adalah bahasa pemrograman yang harus dikuasai oleh semua pengembang web. Javascript berfungsi membuat website lebih interaktif atau berfungsi. HTML, CSS, dan Javascript memiliki hubungan, HTML merupakan rangka sedangkan CSS sebagai antarmuka dan didukung javascript yang sebagai fungsionalitas.

Selain fasih dalam bahasa-bahasa ini, front-end developer juga harus familiar dengan framework seperti BootstrapFoundation, Backbone, AngularJS, dan EmberJS untuk memastikan bahwa konten akan selalu terlihat bagus di semua device atau mobile friendly. Front-end developer juga diharapkan tahu tentang library seperti jQuery dan LESS yang menjadikan satu kode agar bisa digunakan dengan lebih efisien. Front-end developer biasa bekerja sama dengan designer untuk membuat mockups dari development (pengembangan) sampai website jadi. Front-end developer yang ahli juga bisa mengidentifikasi masalah apa yang ada pada user experience dan memberikan rekomendasi selama proses desain agar mereka tidak memiliki masalah yang sama. Front-end developer juga perlu bekerja sama dengan tim lain untuk lebih mengerti tentang tujuan, kebutuhan, dan kesempatan apa yang ingin didapatkan dari website tersebut, agar mengetahui bagaimana cara mencapai tujuan website.

Front-end developers bisa dibilang bertanggung jawab atas desain sebuah rumah yang sudah dibangun oleh back-end developer. Jadi kebanyakan front-end developers adalah orang yang mungkin lebih teknis tetapi memiliki kreativitas yang tinggi. Kemudian agar front-end sebuah website bisa tetap ada, akan membutuhkan peran back-end.

2. Backend Developer

Backend Web Developer adalah seseorang yang bertugas mengelola bagian sisi dalam website seperti server, aplikasi dan database. Developer back-end bertanggung jawab untuk membangun dan mengelola teknologi yang mendukung ketiga komponen tersebut. Ini dilakukan agar front-end sebuah website bisa dibuat. Seorang backend developer bertugas melakukan perhitungan, menyimpan data pengguna, memproses form pendaftaran, dan sebagainya. Seorang Backend Developer  harus menguasai bahasa pemrograman, yaitu PHP, Python, NodeJS, SQL dan beberapa bahasa pemrograman lainnya seperti Ruby. Ini dibutuhkan untuk mencari, menyimpan, atau mengubah data dan menyajikannya ke coding front-end.

  • Hypertext Preprocessor (PHP) merupakan bahasa pemrograman terpopuler, PHP dijadikan sebagai bahasa pemrograman backend yang digunakan kurang lebih 82.3% website yang menggunakan teknologi backend.
  • Python, adalah bahasa pemrograman  yang dapat melakukan eksekusi sejumlah instruksi multi guna secara langsung dengan metode orientasi objek. Bahasa Python sering dijadikan sebagai bahasa pemrograman backend di luar negeri terutama Amerika. Dan saat ini di indonesia sudah mulai banyak yang menggunakan Python sebagai backend.
  • NodeJS, adalah perangkat lunak yang didesain untuk mengembangkan aplikasi berbasis web dari sisi backend. NodeJS sendiri merupakan dasar dari Javascript, maka syntaxnya sama dengan javascript. Sebelum adanya NodeJS, Javascript dipercaya hanya untuk Frontend saja.
  • Structured Query Language (SQL), adalah sekumpulan perintah khusus yang digunakan untuk mengakses data dalam database relasional. SQL juga menjadi teknologi penyimpanan data yang paling populer.

Biasanya job description web developers berfokus pada back-end developers, maka harus familiar dengan framework PHP seperti Zend, Symfony, dan CakePHP, pengalaman dengan version control software seperti SVN, CVS, atau Git, dan pengalaman dengan Linux sebagai sistem pengembangan dan deployment. Tools ini digunakan untuk membuat atau berkontribusi ke aplikasi web dengan kode yang bersih, portable, dan terdokumentasi dengan baik. Namun menulis kode tersebut, back-end developer perlu berkolaborasi dengan tim lain untuk mengerti apa yang ingin dicapai dengan website ini. Dengan begitu mereka bisa menyusun keperluan teknis apa saja yang dibutuhkan dan meberikan solusi yang paling efektif dan efisien untuk teknologinya.

3. Fullstack Developer

Fullstack Web Developeradalah pengembang web yang bertugas membuat sisi luar dan dalam website. Jadi fulstack developer harus menguasi frontend dan backend sekaligus. Menjadi seorang fullstack developer itu sulit, namun dengan adanya NodeJS, pekerjaan fullstack developer menjadi lebih dipermudah. Bahkan survey yang dilakukan di Stackoverlow bahwa javascript paling banyak digunakan baik untuk frontend, backend maupun fullstack developer.

Full-stack developer adalah developer yang bisa bekerja secara cross-functional, dalam hal ini front-end dan back-end. Full stack developer kebanyakan bekerja seperti back-end developer yaitu di bagian server website. Tetapi mereka fasih dalam bahasa front-end yang mengatur tampilan sebuah website. Biasanya, mereka mengerti semua bahasa programming dari HTML sampai Python. Meskipun tergantung dari proyeknya, full stack developer harus memiliki pemahaman yang dalam tentang cara kerja website. Misalnya mengatur dan konfigurasi server Linux, menulis API server-side, menggunakan JavaScript untuk keperluan front-end, dan menggunakan CSS untuk mendesain website.

Baca juga : Tips Menulis Alt Text dalam Memaksimalkan SEO Website

Skill dan Kualifikasi Web Developer

web developer

1. Pengetahuan dan Kemampuan yang Luar Biasa

Seorang pengembang web diharuskan memiliki pemahaman luas tentang komputer dan sistem informasi. Dan memiliki kemampuan pengembangan teknologi yang kuat, Jadi diharuskan untuk mahir menguasai teknologi terbaru yang tersedia dan harus selalu mengikuti tren- tren industri terbaru.

2. Teliti dan Ahli Memecahkan Masalah

Seorang web developer harus memiliki ketelitian yang tinggi, Karena satu kesalahan saja dapat merusak seluruh aplikasi atau situs web, Kesalahan tersebut dapat berasal dari salah pengkodean atau terdapat bug pada situs web. Maka, pengembang web harus ahli dalam memecahkan masalah dan membuat analisis logis mengenai suatu masalah. Pengembang web juga harus mengidentifikasi dan menyelesaikan kesalahan, bug, atau masalah secara tepat waktu.

3. Bertanggung Jawab dan Mampu Bekerja Secara Mandiri Maupun Tim

Diharuskan dapat bertanggung jawab dan mampu mencapai tujuan sesuai deadlines. Hal ini harus dilakukan jika ingin menjadi seorang web developer. Seorang web developer juga diwajibkan mampu bekerja secara mandiri maupun secara tim. Mampu bekerja dengan pengawasan minimum; dan mampu menyampaikan informasi dan tugas dalam suatu kelompok.

4. Kemampuan Multitasking dan Komunikasi yang Luar Biasa

Seorang web developer harus mampu menilai beberapa masalah sekaligus dan mengerjakan lebih dari satu proyek sekaligus/ multitasking. Dan juga harus mampu berkomunikasi dengan rekan kerja dan atasan; memberi tahu rekan tim tentang masalah atau bug; dan memperbarui informasi kepada klien tentang kemajuan proyek.

Perbedaan Programmer dan Developer

Banyak orang mungkin tidak bisa membedakan antara developer dan programmer dalam dunia IT. Banyak perbedaan antara developer dan programmer yang mendasar. Orang yang tak mengetahui kedua pekerjaan ini akan mengira bahwa developer dan programmer bertugas sama-sama membuat aplikasi. Di dunia IT sendiri, banyak pekerjaan atau posisi berbeda yang salah diartikan atau disamaratakan oleh orang-orang awam.

1. Developer

Developer adalah pekerjaan yang berada satu tingkat di atas programmer. Seorang developer bisa diartikan sebagai programmer yang lebih terlatih, tidak hanya mengerti Bahasa pemrograman, namun juga bisa membangun sebuah sistem. Developer biasanya sudah cukup berpengalaman menyelesaikan permasalahan dan juga punya kerja yang terstruktur dan disiplin. Berikut tugas  developer, di antaranya adalah:

  • Merancang Kode yang Efisien dan Web dengan kode HTML standar
  • Bekerja sama dengan desainer web dan bagian pemrograman, untuk menghasilkan web yang menarik
  • Melakukan komunikasi yang intens kepada mitra agar tetap terjaga hubungan yang baik, dan website semakin dikenal. Penyebaran konten juga semakin luas.
  • Klasifikasi berbagai program software dan juga maintenance software.
  • Menyiapkan rencana darurat jika website down atau mengalami peretasan.
  • Melakukan pemeliharaan atau upgrade website yang sudah dibuat.
  • Mengelola tim, membagi-bagi porsi pekerjaan dalam sebuah proyek pembuatan website.

2. Programmer

Programmer merupakan pekerjaan seseorang dengan keahlian memahami Bahasa pemrograman dalam sebuah system komputer. Biasanya seorang programmer berasal dari jurusan ilmu komputer atau informatika saat menempuh studi sarjana. Atau berasal dari SMK yang fokus di bidang informatika, orang yang belajar dari kursus, ataupun otodidak untuk menguasai Bahasa pemrograman. Ada banyak bahasa pemrograman yang bisa dipilih saat menempuh studi sebagai programmer, di antaranya Java, PHP, C, C++, Pascal, Phyton dan lain-lain. Calon programmer akan mempelajari semuanya, sebelum akhirnya fokus dengan satu Bahasa pemrograman yang paling dikuasai. Berikut tugas seorang programmer, di antaranya adalah:

  • Mereview kebutuhan. Seorang programmer mesti mendefinisikan kebutuhan sebelum membuat aplikasi. Sehingga aplikasi yang dibuat, tepat sasaran dan pengguna bisa puas menggunakannya.
  • Merancang tampilan program. Tampilan program menjadi tanggung jawab seorang programmer. Programmer bertugas membuat sketsa alur aplikasi dan grafis serta flowchart
  • Menulis kode program. Setelah merancang tampilan program, programmer kemudian harus menulis kode program. Biasanya programmer telah menguasai Bahasa pemrograman tertentu sehingga bisa mengerjakan hal ini.
  • Debug program. Programmer dapat melakukan debug pada aplikasi yang dirancangnya, yakni pengecekan apakah ada kerusakan atau gangguan dalam aplikasi. Jika ada kesalahan, programmer bisa mengubah atau mengevaluasi Bahasa pemrograman yang sudah ditulis.
  • Melakukan pengujian program, yang merupakan tahap akhir dari tugas seorang programmer setelah membuat aplikasi. Tahap pengujian program sebelum program itu dirilis, sehingga bisa diketahui manfaat sebuah program tersebut terhadap penggunanya.

Perbedaan developer dan programmer cukup mendasar jika dilihat dari cakupan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Developer bisa dipahami sebagai orang yang menyusun struktur dalam pengembangan sebuah aplikasi. Sedangkan programmer adalah orang yang hanya fokus menulis sebuah kode dari sebuah program aplikasi. Dari segi kapasitas saja, developer bisa dikatakan lebih besar daripada programmer. Seorang programmer bekerja di bawah arahan seorang developer untuk merancang sebuah program atau aplikasi.

Baca juga : Jenis- Jenis Web Hosting / Web Server

Pekerjaan Lain yang Berhubungan dengan IT

Selain Developer dan Programmer, berikut beberapa pekerjaan yang juga berhubungan dengan IT, antara lain:

  1. Engineer

Seorang engineer adalah seseorang yang ditugaskan untuk melakukan penjagaan dan perawatan sistem. Misalnya dalam suatu kantor, engineer bertugas untuk tetap memastikan system yang sudah ada berjalan dengan baik tanpa gangguan. Jika ada gangguan atau error, maka tugas engineer untuk melakukan perbaikan atas sistem yang ada.

  1. Frontend

Seseorang yang bekerja di bagian front end adalah seseorang yang bertanggung jawab atas sistem yang berada di bagian terdepan. Maksudnya system tersebut dapat dirasakan pengguna secara langsung dalam sebuah perusahaan. Orang yang bekerja di bagian front end harus mengerti dan paham user interface dan user experience karena dalam pekerjaannya, harus menyediakan formula yang mudah bagi pengguna sebuah aplikasi. Beberapa sub-bagian Frontend antara lain Frontend Engineer, Frontend Developer, Android Developer, iOs Developer, User Interface/User Experience (UI/UX) Designer, Mobile Developer dan Web Designer.

  1. Backend

Backend adalah segala sesuatu yang ada di belakang, bagian admin yang memiliki berbagai perhitungan dan logika yang merujuk pada analisis. Backend juga bertanggung jawab atas keamanan, misalnya ketika ada kasus hacking, maka mereka yang bertugas untuk menangkal dan menanggulangi kejadian tersebut. Efisiensi data dan kecepatan adalah fokus utama orang yang bekerja di bagian backend. Beberapa sub-bagian backend antara lain adalah Backend Developer, Backend Engineer, API Engineer, API Developer, Database Engineer dan Integration Engineer.

Baca juga : Web Server dan Jenis- Jenis Web Server

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂