Search
Close this search box.
perbedaan server, domain, hosting

Memahami tentang Perbedaan Server, Domain dan Hosting

Di masa PPKM seperti saat ini, banyak bisnis offline yang berpindah menggunakan platform bisnis online seperti website atau blog. Maka sebelum membuat website atau blog, pahami terlebih dahulu terkait istilah yang sering muncul di website agar tak salah paham. Beberapa istilah seperti hosting, server, dan domain akan sering didengar. Server, domain dan hosting adalah 3 hal yang saling berkaitan satu sama lain, namun memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda. Berikut penjelasan mengenai perbedaan server, domain dan hosting.

Baca juga : Panduan Belajar HTML Lengkap Bagi Pemula

Perbedaan Server, Domain dan Hosting

1. Hosting

data hosting

Hosting adalah sebuah layanan online yang digunakan untuk mengelola data situs atau aplikasi web oleh pengguna dan ditampilkan melalui pencarian google di internet. Singkatnya, hosting merupakan tempat untuk menyimpan data yang ada pada website dan ditempatkan dalam sebuah server. File website yang tersimpan di dalam hosting berupa gambar, script, video, email, aplikasi, dan database (basis data). Saat menggunakan jaringan internet dan akan mengakses sebuah situs, maka hal yang pertama anda lakukan adalah menuliskan nama domain atau kata kunci tertentu pada halaman mesin pencari seperti Google. Terdapat beberapa jenis hosting yang dapat dipahami, dua di antaranya adalah shared hosting dan cloud hosting.

  • Shared hostingadalah jenis hosting dengan harga terjangkau yang digunakan oleh beberapa website sekaligus. Maka, hosting yang digunakan berada pada server yang juga digunakan oleh orang lain, sehingga kecepatan website pun terbagi-bagi oleh para pengguna lain.
  • Cloud hostingadalah layanan hosting yang disimpan pada server dan terhubung melalui internet. Maka jumlah server yang digunakan bisa lebih dari satu server, sehingga saat terjadi masalah, server lain yang terhubung dengan internet dapat menjadi cadangan sementara hingga masalah tuntas.

Secara garis besar, saat menyewa layanan hoting, maka yang akan didapatkan adalah jasa penyimpanan data yang dipakai untuk website, seperti data dalam bentuk teks, video, audio, gambar, file dan lainnya. Meski sama-sama berguna untuk menampung data, namun hosting dan server tetap memiliki perbedaan, yaitu server mempunyai hard disk, RAM hingga prosesor yang bentuk dan ukurannya disesuaikan untuk disimpan di rack server. Bila dianalogikan, website seperti bangunan rumah. Hosting berperan sebagai tanah bangunan atau kavling tanah yang dipetak- petak untuk tempat dibangunnya rumah. Sedangkan Domain beserta IP (Internet Protocol) merupakan alamat rumah. Jadi, fungsi dari domain adalah memberikan identitas kepada suatu website agar tidak terjadi duplikasi dan sifatnya pasti unik. Maka, tujuan penggunaan hosting yaitu untuk menyimpan informasi dan data milik website.

Fungsi Hosting

  • Solusi Penyimpanan Praktis. Melalui web hosting data penunjang media yang berhubungan dengan website dapat dijadikan dalam satu wadah, sehingga membuat ruang penyimpanan lebih hemat.
  • Kostumisasi yang Mudah. Memberikan kenyamanan pada setiap penggunanya, karena memiliki kostumisasi yang mudah dikelola, melalui control panel yang dapat disesuaikan menurut website penggunanya.
  • Hemat Waktu dan Tenaga. Adanya orang atau tim yang berpengalaman di penyedia jasa layanan hosting yang melakukan pengelolaan server.
  • Pelestarian Alam. Dapat menghemat penggunaan kertas atau alat lain yang umumnya digunakan untuk menyebarkan informasi ke banyak orang. Dapat menyebarkan informasi melalui perangkat elektronik yang jauh lebih mudah, cepat, dan ramah lingkungan.
  • Efisiensi Anggaran. Layanan hosting juga akan membuat budget yang dikeluarkan menjadi lebih efisien. Kita tidak perlu lagi membeli banyak media penyimpanan.

Baca juga : Rekomendasi Aplikasi Pendukung Terbaik Untuk Jualan Online

2. Server

server

Server atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut peladen merupakan suatu sistem komputer yang memiliki layanan khusus berupa penyimpanan data. Data yang disimpan melalui server berupa informasi dan beragam jenis dokumen yang kompleks. Server memiliki software dan hardware yang berfungsi sebagai pemberi data kepada web client (browser) agar browser bisa menampilkan halaman website tertentu. Perangkat keras (hardware) server terdiri dari prosesor dan RAM yang menjalankan sebuah sistem operasi yang disebut dengan network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak (software) yang bisa mengontrol akses file-file yang ada dalam sebuah website. Adapun jenis software server yang biasa digunakan yaitu apache, apache tomcat, microsoft windows server 2008 IIS (Internet Information Services), nginX, zeus dan sun java system. Server akan bekerja ketika ada permintaan dari client (browser yang biasa dipakai). Seperti Chrome, Mozilla Firefox, Internet Explorer, Safari dan masih banyak yang lain. Ketika mengetik sebuah alamat website, maka server segera merespon permintaan dan akan mengirimkan isi website pada halaman browser.

Server berperan penting dalam menyediakan layanan akses lebih cepat untuk mengirim atau menerima data maupun informasi yang tersedia pada server. Dalam bentuk fisiknya, server berwujud jaringan komputer dan memiliki ukuran yang sangat besar dengan beberapa komponen pendukung prosesor dan RAM yang berkapasitas besar. Server harus selalu disimpan di sebuah data center yang didukung oleh fasilitas lengkap agar mesin server dapat bekerja optimal saat diakses dari seluruh dunia dan tidak mudah rusak sehingga dapat bertahan lama. Ketika seseorang menggunakan internet, mau tak mau akan mengakses website, baik itu google.com, bing.com, dan sebagainya. Dan server akan mengirimkan informasi ke perangkat sesuai apa yang dicari.

Fungsi Server

Berikut ini beberapa fungsi server secara umum:

  • Melakukan pelayanan serta bertanggung jawab terkait permintaan data dari komputer klien.
  • Bertanggung jawab mengatur trafik data.
  • Menyimpan berbagai file dan data untuk dapat diakses bersama-sama menggunakan protokol FTP.
  • Komputer klien dilindungi dengan cara pemasanganfirewall atau anti malware di komputer klien.
  • Hak akses ke dalam sebuah jaringan diatur sehingga tidak semua klien mampu mengakses data yang terdapat di dalam komputer server.

Jenis-Jenis Server

  • Proxy server: membatasi permintaan data, kinerja koneksi, dan berbagi file antar server dan klien di luar jaringan serta sebagai gerbang antara jaringan lokal dan jaringan luar.
  • Telnet server: mengatur komputer dengan melakukan login dan logoutpada komputer host.
  • Virtual server: sejumlah serverfisik dibuat seolah-olah seperti menjadi beberapa server.
  • Web server: untuk menyimpan konten pada website dan berkomunikasi menggunakan HTTP.
  • Audiodan video server: berfungsi untuk menyimpan fitur multimedia sebuah website.
  • FTP server: mengatur transfer data dalam sebuah jaringan.
  • Aplikasi server: mengolah perintah yang diberikan oleh klien dan menghubungkan dengan database.
  • Mail server: berfungsi ketika menyimpan surat elektronik dan menangani berbagai permintaan klien.
  • News server: mendistribusikan berbagai macam berita melalui jaringan berita.

Baca juga : Situs- Situs untuk Belajar PHP Sampai Mahir

3. Domain

domain

Domain merupakan nama yang sudah ditentukan dan diatur oleh sebuah badan pengelola nama domain. Di Indonesia diatur oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Ketika mengeluarkan biaya untuk sebuah nama domain, maka hanya dapat menyewanya sehingga setiap tahun harus memperbarui izin menggunakan nama domain yang digunakan. Nama domain adalah nama yang mudah diingat yang terkait dengan alamat IP fisik di internet. Nama unik ini muncul setelah tanda @ di alamat email, dan setelah www. di alamat web. Misalnya, nama domain example.com bisa diterjemahkan ke alamat fisik 198.102.434.8. Contoh nama domain lain adalah google.com dan wikipedia.org.  Alamat web akan lebih mudah diingat dan diketik jika menggunakan nama domain untuk mengidentifikasi lokasi di Internet, dibandingkan alamat IP numerik. Siapa saja dapat membeli nama domain. Untuk memilikinya, cukup buka registrar atau host domain, cari nama yang tidak digunakan orang lain, dan bayar biaya tahunan.

Jika website diibaratkan sebuah rumah, maka domain adalah alamat rumah yang menggantikan “letak geografis” rumah yang dalam konteks ini menggantikan alamat IP (IP address). Sebuah nama domain tidak dapat dibeli, karena hanya dapat membayar sewa yang harus diperbarui setiap tahun. Keberadaan domain juga tidak kalah penting jika dibandingkan dengan hosting. Domain bisa menjadi “nama” dari website yang dibuat. Website wajib menggunakan sebuah domain. Domain terdiri dari berbagai jenis, yaitu:

Jenis- Jenis Domain

  • Top level domain(TDP)

Top level domain (TLD) adalah ekstensi yang terdapat di akhir nama sebuah domain. Contohnya, dalam “www.netflix.com,” yang disebut TLD adalah akhiran “.com.”

  • Second level domain

Second Level Domain, biasa disebut dengan SLD atau “2LD.” SLD merujuk pada nama instansi, organisasi, atau nama pilihan yang digunakan. Bila mencontoh dari nama domaim pada poin di atas, “www.netflix.com” merupakan SLD yang dimaksud.

  • Third level domain

Third Level Domain atau 3LD ini adalah nama domain yang diberikan sebelum TLD dan SLD. Contoh, saat membuat untuk keperluan email, bisa menambahkan webmail.namadomain.com. Begitu pula untuk hal-hal lainnya seperti blog (blog.namadomain.com), promo (promo.namadomain.com), dan sebagainya. contoh domain : www.whello.id Berdasarkan contoh di atas, yang menjadi top level domain adalah domain dengan ekstensi “.id”. Nama domain “whello” merupakan second level domain.

Ada dua macam domain yang perlu kita ketahui yakni:

  • Domain gTLD (Global Top Level Domain)

Domain gTLD merupakan domain global yang cukup umum digunakan. Dalam penggunaannya, domain ini juga tidak membutuhkan syarat khusus. Contoh domain gTLD meliputi: .com, .net, .org dan masih banyak lagi lainnya.

  • DomainccTLD (Country Code Top Level Domain)

Country Code Level Domain lebih sering digunakan untuk domain lokal di negara-negara tertentu. Misal .id untuk domain Indonesia, .cn untuk negara Tiongkok, dan .my untuk Malaysia. Domain untuk website pemerintahan dan instansi pendidikan negara juga menggunakan ekstensi Country Code Level Domain.

Fungsi Domain

Domain memiliki fungsi untuk menunjukkan identitas website. Tentunya dengan menggunakan nama domain yang cocok untuk produk (website), pemilihan domain yang tepat dapat mendongkrak penjualan produk (website).

Baca juga : Memahami Psikologi Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

Postingan Terkait