Search
Close this search box.
jenis jenis error

Memahami Jenis- Jenis Kode Error pada Website

Hampir setiap orang saat ini sudah terbiasa dengan internet. Apalagi dengan tuntutan pekerjaan dan tugas sekolah dimasa PPKM seperti ini, yang mulai beralih menggunakan koneksi internet. Keberadaan internet benar-benar membantu kehidupan manusia saat ini. Namun, secanggih apapun teknologi yang dibuat manusia, pasti menyisakan beberapa kekurangan. Begitu juga dengan internet yang memiliki kekurangan, yang umumnya disebabkan karena adanya kesalahan atau error dari program, seperti masalah pada koneksi jaringan atau website yang bermasalah. Setiap kode error pada website akan memiliki format berupa 3 angka yang akan menunjukkan error apa yang terjadi. Beberapa contohnya adalah:

  • Kode status 1xx : sifatnya hanya sebagai informasi.
  • Kode Status 2xx : Status proses positif, artinya request berhasil diterima, di mengerti dan bisa diproses oleh web server.
  • Kode Status 3xx : Redirection, artinya websiteclient harus melakukan proses lain, dalam hal ini mengakses informasi sesuai redirection yang diberikan untuk mengakses informasi yang diinginkan secara lengkap.
  • Kode Status 4xx : Status Client Error, artinya web server akan mendeteksi bahwa request dari web client tidak memenuhi format yang standar, sehingga tidak dapat dikenali dan diproses secara lebih lanjut.
  • Kode Status 5xx : Status server error, artinya web server telah gagal memenuhi request dari web client karena adanya sesuatu hal yang menghalangi.

Baca juga : Penyebab Loading Website dan Cara Mengatasinya

Jenis Kode Error pada Website

Bagi yang sering menghabiskan waktu di internet, pasti sudah tidak asing dengan error yang kerap ditemui seperti 404 Error: Page Not Found mungkin adalah kode error yang sering kita temukan di internet. Namun, kode error tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak kode error yang dapat muncul di internet. Beberapa orang mungkin tidak mengetahui arti dari kode-kode error ini dan lebih memilih untuk menutup jendela website tersebut. Padahal, beberapa kode error di internet ini bisa diatasi. Kebanyakan error online ini diikuti dengan kode status HTTP, biasanya diawali dengan 4 atau 5 lalu diikuti dua digit lain. Error yang diawali dengan 4 terjadi karena ada kerusakan di sisi klien atau pengguna, sementara error yang diawali dengan 5 terjadi karena server yang bermasalah. Berikut beberapa error online yang sering ditemui dan bagaimana cara memperbaikinya.

1. Error 400: Bad Request Error

error 404

Bad Request Error artinya adalah server tidak dapat memahami request dari pengunjung website. Error seperti ini bisa muncul saat salah menuliskan alamat website atau bisa jadi ada gangguan pada server website. Error 400 adalah kesalahan umum yang didapatkan ketika server tidak dapat memahami permintaan dari browser, baik karena tidak dikirim dengan benar atau request yang terputus saat pengiriman. Error 400 dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti koneksi internet yang buruk, masalah caching, atau browser yang mengalami malfungsi. Cara menanganinya adalah dengan mencoba refresh laman web, mengecek kembali URL, mencoba mencari URL lewat mesin pencari seperti Google, bersihkan cache dan cookie.

2. Error 401: Unauthorizaed

error 401

Authorization Required muncul saat pengguna tidak memiliki hak untuk mengakses atau membuka halaman satu website. Error seperti ini juga muncul ketika memasukkan username atau password yang salah atau belum terdaftar sehingga tidak memiliki akses. Error 401 terjadi ketika mencoba mengakses halaman web yang memerlukan kata sandi. Tidak ada solusi untuk yang satu ini selain mendapatkan kata sandi yang tepat.

3. Error 403: Forbidden

error 403

Error Forbidden dapat muncul saat hendak mengakses sebuah halaman, tetapi tidak memiliki izin untuk mengaksesnya. Biasa terjadi karena ada izin file atau folder yang salah. Error 403 biasanya menunjukkan bahwa telah memasukkan URL atau mengklik tautan yang halaman webnya membutuhkan izin akses. Untuk memperbaikinya, harus memiliki akun atau beberapa jenis otorisasi lainnya agar bisa mengakses halaman web tersebut. Cobalah pergi ke halaman beranda situs web dan periksa apakah bagian web tersebut terdapat opsi untuk membuat akun. Pada beberapa kasus, pengguna salah memilih perizinan hak akses situs. Cek hak yang diberikan pada laman web tersebut, lalu refresh lagi laman webnya.

4. Error 404: Not Found

link 404

Pesan Error 404 merupakan kode error yang sering muncul saat melakukan browsing dan biasanya akan muncul disaat halaman web yang ingin dituju tak dapat ditemukan. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan saat mengetik URL atau  karena halaman yang dituju tak tersedia lagi, pindah, atau dihapus. Dengan munculnya Error 404, kemungkinan URL dimasukkan tidak benar.

Untuk memperbaikinya, kamu bisa mencoba me-refresh laman web, mengecek kembali URL, mencoba mencari URL lewat mesin pencari seperti Google. Dan periksa kembali ejaan, tanda baca, dan akhiran (.com, .net, .org, dll.) dari nama domain, dan coba lagi.

Baca juga : Bentuk-Bentuk dan Strategi Content Marketing

5. Error 405: Method Not Allowed

Arti kode error di internet yang kelima yaitu kode Error 405. Error 405 mungkin memang jarang ditemui dan sulit untuk didefinisikan daripada yang lain. Pada dasarnya, Error 405 berarti bahwa server memahami apa yang diminta browser web, tetapi menolak untuk memenuhi permintaan. Error 405 bisa menjadi akibat dari kesalahan dalam kode situs web atau pengalihan yang salah.

6. Error 408: Request Timeout

error 408

Jika pesan yang muncul adalah Error 408, biasanya ini diakibatkan oleh koneksi internet yang lambat, sehingga server memutus koneksi dengan browser. Cara mengatasinya cukup dengan memeriksa kembali sambungan internet dan me-refresh browser kamu.

7. Error 500: Internal Server Error

error 500

Berbeda dengan pesan-pesan error yang sebelumnya, Internal Server Error bukan dikarenakan oleh kesalahan pengunjung website, tetapi karena ada masalah pada server. Artinya, tidak ada yang salah dengan jaringan internet, komputer, dan browser. Tidak banyak yang bisa kamu lakukan karena yang bisa memperbaikinya adalah admin. Bila pesan ini muncul saat hendak mengakses suatu website, maka harus menunggu hingga masalahnya diperbaiki, dan dapat mengaksesnya kembali di lain waktu.

Error 500 adalah salah satu kode Error yang juga sering ditemui. Sama seperti Error 400, kode ini adalah kode generik yang menunjukkan masalah yang tidak ditentukan. Setiap kali server mengalami kesulitan yang membuatnya tidak bisa memenuhi permintaan, serta masalahnya tidak dapat dijelaskan oleh kode server lain. Untuk mengatasinya, coba muat ulang halaman web, hapus cache, hapus cookie, mulai ulang browser, mencobanya lagi nanti, atau menghubungi admin yang bertanggung jawab dalam pengembangan situs tersebut.

8. Error 502: Bad Gateway

Bad Gateway terjadi dikarenakan oleh server yang mencoba mengambil informasi dari sever lain, tetapi mendapatkan respon yang tidak valid. Error 502 juga muncul karena ada masalah pada server. Tapi, tidak ada salahnya untuk coba membersihkan cache yang sudah kadaluarsa atau file yang rusak pada browser, karena mungkin saja disebabkan oleh browser. Jika masih tetap error, cek apakah orang lain juga mengalami error yang sama dengan menggunakan situs seperti isitdownrightnow.com atau downforeveryoneorjustme.com.

9. Error 503 : Service Unavailable Error

error 503

Service Unavailable Error mengindikasikan server yang tidak mampu menangani seluruh request yang masuk. Error ini terjadi dikarenakan server mengalami kelebihan beban karena terlalu banyaknya request atau permintaan yang masuk. Alasan paling sering ditemui adalah karena terlalu banyak pengguna yang mengakses situs tersebut. Error 503 menunjukkan bahwa server web tidak dapat memproses permintaan. Ketika mendapatkan Error 503, berarti server sedang dalam pemeliharaan, atau kelebihan permintaan. Solusinya adalah dengan me-refresh laman web sampai bisa kembali mengaksesnya, atau mencobanya nanti ketika sekiranya jumlah pengakses sudah menurun. Cek juga apakah orang lain mengalami error yang sama, melalui situs isitdownrightnow.com atau downforeveryoneorjustme.com.

Baca juga : Manfaat dan Strategi Content Marketing

Penyebab Website Down dan Cara Mengatasinya

Apabila website mendadak tidak bisa diakses, cari tahu terlebih dahulu penyebab website down dan segera lakukan perbaikan. Terutama, jika website tersebut digunakan untuk tujuan bisnis. Kredibilitas bisnis menjadi diragukan dan performa penjualan bisa saja menurun. Berikut beberapa alasan kenapa website tidak bisa diakses:

  1. Kualitas Hosting Kurang Baik

Salah satu penyebab website down adalah layanan hosting kurang memberikan performa yang optimal. Server harus mampu bekerja secara nonstop agar website terus online 24 jam. Namun, kadang muncul kendala yang menjadi penyebab server website down. Bisa karena kualitas servernya, teknologi yang digunakan, hingga perawatan yang kurang maksimalIdealnya, sebuah penyedia layanan hosting mampu memberikan jaminan uptime hingga 99,99%.  Apa maksud uptime tinggi ini? Server yang digunakan akan selalu dalam keadaan online dan jika terjadi down hanya selama 5 menit dalam kurun satu tahun. Jadi, karena kendala down tidak sering terjadi, kredibilitas online juga akan lebih terjaga.

  1. Kebanjiran Trafik

Selain hosting yang kurang baik, website bisa down apabila trafiknya membludak. Misal, saat website sedang menggelar promo sales di waktu tertentu, yang akan memicu banyak pengunjung mengakses website dalam waktu bersamaan. Maka banyaknya akses secara bersamaan akan membuat server tidak dapat menangani permintaan data dengan baik. Biasanya dimulai dengan akses yang lambat hingga benar-benar tidak bisa diakses sama sekali. Hal tersebut menjadi lebih buruk jika layanan hosting yang digunakan tidak sesuai kebutuhan. Jadi, segera lakukan upgrade jika ternyata kebutuhan website meningkat.

  1. DNS Bermasalah

DNS merupakan sistem yang memudahkan komunikasi internet dengan penggunaan URL. Dengan sistem ini, pengguna tak perlu lagi mengingat deretan angka sebagai alamat IP ketika akan mengakses website. DNS harus diatur dengan benar agar mampu mengarah ke website yang tepat. Namun, kadang terjadi kesalahan. Misal, sudah mengetikan alamat yang benar tapi muncul pesan error di browser. Ternyata, URL tersebut mengarahkan ke website lain yang tidak aktif. Cara mengatasinya, cukup mengecek setting DNS di cPanel apakah sudah sesuai. Jika masih mengalami kendala, hubungi customer service untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

  1. Kendala pada WordPress

Kendala pada WordPress juga bisa menjadi penyebab website down. Jenis kendala yang terjadi pun sangat banyak. Jadi, pastikan error apa yang sedang dimunculkan. Contoh, jika website tidak dapat diakses dengan keterangan error 404, artinya terjadi kendala pada URL yang digunakan atau pengaturan DNS-nya. Kendala ini akan memunculkan pesan bahwa website tidak ditemukan. Dengan adanya keterangan error, akan lebih mudah untuk mengatasi kendala yang terjadi.

Baca juga : Perubahan Perilaku Konsumen selama Pandemi

  1. Serangan Hacker

Ada banyak serangan hacker yang dapat mengganggu website seperti malware, XSS, SQL Injection dan DDoS. Serangan yang sering digunakan sebagai penyebab server website down adalah DDoS. Dalam aksinya, peretas akan membanjiri website dengan trafik palsu sehingga server kewalahan melayani permintaan pengguna. Biasanya ditujukan ke website dengan sistem keamanan yang rendah. Maka, selalu tingkatkan keamanan website untuk mencegah hal ini. Bila perlu, bisa memakai layanan keamanan dari pihak ketiga, seperti CloudFlare.

  1. Pemadaman Listrik (Power Outage)

Pemadaman listrik atau power outage juga bisa menjadi penyebab website down. Karena ketika data center mengalami gangguan dan server mati, website juga akan mengalami dampaknya. Pemadaman listrik biasanya terkait pemeliharaan rutin yang harus dilakukan. Jika, data center memiliki cadangan listrik yang memadai, kendala server down bisa dihindari. Namun, kendala outage bisa saja terjadi tanpa diduga. Misal, akibat sambaran petir yang tidak hanya mematikan server tapi membuat infrastruktur server rusak, seperti yang terjadi pada layanan Microsoft Azure. Hal ini tentu tidak dapat dihindari. Hubungi layanan pelanggan untuk mengetahui informasi kendalanya. Maka, bisa memberitahukan kendala tersebut kepada pengunjung jika website sudah normal kembali, untuk menjaga kepercayaan terhadap website.

  1. Maintenance Server

Maintenance server merupakan kegiatan rutin penyedia layanan hosting dalam upaya pemeliharaan server. Maintenance bisa berupa update fitur hingga peralatan (hardware) atau pengecekan rutin lainnya.  Proses maintenance akan membuat akses website menjadi terkendala. Bahkan, kadang tidak dapat diakses sama sekali untuk beberapawaktu tertentu. Untungnya, sebagian besar maintenance dilakukan di luar jam sibuk. Jadi, tidak terlalu mempengaruhi kegiatan bisnis. Bagi pemilik website, cukup menunggu proses maintenance yang sedang berlangsung. Jjika pihak penyedia hosting sudah menginformasikan jadwal maintenance, bisa menunda kegiatan promo sales atau update website di waktu yang sudah ditentukan tersebut.

  1. Kesalahan Coding

Kesalahan dalam coding atau struktur kode website bisa jadi salah satu penyebab website down. Bisa terjadi karena adanya typo atau simbol yang kurang lengkap. Meskipun penyebabnya cukup sepele, namun kesalahan coding ini dapat mengacaukan website secara keseluruhan. Untuk mengatasi masalah ini, ketahui kode mana yang error. Di WordPress biasanya akan mendapatkan notifikasi Syntax Error. Dan mendapatkan informasi file beserta baris kode yang error. Segera perbaiki file yang error tersebut jika memiliki kemampuan teknis yang cukup.

Baca juga : Memahami Psikologi Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

Postingan Terkait

Malware

Jenis-Jenis dan Tujuan Dibuatnya Malware

Malware adalah perangkat lunak yang dibuat dengan tujuan memasuki dan terkadang merusak sistem komputer, jaringan, atau server tanpa diketahui oleh pemiliknya. Istilah malware diambil dari gabungan potongan dua kata yaitu malicious “berniat jahat” dan software “perangkat lunak”. Tujuannya tentu untuk merusak atau mencuri data dari perangkat yang dimasuki. Hanya orang-orang yang sudah paham mengenai cara membuat perangkat lunak dan sistem keamanan pada perangkat lunak saja yang bisa menciptakan malware. Namun saat ini, sudah banyak aplikasi yang dapat membuat malware yang biasanya disusupkan ke dalam jaringan internet. Berikut penjelasan mengenai apa itu malware, jenis-jenisnya, cara kerja malware serta cara mengatasinya.

Read More »