JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
blog

Langkah Mudah Membuat Blog dan Penjelasannya

Dalam membuat blog tidak eksklusif untuk orang-orang yang paham coding saja. Dengan bantuan platform CMS, membuat blog pribadi menjadi sangat mudah. Siapapun bisa melakukannya. Berikut kami rangkum cara membuat blog pribadi, serta panduan mengelola dan mengoptimasi blog yang telah dibuat.

Pengertian Blog

Blog adalah website atau jurnal online yang memuat beragam informasi seperti artikel, foto, atau video, yang selalu diperbarui secara rutin. Pengertian blog sendiri adalah “web log”, yang berarti menyimpan “log” informasi di website. Adapun dari sumber lain blog didefinisikan sebagai website yang dikelola beberapa penulis dan berisi pengalaman pribadi, observasi, dan opini dari penulis. Seringkali blog dilengkapi gambar atau link ke website lain. Postingan terbaru dari sebuah blog selalu ditampilkan di bagian atas halaman. Blog biasanya dikelola oleh seorang blogger. Blogger merupakan orang yang membuat dan mengelola blog, membagikan pandangan serta perspektif mereka kepada audience secara online baik untuk tujuan pribadi maupun bisnis. Topik pembahasan blogger pun beragam, mulai dari kesenian hingga politik. Dan saat ini sudah banyak blogger yang terkenal dan menjadi ‘selebriti’ di dunia online serta offline.

Baca juga : Tips Sukses Siapkan Bisnis Menjelang Hari Raya

Manfaat dan Fungsi Blog

1. Mengasah Kemampuan Menulis

Menulis adalah keahlian penting yang bisa dilakukan oleh siapa saja, dan seorang blogger bisa mengasah kemampuan tersebut melalui blog atau website.  Blogger bebas menulis artikel sebanyak-banyaknya sampai kemampuan menulisnya semakin baik. Terlebih lagi blog adalah platform yang cocok digunakan untuk tema apa saja, dari traveling hingga parenting.

2. Media Publikasi untuk Siapa Saja

Selesai menulis sebuah artikel atau cerita, tentu saja ingin banyak orang yang membacanya bukan. Maka, blog bisa melakukan publikasi. Jika mengirim tulisan ke sebuah media, tentu akan ada seleksi dan ada kemungkinan tulisan yang dikirimkan tidak terbit. Sedangkan melalui blog, bisa menerbitkan tulisan atau karyanya kapan saja.

3. Bukti Profesionalitas

Blog juga dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan profesionalitas di bidang tertentu. Misalnya, untuk seorang profesional di bidang marketing, maka bisa membuat blog yang berisi tips-tips berkaitan dengan marketing.

4. Sebagai Sarana untuk Branding

Konten-konten di blog bisa menjadi portofolio online yang bisa diakses siapa saja, termasuk oleh perusahaan yang akan merekrut karyawan. Apalagi rekrutmen di era digital ini tidak terbatas pada CV yang dikirimkan saja, tetapi juga pada jejak digital yang dimiliki.

5. Menghasilkan Uang

Terdapat berbagai cara untuk menghasilkan uang melalui blog. Pertama, bisa menggunakan Ads Google. Blog dengan trafik kunjungan tinggi biasanya dapat dengan mudah bekerja sama dengan layanan iklan milik Google tersebut. Kedua, bisa mendapatkan uang dari endorsement produk. Perusahaan akan berdatangan mengajak kerjasama endorsement jika sudah menjadi Key Opinion Leader (KOL). KOL biasanya adalah seorang profesional di bidang tertentu yang mampu menggerakkan opini pembaca.  Ketiga, semakin banyak yang mengenal karya dalam sebuah web, semakin terbuka juga peluang untuk membuka jasa freelance. Buka jasa freelance sesuai dengan keahlian yang dikuasai. Bisa desain, copywriting, ilustrasi, fotografi, atau keahlian lain yang dibutuhkan banyak orang. Untuk bisa menghasilkan uang dari blog, perlu mempunyai domain sendiri dan web hosting. Agar blog lebih terpercaya. Di sisi lain web hosting berguna untuk menyimpan data-data blog.

Perbedaan Blog dan Website

Blog Website
Konten Konten seputar tema yang diminati pemilik blog. Konten seputar produk atau layanan yang diminati pembaca.
Update Bersifat dinamis, selalu update secara berkala. Bersifat statis, tidak selalu membutuhkan update konten.
Arah Komunikasi Lebih interaktif dengan pembaca melalui kolom komentar. Informasi bersifat satu arah, dari pemilik website ke pengunjung.
Subscribe Pembaca dapat subscribe untuk mendapatkan notifikasi konten baru. Menyediakan pilihan subscribe newsletter atau update produk.
Gaya Bahasa Gaya bahasa bervariasi, biasanya lebih personal. Gaya bahasa cenderung formal dan profesional.
Pengelola Dikelola oleh satu atau beberapa penulis. Dikelola oleh tim ahli khusus atau perusahaan tertentu.
Navigasi Konten biasanya dibagi menjadi beberapa kategori atau tag. Konten biasanya dibagi berdasarkan produk atau layanan.

 

Website adalah laman online yang terhubung dalam satu domain yang berisi konten seputar produk atau layanan.  Dan biasanya dikelola secara profesional. Sedangkan, Blog adalah web log yang berisi konten seperti opini, pengalaman, atau aktivitas penulis, yang biasanya dikelola oleh pribadi.

Beberapa Pilihan Platform untuk Membuat Blog

wordpress

Platform Blog adalah media yang akan digunakan untuk mengelola blog, mulai dari publish hingga optimasi. Platform ini sangat berjasa, sehingga membuat blog tidak lagi sulit. Namun saat ini sudah banyak platform blog bermunculan. Berikut beberapa platform blogging, yaitu:

  1. WordPress.org

WordPress.org adalah software open source yang dapat digunakan gratis. Agar software ini dapat live dan diakses lewat internet, maka memerlukan layanan hosting. Biaya yang harus dikeluarkan hanyalah untuk layanan hosting dan domain. Kemudian, instal secara gratis software WordPress.org. Wordpress ini bisa dikatakan, CMS paling populer. Platform ini sudah digunakan oleh lebih dari 35% blog dan website yang ada di internet.  Beberapa alasan mengapa membuat blog dengan WordPress sangat diminati:

  • User-friendly;
  • Memiliki komunitas yang besar;
  • Tersedia banyak tutorial;
  • Plugin melimpah;
  • Tema beragam.

Maka kami sangat merekomendasikan WordPress untuk Anda yang akan membuat bloh sendiri. Meski mudah digunakan, blog yang dihasilkan WordPress bukan abal-abal dan dapat dioptimasi dengan maksimal.  Terbukti dengan digunakannya WordPress pada perusahaan-perusahaan besar dunia. Seperti Sony Music, The Walt Disney, dan Mercedes Benz.

  1. WordPress.com

WordPress.com adalah CMS yang menggunakan server hosting milik WordPress.  Sebenarnya, WordPress.com dapat digunakan gratis, tapi dengan subdomain bawaan WordPress.com. Seperti bloganda.wordpress.com, Itulah ekstensi domain default jika menggunakan platform gratisan ini. Namun, karena gratis akan ada batasannya, seperti:

  • Keamanan perlu dioptimalkan;
  • Hanya dapat mengerjakan website atau blog sederhana;
  • Tidak dapat menginstal plugin;
  • Tidak dapat mengganti tema sendiri;
  • Jika menginginkan kustomisasi ala WordPress.org biaya yang dikeluarkan sangat mahal untuk hosting WordPress dan penggantian domain.
  1. Blogger

Blogger atau Blogspot adalah platform blogging milik Google. Karena itu, Blogger juga bisa diintegrasikan dengan produk Google lainnya. Misalnya, AdSense, AdWords, Google Analytics, dll. Biasanya, blog yang menggunakan platform ini memiliki domain .blogspot.com. Misalnya, bloganda.blogspot.com. Meski ramah pengguna, namun fiturnya kurang lengkap dibanding WordPress, seperti:

  • Tidak memiliki plugin yang banyak;
  • Blog dan segala isinya tetap milik Blogger, pemilik tidak memiliki hak penuh atas situs Blog;
  • Pilihan template terbatas;
  • Tidak memiliki tag untuk menandai tulisan;
  • Tidak adanya opsi kustomisasi permalink;
  • Update user interface dashboard yang sering bermasalah;
  • Menggunakan subdomain blogspot.com memiliki cap kurang terpercaya.
  1. Weebly

Satu lagi cara membuat blog untuk pemula, yaitu dengan platform Weebly. Weebly memiliki user interface yang mudah dengan sistem drag and drop. Namun, Weebly agak membutuhkan usaha untuk SEO, karena tidak banyak pilihan yang dapat dioptimasi. Tidak seperti WordPress yang dapat lebih maksimal dengan bantuan plugin.

Baca juga : Tips Meningkatkan Produktivitas Bisnis Online di Masa New Normal dan PPKM

Cara Membuat Blog Pribadi dengan Mudah

  1. Memilih Niche Blog

Niche blog adalah tema atau topik khusus untuk blog. Jadi, hanya perlu fokus membuat konten-konten dengan tema yang sama. Hal ini dianjurkan agar blogger dikenal sebagai ahli dalam topik tertentu dan dijadikan referensi oleh banyak orang. Hasilnya, traffic blog meningkat dan lebih mudah dimonetisasi dengan iklan atau endorsement. Namun harus tetap memastikan beberapa tips berikut dalam menentukan niche blog:

  • Pilih topik yang dikuasai, Memilih topik yang dikuasai bisa  membantu menemukan ide dengan lebih mudah. Selain itu, karena membahas satu topik yang sama, akan menjadikan lebih ahli pada bidang tersebut suatu saat.
  • Pilih topik yang populer, Usahakan topik yang digemari sejalan dengan trend internet, agar konten di blog tidak sia-sia. Manfaatkan google Trends untuk melihat potensi topik yang digemari dan banyak dicari.
  • Melihat peluang keuntungan niche blog, niche blog berpeluang mendapatkan uang dari internet, dapat mencoba dengan beberapa cara. Misalnya, memasang Google AdSense, kemungkinan produk review atau endorsement, peluang penjualan ebook, peminat jasa konsultasi, dll.
  1. Pilih Layanan dan Jenis Hosting yang Tepat

Hosting adalah tempat di mana semua file blog disimpan dan dapat diakses melalui internet. Karena menggunakan WordPress.org dalam membuat blog, maka diperlukan layanan hosting secara mandiri. Dalam memilih layanan hosting tidak boleh sembarangan, karena akan berpengaruh pada performa blog. Jadi, sebisa mungkin pilih layanan hosting yang terpercaya. Beberapa jenis hosting yang dapat digunakan, yaitu:

  • Shared hosting, jenis hosting yang paling terjangkau dan mudah penggunaannya;
  • Cloud hosting, jenis hosting dengan fasilitas VPS dan kemudahan shared hosting;
  • VPS hosting, memiliki kapasitas server yang besar dan membutuhkan keterampilan teknis.

Cara membuat blog untuk pemula lebih cocok menggunakan shared hosting. Karena blog pada tahap awal belum membutuhkan sumber daya server yang tinggi. Pengelolaannya pun sangat mudah dan dibantu oleh penyedia layanan. Untuk membeli layanan hosting pun juga sangat mudah.

  1. Menentukan Nama Domain

Selain hosting, juga akan membutuhkan domain. Domain adalah alamat yang digunakan untuk mengakses blog Anda. Misalnya, ezy.co.id yang memiliki nama domain. Kami merekomendasikan WordPress.org, karena pengguna bebas memilih nama domain.  Berbeda dengan WordPress.com dan Blogspot yang memiliki default ekstensi domain, seperti bloganda.wordpress.com atau bloganda.blogspot.com. Untuk upgrade domain pun biayanya lumayan mahla. Dengan menggunakan WordPress.org, bebas memilih ekstensi domain, misalnya:

  • .com
  • .org
  • .co.id
  • .id
  • .net, dan lain-lain

Apapun domain yang dipilih, pastikan memenuhi beberapa tips berikut:

  • Mudah dieja, Cara membuat blog lebih mudah diingat oleh pengunjung, bisa menggunakan nama sendiri sebagai domain. Jika tidak, maka bisa berkreasi menggunakan nama dengan unsur niche blog yang sudah dibuat. Namun, pastikan mudah untuk dieja dan diketik oleh pengunjung. Misalnya, blog memiliki niche di bidang komputer. Maka, bisa menggunakan nama seperti computergeeks.com, computermania.net, dll.
  • Singkat, Pastikan domain tidak lebih dari 63 karakter. Gunakan nama sesingkat dan sesederhana mungkin. Ini adalah cara membuat blog mudah diingat oleh pengunjung.
  • Tidak memiliki angka dan tanda hubung, karena angka dan tanda hubung dapat menyulitkan pengunjung dalam mengingat domain. Jadi, sebaiknya hindari kedua hal tersebut.
  1. Instalasi WordPress

Setelah memiliki hosting dan domain, langkah selanjutnya yaitu menginstal WordPress. Pengguna dapat memilih fitur Auto Install Website WordPress saat proses checkout. Fitur ini gratis dan tidak perlu repot menginstall WordPress secara manual. Namun, jika tidak memilih fitur tersebut saat checkout, kami juga akan memberikan panduan instalasi WordPress dengan mudah. Yaitu dengan memilih fitur SSL premium ataupun Whois Protection. Untuk fitur SSL premium sendiri tentunya akan lebih baik dalam hal keamanan dibandingkan SSL gratis dari Let’s Encrypt. Sedangkan untuk Whois Protection atau perlindungan privasi Whois akan melindungi data-data pemilik domain. Dengan begitu, privasi akan terjamin.

Langkah 1: Masuk ke cPanel

Masuk ke cPanel dengan mengakses http://namadomain/cpanel.

Langkah 2: Buka Softaculous Apps Installer

Setelah sampai di dashboard cPanel, silakan scroll hingga bawah dan klik logo WordPress pada bagian Softaculous Apps Installer.

Langkah 3: Instal WordPress – klik Install Now.

Langkah 4: Setting Instalasi WordPress

Pada bagian ini, Anda akan diminta mengisi beberapa setting instalasi WordPress. Pertama, pada bagian Software Setup silakan pilih nama domain Choose Domain, kolom In Directory silakan dikosongkan. Kedua, isi nama dan deskripsi blog Anda, pada kolom Site Name dan Site Description. Ketiga, tentukan username dan password untuk login ke dashboard WordPress.

Langkah 5: Pilih Tema dan Instal

Selanjutnya, pilih tema WordPress yang ingin digunakan. Tetapi jika bingung dengan banyaknya pilihan, maka dapat memilih salah satu tema dan mengubahnya ketika instalasi selesai. Selanjutnya, klik Install.

Langkah 6: Instalasi Selesai

Kemudian akan mendapatkan notifikasi instalasi sukses yang berisi alamat blog beserta URL login ke dashboard admin.

Baca juga : Strategi Pemasaran di Bulan Ramadhan agar Bisnis Tetap Tumbuh Dengan Berkah

  1. Konfigurasi Dasar WordPress

Setelah WordPress berhasil diinstal, lakukan beberapa konfigurasi atau setting. Login ke dashboard WordPress terlebih dahulu dengan cara akses ke http://namadomain.com/wp-admin.

Langkah 1: Hapus Post Bawaan WordPress

Tugas pertama kita adalah menghapus post dan page tersebut dengan cara, masuk ke menu Posts dan klik Trash pada post Hello World!. Lakukan hal yang sama pada page, klik menu Pages dan klik Trash pada Sample Page.

Langkah 2: Ubah Kategori

Setiap WordPress yang baru diinstal, akan memiliki default kategori bernama Uncategorized.

Kategori ini tidak bisa dihapus sebelum membuat kategori baru. Jadi ubah namanya terlebih dahulu. Caranya, klik menu Posts > pilih Categories > klik Edit pada opsi Uncategorized.

Selanjutnya masuk ke halaman Edit Category, ubah nama dan nama URL pada kolom Name dan Slug kategori, lalu klik Update.

Langkah 3: Atur Format Tanggal

Tanggal dan waktu WordPress masih mengikuti waktu default yang mengikuti zona waktu Eropa. Maka uubah menjadi zona waktu lokasi sekarang. Caranya, masuk ke menu Settings > General > ubah opsi Timezone menjadi UTC +7 (untuk WIB) > pilih Date Format > dan Time Format > klik Save Changes.

Langkah 4: Atur Post

Pada satu halaman, dapat mengatur seberapa banyak post yang ingin ditampilkan. Caranya, masuk ke menu Setting > Reading > ubah pada kolom Blog pages show at most. Selain itu, juga dapat mengatur feed tiap post menjadi full text atau summary. Sebagai rekomendasi, buatlah tiap post menjadi summary, agar tampilan blog lebih rapi. Caranya, klik opsi Summary pada kolom For each post in a feed, include. Setting bagian ini adalah cara membuat blog lebih terkesan rapi dan terstruktur.

Langkah 5: Setting Komentar

Agar terhindar dari komentar spammer, setting kolom komentar. Jadi, setiap komentar yang masuk akan menunggu persetujuan sebelum diterbitkan. Caranya, masuk ke menu Settings > Discussion > pilih opsi Comment must be manually approve pada kolom Before a comment appears, lalu Save Changes.

Langkah 6: Ubah Format Permalink

URL pada WordPress awalnya memiliki pengaturan default seperti,  http://namadomain.com/?p=3 Namun, URL ini sangat tidak efektif, karena tidak bisa melihat apa isi URL tersebut dan tidak baik bagi SEO. Maka dapat mengubahnya dengan cara, masuk ke menu Settings > Permalinks > dan pilih opsi Post Name. Pilihan ini paling terbaik dari yang lain.

Langkah 7: Ubah Gravatar

Ketika ingin berkomentar atau membalas komentar orang lain, dapat memajang avatar sesuai keinginan. Caranya, silakan ke laman gravatar dan masuk menggunakan email, username, dan password WordPress.

Langkah 8: Lengkapi Profil WordPress

Terkadang, tema WordPress memungkinkan untuk menampilkan beberapa profil pengguna. Misalnya, akun Instagram, LinkedIn, biografi singkat, dll. Maka dapat melengkapinya di menu Users > Profile > bila sudah lengkap silakan klik Update Profile.

  1. Instal Tema WordPress

Saat mengikuti cara membuat blog sendiri dengan WordPress, maka akan mendapatkan ribuan pilihan tema. Meski begitu, memilih tema tidak boleh sembarangan. Karena akan mempengaruhi tampilan blog secara keseluruhan. Jadi, pastikan memilih tema yang cocok dengan niche blog, dapat dikustomisasi, mobile-friendly, dan memiliki navigasi yang baik. Jika masih ingin mencoba atau bereksperimen dengan blog, dapat mencoba template gratis terlebih dahulu. Namun, saat blog sudah mulai berkembang, upgrade dan gunakan tema berbayar. Agar blog terkesan lebih profesional dan maksimal untuk SEO. Untuk mengganti tema WordPress ada di menu Appearance > Themes > Add New. Selanjutnya, cari dan pilih tema yang ingin digunakan. Anda dapat melihat preview tema terlebih dahulu, dan jika dirasa sudah menemukan template yang tepat, silakan klik Install. Setelah itu, klik Activate untuk mengaktifkan tema tersebut ke blog. Kemudian blog mungkin akan membutuhkan beberapa setting dasar tergantung templatenya. Misalnya, foto background, logo, slider, dll.

  1. Cara Membuat Blog Post Pertama 

Perbedaan Post dan Page

Tuangkan seluruh ide dalam konten artikel. Saat membuat blog akan akrab dengan istilah post dan page. Keduanya sering diartikan terbalik dalam cara membuat blog, jadi mari kita pahami dengan seksama.

Post

Page

Sebuah halaman yang berisi satu konten blog.

Sebuah halaman yang berisi kumpulan post.

Biasa digunakan untuk menulis artikel.

Biasa digunakan untuk membuat halaman about us, profil, kontak, dll.

Dapat dibedakan berdasarkan kategori dan tag.

Dapat dibagi menjadi sub-page.

Bersifat dinamis.

Bersifat statis.

Tidak bisa dijadikan homepage.

Dapat dijadikan homepage.

Baca juga : Mengetahui Apa itu cPanel dan Bagaimana Cara Penggunaanya

Panduan Membuat Post di Blog

Pertama, masuk ke menu Posts > Add New.

Kedua, tampilan akan langsung berada pada editor guttenberg. Dapat menulis atau menyalin konten artikel disini.

Ketiga, setting beberapa pengaturan post. Misalnya permalink, kategori, tags, featured image, dll. Semuanya lengkap tersedia pada samping kanan editor.

  • Permalink – Karena sebelumnya kita sudah setting menjadi post name, maka bisa mengubah bagian ini untuk mengatur URL konten. Misalnya, websitepercobaan.com/artikel-percobaan.
  • Categories –  dapat memasukkan artikel ke kategori yang diinginkan. Dan bebas membuat kategori baru.
  • Tags – Masukkan beberapa kata kunci untuk mengelompokkan artikel ke topik yang lebih spesifik.
  • Featured Image – Gambar yang berfungsi sebagai cover artikel.
  • Excerpt – Beberapa kalimat atau summary yang menggambarkan isi artikel.
  • Discussion – Terdapat opsi kolom komentar, pingbacks, dan trackbacks.
  • Post Attribute – dapat memilih antara default template, cover template, atau full width template. Biasanya pengaturannya adalah default template.

Sebelum mempublikasikan artikel, penulis dapat melihat preview. Caranya, klik Preview pada bagian kanan atas layar > pilih tampilan Preview > klik Preview in new tab. Maka, dapat melihat preview dalam tampilan desktop, tablet, dan mobile. Sehingga, bisa melihat apakah tampilan artikel nyaman dibaca di berbagai device.

Terakhir, klik Publish di sebelah tombol preview tadi. Sebelum benar-benar publish, dapat memilih jangkauan pembaca yaitu:

  • Publik, siapapun dapat mengakses post;
  • Private, hanya editor dan admin;
  • Password protected, hanya yang memiliki password yang dapat mengakses post.

Selain itu, juga dapat menjadwalkan publish artikel secara otomatis. Jika sudah siap, silakan klik Publish. Artinya langkah membuat blog sendiri telah selesai.

  1. Menginstal Plugin

Plugin menjadi salah satu kelebihan utama WordPress. Tambahkan fitur dan fungsi di blog dengan mudah. Caranya, masuk ke menu Plugins > Add New. Selanjutnya, cari plugin pada bagian pencarian. Coba menginstal plugin Yoast SEO. Lalu, klik Install Now pada plugin yang ingin dipasang dan Activate. Berikut beberapa contoh plugin WordPress yang bisa dicoba:

  • Wordfence – Meningkatkan keamanan blog.
  • Yoast SEO – Meningkatkan peringkat blog di hasil pencarian.
  • WP Super Cache – Mengoptimalkan kecepatan blog.
  • Contact Form 7 – Membuat form dengan mudah.
  • WP Social Sharing – Mempermudah share konten ke media sosial.

Baca juga : Bisnis Musiman pada Bulan Ramadan dan Jelang Lebaran

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂