JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
web hosting

Jenis- Jenis Web Hosting / Web Server

Pengertian Web Hosting

Web hosting adalah layanan online untuk meng-onlinekan website atau aplikasi web di internet. Ketika membeli dan mendaftar di suatu layanan hosting, artinya pengguna sedang meminjam space di server, tempat menyimpan semua file dan data yang dibutuhkan oleh website agar dapat bekeja sepenuhnya. Server merupakan komputer fisik yang berjalan tanpa adanya interupsi sehingga website bisa diakses kapan saja oleh siapa pun. Web host bertugas untuk menjaga server agar tetap aktif dan berjalan, mengamankannya dari serangan cyber berbahaya, dan memindahkan konten dari server ke browser pengunjung situs web. Sedangkan Hosting merupakan Istilah untuk jasa penyewaan server Internet untuk keperluan website dan email. Pemakai umum menyewa jasa hosting kepada penyedia hosting dan mendapatkan account hosting (ruang disk, account email, akses shell/FTP, dll) dan dapat mengupload file-file website yang kemudian dapat dilihat oleh pengunjung website. Bisa disebut juga web hosting, karena umumnya selalu berkaitan dengan website, walaupun bisa saja ada layanan hosting yang khusus email saja (email hosting), akses telnet/SSH/shell saja (shell hosting), dsb.

Baca juga : Tips Mengatasi Website Overload di Shared Hosting

Pengertian Shared Hosting

Shared hosting adalah layanan hosting di mana sebuah account hosting ditaruh bersama dengan beberapa account hosting lain dalam satu server yang sama, dan memakai services bersama. Keuntungan shared hosting adalah harganya yang murah. Sementara Dedicated Hosting adalah layanan hosting di mana sebuah server yang dipakai oleh 1 account (1 website) saja. Keuntungannya adalah performa dan privasi yang lebih baik, karena server tidak dipakai oleh pihak ketiga. Terdiri dari Colocation (mesin disediakan oleh klien sendiri dan ditaruh di data center penyedia hosting) dan Dedicated Server (mesin disediakan pihak penyedia hosting). Dengan berlangganan account hosting pada penyedia hosting, akan mendapatkannama domain, sejumlah ruang disk, alamat/account email. Sehingga dapat membuat website dan berinteraksi dengan pengunjung website dan/atau staf menggunakan website dan email.

Cara Kerja Web Hosting

Untuk membuat website, pertama harus mencari perusahaan hosting yang menyediakan space server. Web host menyimpan semua file, aset, dan database pada server. Ketika seseorang mengetikkan nama domain ke kolom address browser, host akan mentransfer semua file yang dibutuhkan untuk menyelesaikan request. Cara kerja web hosting hampir sama ketika hendak menyewa rumah. Penyewa harus membayar biaya sewa setiap bulan agar server bisa berfungsi penuh. Selain menyediakan server space untuk website, penyedia web hosting juga menawarkan layanan lain terkait manajemen website, seperti:

  • Sertifikat SSL (untuk mengamankan situs dengan menggunakan protokol https://)
  • Hosting email
  • Page builder
  • Tool developer
  • Layanan bantuan pelanggan (bisa melalui live chat)
  • Backup website yang otomatis
  • One-click software install (misalnya, untuk WordPress atau Drupal)

Jenis-jenis Web Hosting

Masing-masing penyedia jasa web host menawarkan jenis hosting yang berbeda agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan klien. Berikut contoh hosting yang sering digunakan:

  • Shared Hosting
  • VPS (Virtual Private Server) Hosting
  • Cloud Hosting
  • WordPress Hosting
  • Dedicated Server Hosting

Semakin berkembang website, semakin besar pula space yang dibutuhkan. Mulailah mengonlinekan website di paket dasar Shared hosting. Jika kunjungan ke website sudah mulai ramai, lakukan upgrade ke hosting yang lebih tinggi. Biasanya penyedia web hosting menawarkan lebih dari satu paket hosting untuk setiap jenis hosting. Berikut perbedaan antara Cloud Hosting, Virtual Private Server (VPS), Shared Hosting, WordPress Hosting dan Dedicated Hosting.

  1. Shared Hosting

Shared Hosting

Shared hosting merupakan tipe web hosting yang paling populer untuk pengguna yang sedang membangun website pertama mereka dengan cakupan yang masih kecil. Shared hosting digunakan secara bersama-sama oleh banyak pengguna sekaligus. Para pengguna layanan shared hosting tersebut berbagi resource & kapasitas server bersama-sama. Ketika bertanya tentang web hosting, biasanya user akan merujuk pada shared hosting. Menggunakan layanan shared hosting diibaratkan seperti menyewa sebuah apartemen. Semua penghuni berbagi di bangunan yang sama. Jadi ketika salah satu penghuni apartemen menggunakan fasilitas yang berlebihan dapat mengganggu penghuni lainnya. Sama halnya dengan shared hosting, yang harus berbagi server dengan klien lain di provider hosting yang sama. Website yang dionlinekan di server yang sama berbagi semua resource, seperti memori, computing power, disk space, dan lain-lain. Shared hosting merupakan pilihan layanan yang paling murah dan paling ekonomis. Namun tentu saja banyak batasan yang harus diterima ketika menggunakan shared hosting.

Kelebihan:

  • Murah
  • Mudah bagi pemula (bahkan tak harus menguasai bahasa pemrograman)
  • Pre-configured server
  • Control panel yang intuitif
  • Maintenance dan administrasi server menjadi tugas penyedia hosting

Kekurangan:

  • Sedikit atau sama sekali tidak dapat mengontrol konfigurasi server
  • Karena banyak website berjalan di server yang sama, terkadang menyebabkan akses lambat.
  • Terdapat banyak batasan penggunaan dan sumber daya.
  • Karena server digunakan bersamaan, jika salah satu pengguna menyebabkan gangguan atau overload, pengguna lain di server yang sama berpotensi terkena dampak gangguan.

Baca juga : Server VPS (Virtual Private Server)

  1. VPS Hosting

VPS

Virtual Private Server (VPS) adalah tipe web hosting yang sumber dayanya berasal dari satu server fisik, yang kemudian terbagi lagi menjadi beberapa server virtual yang lebih kecil. VPS mirip dengan shared hosting, perbedaannya terletak pada pembagian sumber daya yang tersedia. Sumber daya VPS tersedia khusus; tidak terpengaruh oleh pengguna lainnya. Jadi dapat menyesuaikan konfigurasi persis sesuai dengan keinginana. Jika dianalogikan, seperti menyewa rumah di perumahan. Pemilik bertanggung jawab untuk mengelola isi dan segala perabotannya, termasuk melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan perabotan. Namun, masih harus tinggal bersama penghuni rumah lain di dalam satu perumahan yang sama. Dengan menggunakan VPS hosting, pengguna masih berbagi server dengan pengguna lain. Namun penyedia web hosting telah mengalokasikan beberapa bagian untuk di server khusus. Maka akan mendapatkan space server yang dedicated dan memperoleh sejumlah power computing dan memory. Dan VPS hosting merupakan pilihan yang tepat bagi pengguna website bisnis yang trafficnya tinggi.

Kelebihan:

  • Space server yang dedicated (tanpa harus membeli server dedicated)
  • Peningkatan traffic di website lain tidak berdampak bagi performa situs web
  • Scalability yang mudah
  • Dapat dikelola sendiri
  • Konfigurasi keamanan dikelola secara penuh oleh pemilik VPS sehingga bisa memodifikasi konfigurasi keamanan yang lebih ketat.
  • Bisa mendapatkan akses ke root, yang memungkinkan untuk melakukan pengaturan sesuai kebutuhan.
  • Dapat mengembangkan kapasitas VPS jika diperlukan seiring berjalannya waktu.

Kekurangan:

  • Sangat mahal daripada shared hosting
  • Membutuhkan pengetahuan yang lebih dalam terkait dengan server dan sistem operasi Linux.
  1. Cloud Hosting

Cloud Server

Cloud hosting adalah tipe hosting dengan sumber daya (resource) yang berasal dari beberapa server fisik terpusat yang berjalan secara bersamaan atau yang disebut dengan cluster. Saat ini, cloud hosting merupakan paket yang paling populer di pasaran karena hampir tidak pernah mengalami downtime. Dengan cloud hosting apat membangun mesin virtual yang tidak terbatas, resource yang digunakan dapat dikurangi atau ditambah sesuai dengan kebutuhan website. Dan ketika salah satu server cloud sibuk atau bermasalah, maka traffic situs akan secara otomatis di-route ke server lain dalam cluster. Jika dianalogikan, menggunakan cloud hosting seperti menggunakan AirBnB ‘situs platform yang menawarkan kamar/rumah pribadi untuk disewakan’. Pemilik berbagi peralatan yang tersedia di rumah dengan penghuni lain dan ketika sudah siap pindah yang lebih besar atau kecil, dapat memilih tempat lain yang terdaftar di AirBnB.

Kelebihan:

  • Sedikit bahkan tidak ada downtime
  • Alokasi resource sesuai permintaan
  • Lebih scalable daripada VPS
  • Cloud hosting menggunakan beberapa server sehingga saat terjadi masalah, akan ada server yang mem-backup, tidak seperti hosting lain yang hanya menggunakan server tunggal– sehingga membuat layanan ini dapat diandalkan.
  • Skalabilitas dan fleksibel. Karena dapat menambah sumber daya sesuai dengan kebutuhan.
  • Hemat biaya dan tenaga. Bisa mendapatkan performa server seperti VPS dengan kemudahan layaknya shared hosting.
  • Tidak memerlukan kemampuan teknis. Cloud hosting biasanya bersifat fully managed, sama seperti shared hosting.

Kekurangan:

  • Biaya sulit diperkirakan
  • Akses root tidak selalu tersedia

Baca juga : Cloud Server : Pengertian, Kelebihan, Tipe dan Cara penggunaan

  1. WordPress Hosting

wordpress

WordPress hosting merupakan bentuk lain dari shared hosting, khusus untuk pengguna website WordPress. Server dikonfigurasi secara khusus untuk WordPress dan tersedia plugin siap pakai untuk berbagai hal, seperti caching dan keamanan. Karena konfigurasi sudah sangat optimal, maka situs akan loading lebih cepat dan terhindar dari masalah. Paket WordPress hosting menyertakan fitur tambahan terkait WordPress, tema WordPress yang pre-designed, drag-and-drop page builder, dan tool developer yang spesifik.

Kelebihan:

  • Murah (umumnya memiliki kesamaan harga dengan shared hosting)
  • Mudah bagi pemula
  • One-click WordPress installation
  • Performa yang baik untuk situs WordPress
  • Customer support menguasai hal-hal yang berhubungan dengan WordPress.
  • Terdapat plugin dan tema WordPress yang pre-installed.

Kekurangan:

  • Khusus untuk website WordPress saja (masalah bisa muncul jika mengonlinekan banyak website di server, tetapi beberapa website tidak menggunakan WordPress).
  1. Dedicated Hosting

Cloud Server

Dengan adanya dedicated hosting, miliki server fisik sendiri khusus untuk situs sendiri. Penggunaan dedicated hosting sangatlah fleksibel. Pengguna dapat mengkonfigurasikan sistem operasi dan software yang ingin digunakan, serta setup keseluruhan aspek hosting sesuai dengan kebutuhan. Menyewa dedicated server sama bagusnya dengan memiliki server sendiri, tetapi di dedicated server, bisa mendapatkan bantuan dari customer support yang andal.

Kelebihan:

  • Kontrol penuh terhadap konfigurasi server
  • Keandalan yang tinggi (tidak perlu berbagi resource server dengan pengguna lain)
  • Akses root ke server
  • Keamanan terjamin

Kekurangan:

  • Mahal
  • Harus menguasai pengetahui teknis terkait manajemen server

Tipe web hosting memang tidak ada yang lebih baik. Semua tipe web hosting bagus jika digunakan sesuai dengan kebutuhan website. Website yang ditempatkan pada layanan yang sesuai pasti akan berjalan secara maksimal, baik dari segi performa maupun finansial.

Baca juga : Keuntungan dan Kegunaan Dedicated Server untuk Website

Perbedaan Web Hosting dan Nama Domain

Selain layanan website hosting, pengguna juga harus membeli domain. Website hosting adalah space server untuk situs web, sedangkan domain merupakan alamat situs. Contohnya, nama domain kami adalah ezy.co.id. Jika user ingin mengakses situs, mereka akan mengetikkan nama domain ke kolom address browser. Server kemudian akan memindahkan konten yang user minta. Di sebagian besar web host, harus membeli nama domain secara terpisah. Namun jika sebelumnya sudah memiliki nama domain, maka dapat mentransfernya ke penyedia hosting saat ini. Sama halnya dengan paket hosting, pengguna wajib membayar nama domain setiap tahun untuk mengamankan kepemilikan domain.

cek Domain murah.

Waktu yang Tepat untuk  Menggunakan web Hosting

Pengoperasian layanan shared hosting yang mudah dan penyedia layanan hosting yang mengelola server, membuat shared hosting cocok untuk pengguna yang masih awam yang ingin membangun website kecil dengan lalu lintas yang kecil sampai dengan menengah seperti blog dan website pribadi. Sedangkan untuk yang terjun di dunia bisnis, dapat menggunakan hosting bisnis dengan kapasitas yang lebih besar. Namun ketika website mendapatkan trafik yang cukup masif sampai melebihi kapasitas, maka harus melakukan migrasi. Proses migrasi cukup sulit dan membutuhkan waktu yang terkadang cukup lama.

Waktu yang tepat menggunakan VPS, Adanya akses root dan fasilitas untuk mengembangkan kapasitas sesuai dengan kebutuhan membuat layanan VPS cocok untuk yang sudah pernah menggunakan shared hosting dan menginginkan sumber daya dedicated dan besar dengan kustomisasi yang fleksibel. Namun, pahami cara konfigurasi server web hosting secara manual, jika menggunakan layanan unmanaged. Sedangkan waktu yang tepat menggunakan cloud hosting, Jika menginginkan layanan dengan performa VPS dan kemudahan shared hosting. Pengguna yang cocok menggunakan layanan cloud hosting, yaitu perusahaan atau pemilik website dengan trafik yang cukup tinggi, bahkan website baru yang sedang dalam proses pengembangan. Layanan cloud hosting merupakan pilihan yang paling sesuai di segala jenis ukuran bisnis, karena jangkauannya yang sangat luas dengan performa yang baik.

Baca juga : Web Server dan Jenis- Jenis Web Server

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂