Search
Close this search box.
trafik dan seo

Hubungan serta Perbedaan SEO dan SERP

Saat ini semua orang sangat terbantu dengan pesatnya kemajuan internet. Kita dapat mencari informasi apapun melalui internet. Dalam dunia internet ada istilah search engine atau mesin pencari, yang berfungsi untuk menelusuri informasi yang ingin dicari. Pengguna internet cukup mengetikan kata kunci atau keyword, maka akan tersedia beberapa informasi yang dibutuhkan. Mesin pencari sendiri sangat berhubungan dengan SEO dan SERP. Beberapa diantara banyaknya orang masih saja keliru dengan istilah SEO dan SERP yang nyatanyamemiliki definisi yang berbeda. Berikut adalah perbedaan antara SEO dengan SERP.

Baca juga : Strategi Link Building Berkualitas

Perbedaan Seo Dan Serp

Seach engine

  1. SEO (Search Engine Optimization)

SEO dalam bahasa Indonesia memiliki arti Optimasi Mesin Pencari. Maksud dari optimasi mesin pencari adalah serangkaian upaya yang dilakukan oleh seseorang pada sebuah website yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas sebuah halaman website menjadi lebih baik di mesin pencari, terutama Google. Dalam melakukan optimasi SEO, yang dilakukan terlebih dahulu adalah meriset kata kunci dan memilih mana yang tepat untuk brand. Contoh, saat ingin membeli pakaian wanita, maka ketikkan hal tersebut pada mesin pencari. Kemudian mesin pencari akan menampilkan referensi situs yang menjual pakaian wanita. Dan situs yang direferensikan akan muncul di posisi awal google karena berdasarkan SEO. Maka kata kunci tersebut yang akan muncul di copywriting dan bagian blog dari website. Sehingga ketika seseorang memasukkan kata kunci tersebut di halaman pencarian Google, website akan muncul. Situs-situs yang direferensikan di bagian awal hasil pencarian adalah berdasarkan SEO.

Aktivitas SEO tidak dilakukan oleh pengguna atau siapapun secara umum. Hanya para pengembang website yang melakukannya sesuai dengan yang ditargetkan. SEO tak dibutuhkan oleh pengguna, hanya pengembang yang membutuhkannya agar konten yang dikembangkan dapat ditemukan oleh pengguna mesin pencari. SEO akan memaksimalkan website atau blog beserta isinya (konten artikel), agar dapat muncul di halaman pencarian Google. Untuk memaksimalkan website pada mesin pencari Google, dibutuhkan teknik SEO onpage dan offpage. Teknik onpage yaitu teknik yang dilakukan pada website/ blog dengan cara membuat artikel yang memiliki keyword yang diincar dan terdapat deskripsi yang berisi keyword yang diincar. Sedangkan teknik SEO offpage, yaitu teknik yang dilakukan di luar website/ blog, misalnya mencari backlink. Semakin banyak backlink berkualitas, semakin membuat website bagus pada hasil mesin pencari (SERP).

  1. SERP (Search Engine Results Pages)

SERP dalam bahasa Indonesia memiliki arti Halaman Hasil Pencarian Mesin Pencari. SERP adalah halaman yang berisi hasil pencarian dari suatu kata kunci atau keyword pada mesin pencari seperti google, yahoo, bing, MSN, dsb. SERP bersifat dinamis. Singkatnya SERP adalah halaman dari hasil pencarian di mesin pencari. Contohnya saat mencari sesuatu di mesin pencari google, maka akan muncul hasil yang dicari, hasil pencarian tersebutlah yang dinamakan SERP. Jadi, SEO adalah teknik sedangkan SERP adalah hasilnya.

Maka dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara keduanya yaitu, SERP merupakan halaman hasil pencarian yang diberikan oleh mesin pencari untuk semua penggunanya. Bersifat dinamis namun tidak bisa diganggu gugat, masing-masing mesin pencari memiliki kuasa penuh untuk SERP nya. Sedangkan SEO adalah upaya yang dilakukan para pengembang untuk memaksimalkan kontennya di dalam SERP. Namun, hingga saat ini masih ada beberapa orang yang menganggap bahwa SERP sama dengan SEO. Intinya SEO merupakan teknik untuk optimasi website sedangkan SERP merupakan hasil dari optimasi website, semakin bagus posisi di SERP maka semakin bagus pula teknik SEO yang dilakukan. Jadi, SERPmemiliki peranan yang penting dalam SEO yaitu menjadi indikator berhasil atau tidaknya optimasi website.

Pentingnya memahami perbedaan SEO dan SERP

Bagi seseorang yang terjun ke dunia digital terutama website, maka harus memahami terlebih dahulu apa itu perbedaan SEO dan SERP. Karena pemahaman akan keduanya merupakah hal mendasar apabila ingin melakukan optimasi website. Misalkan saat seseorang bekerja sama dengan web developer untuk mengoptimasi website, maka web developer akan selalu menyebut kedua hal ini. Apabila orang tersebut tidak memahaminya, maka ia tidak bisa memahami strategi yang disampaikan untuk mengoptimasi websitenya. Ditambah dengan munculnya berbagai macam profesi untuk menunjang strategi pemasaran digital. Salah satunya adalah content writer. Mengetahui dasar SEO dan SERP merupakan hal yang dibutuhkan oleh mereka. Dengan mengetahui dasar perbedaan keduanya, seorang content writer bisa membuat tulisan yang mendukung optimasi. Misalnya dapat menentukan tautan yang digunakan dalam internal link dan backlink. Seperti yang diketahui, backlink merupakan salah satu cara optimasi SEO secara off page. Artikel yang ditulis pun merupakan upaya optimasi SEO on page. Sehingga dengan mengetahui perbedaan SEO dan SERP, content writer bisa menghasilkan artikel-artikel yang mengandung kata kunci dan elemen-elemen penunjangnya seperti meta description.

Baca juga : Penerapan SEO dan Cara Memahami Penerapan SEO

Hubungan SERP dan SEO

seo

Pengguna internet cenderung akan memilih halaman yang berada di atas, daripada yang di bagian bawah. Jika konten sudah masuk ke halaman kedua, maka konten hampir tak terlihat sama sekali. Maka dapat disimpulkan, bahwa posisi di SERP berhubungan dengan suksesnya SEO. Jika konten berada di atas, pembaca cenderung membukanya. Dan begitupula sebaliknya. SERP dan SEO merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena tujuan akhir dari optimasi SEO yang dilakukan di semua halaman adalah untuk menempatkan mereka di SERP mesin pencari, khususnya di SERP Google. Jadi dapat disimpulkan bahwa SEO merupakan upaya yang dilakukan secara gratis terhadap suatu website atau halaman agar muncul di SERP sehingga meningkatkan traffic kunjungan ke sebuah website.

Namun harus dipahami juga saat halaman website berada di SERP bukan berarti akan memberikan keuntungan bagi website tersebut. Justru hanya halaman yang berada di halaman pertama saja yang akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kunjungan traffic menuju website tersebut. Karena pengguna internet menganggap bahwa halaman pertama merupakan website-website yang relevan dengan hasil pencarian yang diinginkan. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika website berada di halaman pertama SERP Google, maka persentase untuk diklik oleh user sebesar 31,7%. Sedangkan jika berada di halaman kedua SERP, maka peluang untuk diklik oleh user hanya sebesar 0,78%. Maka, tidak mengherankan jika banyak orang ataupun perusahaan yang berlomba-lomba mencari SEO Specialist untuk menerapkan strategi SEO ke website mereka agar berada di halaman pertama SERP.

Komponen dalam SERP

1. Melakukan Optimasi SEO untuk Hasil Pencarian Organik

Untuk mendapatkan hasil pencarian organik dari SERP, terdapat beberapa hal utama yang perlu dilakukan optimasi, seperti Meta Tag yang terdiri dari URL, Slug, Meta Title (judul), dan Meta Description.

  • Meta Title,merupakan judul yang akan muncul di SERP yang berfungsi untuk menginformasikan kepada pengguna mengenai isi konten tersebut.
  • URL slug,merupakan bagian dari URL/ permalink website yang berfungsi sebagai alamat suatu halaman atau website.
  • Meta Description,merupakan rangkuman penjelasan dari konten halaman yang akan muncul di SERP. Maka pengguna akan langsung mengetahui isi konten dari website tersebut.

Untuk hasil pencarian organik, data yang didapatkan berasal dari database yang dikumpulkan oleh Google dan berisikan miliaran website yang dinamakan Google Index. Maka, agar website muncul di SERP Google, pastikan dahulu bahwa website telah terindeks dengan baik. Perhatikan Meta Tag, Google Indexing, dan ketahui update terbaru dari algoritma Google yang turut mempengaruhi hasil dari pencarian organik. Algoritma Google mempunyai beberapa faktor penilaian agar hasil yang dicari pengguna relevan dan berkualitas, sehingga bisa berada di halaman pertama SERP.

2. Menggunakan Iklan Berbayar (Ads)

Cara lain agar website berada di SERP adalah dengan menggunakan iklan berbayar atau disebut dengan Google Ads. Search Engine Marketing (SEM) adalah praktik yang digunakan agar website dapat muncul di SERP. Dengan menggunakan praktik ini, perlu memenangkan bidding dengan website kompetitor lainnya agar website bisa berada di posisi pertama SERP. Dalam proses bidding, metode yang digunakan adalah Pay Per Click (PPC), yang mewajibkan untuk membayar iklan jika pengguna internet mengklik iklan yang ditampilkan. Jadi untuk menggunakan cara ini, dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

3. Menggunakan Fitur SERP

Fitur SERP adalah sebuah fitur yang dibuat oleh Google untuk membantu website agar muncul di SERP Google. Namun tetap perlu menyesuaikan dengan konten/ website, agar hasilnya relevan.

Baca juga : Tips SEO dan Alasan SEO dapat Menghemat Biaya

Hasil Organik vs Berbayar

Selanjutnya mana yang lebih baik, mengejar hasil organik atau langsung membayar saja? Menurut Ahrefs, keduanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, dan tinggal menyesuaikan, mana yang tepat untuk website. Kelebihan dan kekurangan tersebut,adalah:

  • Hasil organik

Kelebihannya yaitu hasil organik lebih murah daripada berbayar dan efek dari hasil organik akan lebih tahan lama. Jika sudah ada di atas, jauh lebih mudah untuk menjaga diri agar tetap di sana.  Namun, butuh waktu lama untuk naik ke puncak. Membuat konten yang unik, menarik, dan relevan tentu merupakan sebuah tantangan.

  • Hasil berbayar

Kelebihan memilih hasil pencarian berbayar adalah kecepatannya ada di atas SERP. Jika mengeluarkan uang, tak perlu menunggu lama untuk ada di puncak. Dengan kelebihan ini, maka bisa melakukan beragam eksperimen. Terlebih, jika pemilik situs bisa menyesuaikan audiensnya. Siapa target dari konten? Di mana mereka tinggal? Berapa usia mereka? Semua bisa diatur jika memilih untuk membayar mesin pencari. Namun, biaya yang harus dikeluarkan relatif besar. Dan oengguna intenet juga bisa bosan jika terus melihat iklan tersebut. Maka ini bisa menurunkan efektivitas iklan.

Baca juga : Web Server dan Jenis- Jenis Web Server

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

Postingan Terkait

Pengertian, Manfaat, dan Cara Kerja SEO

Pengertian SEO Pengertian SEO (Search Engine Optimization) adalah suatu teknik untuk memaksimalkan nilai relevan halaman website agar meningkatnya ranking dan pengunjung dari Search Engine Google. SEO

Read More »