JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
google analytics

Data Analysis dan Google Analytics

Google Analytics adalah perangkat lunak (software) berbasiskan web yang digunakan untuk menganalisis kinerja website: melacak, melihat umur, dan mengetahui jumlah pengunjung. Dan masih banyak lagi fitur Google Analytics yang bisa dimanfaatkan. Analisis yang dilakukan Google Analytics dapat dijadikan sebagai bahan untuk merencanakan serta membuat konten yang lebih baik untuk pelanggan. Jadi Google Analytics bisa menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan situs web yang lebih menarik dan menjawab kebutuhan pasar.

Fungsi Google Analytics

Pengunjung yang berhubungan langsung dengan internet pasti mempunyai identitas, yang digunakan internet (penyedia ISP, DNS, dan lain sebagainya) untuk mengetahui beberapa data pengguna internet, seperti alamat Internet Protocol (IP), lokasi, jenis perangkat, beberapa aktivitas, dan lainnya. Tentu saja ini juga dimanfaatkan oleh beberapa penyedia layanan berbasis online untuk mengenali pelanggannya. Agar mampu  bersaing, Google Analytics juga melakukannya. Jadi, fungsi Google Analytics yang utama adalah mendapatkan informasi terkait aktivitas pengunjung pada sebuah halaman website. Google Analytics juga mengamati/mengumpulkan data mengenai kinerja Search Engine Optimization (SEO) website pada mesin pencarian Google. Contohnya, informasi yang bisa didapatkan Google Analytics seperti kata kunci (keywords) apa saja yang banyak menarik pengunjung, bagaimana tingkah laku pengunjung website (behaviour), apa perangkat yang digunakan oleh pengunjung, dan sebagainya. Melalui beberapa fungsi itu, maka dapat dengan mudah membuat laporan dan memprosesnya secara cepat dengan tampilan yang mudah digunakan dan laporan yang dapat dibagikan dengan mudah.

data analysis

Manfaat Google Analytics Untuk Bisnis

Di Google Analytics, terdapat banyak fitur yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis; apalagi jika bisnis yang sedang dikembangkan berhubungan dengan mesin pencarian Google. Beberapa fitur cukup membantu agar dapat lebih mudah dalam mendapatkan informasi yang berhubungan dengan kinerja website. Ada beberapa fitur Google Analytics yang penting untuk diketahui. Berikut beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan ketika menggunakan perangkat lunak Google Analytics:

1. Analytics Intelligence

Fitur ini membantu mendapatkan data-data yang dibutuhkan. Tentu dari sini bisa mendapatkan beberapa informasi terkait dengan kinerja website maupun bisnis yang sedang dikembangkan. Dan juga dipermudah dengan kemampuan pemodelan informasi canggih yang akan membantu memahami setiap data yang didapatkan. Google Analytics akan selalu memberikan data terbaru, perubahan tren, dan peluang lain yang penting untuk diketahui.

2. Pelaporan (Reporting)

Berbagai laporan bisa didapatkan, termasuk bagaimana pelanggan/pengunjung berinteraksi dengan website. Laporan ini dengan mudah dapat dibagikan pada rekan kerja di berbagai macam aplikasi pelaporan. Laporan yang bisa didapatkan menggunakan Google Analytics cukup detail, seperti laporan Pengunjung (Audience), Iklan (Advertising), Akuisisi (Acquisition), Tingkah Laku Pengunjung (Behavior), Konversi (Conversion), Laporan Langsung (Real-Time Reporting), dan Diagram Alur Pengunjung (User Flow Reporting). Seluruh informasi tersebut bisa didapatkan hanya dengan menggunakan Google Analytics.

3. Data Analysis and Visualization

Google Analytics membantu memvisualisasikan berbagai data, mengaksesnya, dan mengatur sesuai dengan kebutuhan bisnis. Visualisasi akan membuat penggambaran data menjadi lebih terlihat. Tentu ini akan memudahkan dalam membaca/menganalisis bagian yang bisa atau masih perlu dikembangkan. Kemudahan lain yang ditawarkan dari Google Analytics yaitu dalam pengaksesan, karena dapat diakses di mana pun berada selama masih ada koneksi internet. Perangkat lunak ini menyediakan versi mobile (Android dan iOS), notifikasi email, dan integrasi dengan berbagai macam produk Google.

4. Data Collection and Management

Google Analytics mendukung penggunaan library JavaScript, aplikasi SDK, dan Open Measurement (OM) protocol. Protokol OM memungkinkan untuk mengimpor data dari berbagai macam aplikasi pihak ketiga yang terhubung dengan internet. Kemudian mengombinasikannya dengan data yang sudah dikumpulkan dari Google Analytics untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Baca juga : Bahasa Pemrograman JavaScript (JS)

Cara Membaca Laporan Google Analytics

Dalam berbisnis, ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan Google Analytics untuk mengembangkan bisnis, apalagi untuk bisnis yang menggunakan website sebagai sarana promosi. Untuk meningkatkan kinerja dari website, Google Analytics bisa menjadi salah satu solusi yang wajib dicoba. karena data yang diambil dari Google Analytics bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi kinerja website. Namun dari sekian banyak website yang menggunakan Google Analytics, masih banyak pengguna yang tidak tahu bagaimana cara membaca data yang ada. Meskipun sedikit sulit, tapi ada beberapa hal yang bisa dijadikan pintu masuk untuk memahami data.

Di Google Analytics, data-data yang didapatkan tidak hanya ditampilkan ke dalam bentuk angka. Data-data ini juga ditampilkan ke dalam grafik dan chart. Tentu ini akan mempermudah proses untuk membaca dan menganalisisnya. Berikut cara membaca laporan di Google Analytics pada beberapa bagian laporan.

1. Komparasi dengan Kompetitor

Salah satu bagian yang bisa dibaca adalah tab benchmarks (>>Channel) yang bisa melihat trend website di Industri sejenis dengan apa yang dijalankan. Data yang muncul pada tabel menunjukan seberapa baik website berkompetisi dengan kompetitor di industri yang sama di setiap channel-nya. Meskipun tidak menjamin data yang diperoleh lengkap dan sama persis dengan kondisi aslinya, namun ini akan lebih baik daripada tidak ada data sama sekali. Selain itu, perbandingan ini akan memberikan perspektif umum tentang bagaimana website bekerja.

2. Lokasi pengunjung

Mengetahui lokasi pengunjung website bisa menjadi poin menarik untuk dibahas. Karena, lokasi asal pengunjung bisa digunakan untuk menentukan konten apa yang menarik untuk dibahas. Misalnya, target audiens kebanyakan berada di lingkungan dengan potensi wisata yang besar. Tentu, konten yang dibuat sebisa mungkin memiliki keterkaitan dengan wisata dan produk yang dijual. Pengunjung tidak hanya berada di area lokal, tetapi tersebar di seluruh dunia. Jadi sangat penting untuk mengetahui dan memetakannya dan memberikan konten yang terbaik. Pada tab ini bisa melihat informasi lokasi user, sessions, bounce rate, dan lainnya sesuai dengan lokasi.

3. Kompatibilitas dengan Browser

Di Indonesia tidak semua orang menggunakan perangkat yang canggih. Tidak jarang juga masih banyak orang yang menggunakan perangkat lama, yang tentu perlu diperhatikan. Dengan mengetahui jenis perangkat yang pengunjung website gunakan, akan dapat meningkatkan kinerja website disesuaikan dengan perangkat yang banyak digunakan pengunjung. Melalui data dan informasi dari catatan perangkat pengguna, makaa dapat memastikan browser/teknologi apa yang sedang mereka gunakan. Dengan begitu, bisa dipastikan website dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kebanyakan perangkat pengunjung.

4. Mengetahui Kata Kunci Populer

Trafik website mempengaruhi bisnis, dan kata kunci yang benar dapat menyumbang trafik banyak untuk pengembangan bisnis. Namun, pastikan  juga website berada di posisi atas pada kata kunci (keywords) yang ditargetkan. Pengecekan bisa dilakukan dengan mengetikkan ‘kata kunci’ pada halaman Google secara manual. Namun ini cukup membutuhkan waktu yang lama. Manfaatkan Google Analytics untuk melihat halaman mana yang mempunyai performa yang baik dan mana yang belum. Caranya dengan melihat kata kunci yang terkait dengan halaman itu. Lihat juga informasi artikel mana saja yang sering diakses melalui menu Acquisition » Search Console » Landing Pages. Fitur ini akan membantu memanfaatkan halaman dengan trafik tinggi dan memaksimalkan penggunaannya. Untuk melihat detailnya, cukup klik salah satu URL dan analytics akan menunjukkan kata kunci yang terkait dengan halaman itu.

5. Penyebab Pengunjung Meninggalkan Website

Lihat bagaimana pengunjung atau pengguna website menutup website. Amati halaman mana yang membuat mereka berhenti saat menjelajah. Melalui cara ini, dapat membuat halaman yang lebih baik dan memodifikasi halaman yang membuat pengunjung cepat-cepat pergi. Maka dengan itu, halaman dapat diperbaiki, dengan menambahkan beberapa link, atau bahkan membuat isi yang berbeda dari yang sebelumnya. Langkah ini akan membantu memahami apa yang tidak disukai pengunjung mengenai website dan menjaga agar mereka bisa bertahan di website dalam jangka waktu yang lama. Untuk membuka informasi ini, masuk ke opsi Behavior » Behavior Flow. Lihat informasi mengenai bagaimana alur dari pengunjung ketika mengunjungi halaman tertentu.

6. Waktu yang Tepat Untuk Mengirim Email

Mengirim email adalah salah satu strategi marketing yang digunakan saat ini. Namun terkadang waktu pengiriman email tidak diperhatikan jam dan harinya. Padahal jika dilihat dari beberapa informasi diinternet, dapat ditemukan waktu-waktu ideal untuk mengirimkan email ke customer. Cara ini membuat penggunaan email untuk marketing belum berjalan secara maksimal. Fitur ini dapat ditemukan juga di Google Analytics dengan mengunjungi menu ‘when do you users visit’. Melalui halaman ini maka dapat melihat informasi terkait dengan hari dan jam padat pengunjung. Pada menu “Home” kemudian scroll ke bawah, maka  akan ditemukan beberapa informasi mengenai waktu user mengunjungi halaman website. Data ini bisa dimanfaatkan untuk menentukan apa saja hal yang akan dilakukan kemudian, seperti menentukan kapan mengirim newsletter atau notifikasi.

Baca juga : Bahasa Pemrograman JavaScript (JS)

 Tools Analytics yang Bisa Digunakan

data analytics

Analisis data merupakan salah satu hal terpenting yang perlu dilakukan dalam bisnis modern. Itulah mengapa diperlukan tools data analysis yang paling cocok digunakan untuk setiap kebutuhan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih tools data analysis yang paling sesuai. Misalnya, dengan memahami jenis data yang ingin dianalisis. Penggunaan tools dalam melakukan analisis data akan sangat memudahkan pekerjaan. Karena, tools tersebut bisa membantu dalam mengidentifikasi tren pasar, prefensi pelanggan, hingga informasi lainnya. Berikut beberapa Tools analytics yang bisa digunakan:

1. Xplenty

Tools ini cukup populer karena memiliki beberapa fitur yang canggih. Bahkan, tools ini akan memudahkan pengguna untuk membersihkan dan mengubah data sesuai keinginan. Xplenty sendiri adalah solusi untuk proses ETL yang berbasis cloud dan menyediakan pipeline data yang sederhana. Beberapa kelebihan dari tools ini antara lain transformasi data yang kuat dan bebas coding. Keamanan data juga terjamin saat menggunakan tools ini.

2. Microsoft Power BI

Microsoft Power BI merupakan salah satu tools yang mampu menyerap data dengan ukuran yang sangat besar. Menggunakan tools ini pengguna bisa membuat laporan dan visualisasi data dari beberapa sumber data sekaligus. Tools buatan Microsoft ini juga memiliki beberapa kelebihan, seperti sudah terintegrasi dengan lebih dari 100 sumber data lokal dan berbasis cloud. Tools ini juga sudah didukung dengan beberapa bahasa pemrograman seperti DAX, Power Query, Python, dan SQL.

3. Tableau

Menurut Software Testing Help tools ini sangat bagus karena fiturnya yang canggih dalam memvisualisasikan data. Bagi seorang pebisnis handal, Tableau dianggap sebagai salah satu tools yang paling penting. Karena dengan tools ini data yang telah dianalisis bisa divisualisasikan dengan mudah. Jadi, informasi dari data yang sudah dianalisis bisa lebih mudah dipahami oleh orang lain karena telah divisualisasikan menggunakan tools ini.

4. Sisense

Sisense dalah tools data analysis yang memiliki kelebihan untuk membantu memvisualisasikan hasil analisis data menjadi lebih mudah dimengerti. Kelebihan lainnya, mampu menggabungkan data dari berbagai macam sumber dan menyajikannya dengan visualisasi yang menarik. Dan juga menyediakan dashboard yang interaktif untuk kolaborasi bersama anggota tim. Jadi, kerja sama antar anggota tim bisa dengan mudah dilakukan dengan tools ini.

5. Talend

Salah satu hal yang membuat tools ini populer adalah kemampuannya dalam menganalisis data dengan volume besar. Dengan menggunakan tools ini pengguna akan dimudahkan untuk melakukan data integration meskipun jumlahnya cukup banyak. Talend juga mampu melakukan manajemen data master hingga memeriksa kualitas data yang dimiliki.

Baca juga : Cara kerja CSS (Cascading Style Sheet)

Tips Memilih Data Analytics yang Cocok dengan Bisnis

1. Buat Daftar Fitur Tool Analytics yang Wajib Ada

Catat setiap fitur penting yang akan kamu butuhkan dari sebuahtool analytics. Agar mudah, dapat membuat metrik sederhana. Yakinkan kembali bahwa fitur yang kamu catat adalah fitur yang harus ada dalamtool analytics, bukan semata-mata fitur yang kerenMaka, website akan memiliki sebuah tool dengan berbagai fitur yang tepat guna. Banyak vendor yang telah bermain lama di pasar, tetapi mobile software development kit (SDK) yang mereka miliki hanyalah sebuah pengembangan dari produk utama mereka, yakni web. Mungkin hal ini tidak  akan menjadi masalah, namun jika terfokus pada mobile, lebih baik mencari tool analytics yang di khususkan untuk mobile.

2. Ketahui Data Apa Saja yang Ingin Dilacak

Rencanakan dengan matang apa saja yang ingin dilacak, hal ini akan memberikan konteks tentang bagaimana  menggunakan tool yang tersedia. Selain itu, membuat sebuah daftar pertanyaan bisnis juga dapat membantu. Misalnya saat mendapatkan pertanyaan berikut “Apakah fitur z dapat mengajak pengguna untuk melakukan sign in?”, maka dapat dijawab dengan tool yang digunakan, dapat dapat menggunakan use case dari proses ini untuk memilih tool analytics yang tepat.

3. Identifikasi Kebutuhan Teknis

“Apakah kamu ingin melakukan implementasi front end atau implementasi server to server?” “Apakah kamu akan menggunakan SDK yang tersedia atau seutuhnya server to server?”

Pertanyaan seperti itu harus mampu dijawab sebelum memutuskan untuk memilih tool analytics, jadi tidak akan ada kendala teknis yang mengganggu ketika mulai masuk ke tahap sales.

4. Identifikasi Tingkatan Strategis dan/atau Dukungan Teknis yang dibutuhkan

“Apakah kamu memiliki pengalaman dalam mengelola implementasi sebuah tool analytics secara penuh?”, “Apa kamu mampu membuat sebuah daftar komprehensif dari kebutuhan bisnis perusahaan dan mengubahnya menjadi sebuah rencana tracking yang jelas dan konsisten?”

Apabila jawaban dari kedua pertanyaan di atas adalah tidak, berarti harus mengandalkan keahlian vendor untuk solusi yang diberikan. Walaupun memiliki sumber daya internal yang mumpuni, namun akan tetap memerlukan dukungan teknis dari vendor untuk membuat sebuah rencana tracking yang matang. Beberapa perusahaan akan mencoba menjual layanan profesional dengan tarif perjam. Bahkan beberapa tidak menawarkan dukungan apapun, yang berakibat adanya pengalihan pada rekanan mereka. Namun tidak sedikit yang menawarkan dukungan teknis tanpa adanya biaya tambahan. Sangat penting untuk mengetahui hal ini sejak awal, agar dapat mengetahui apa yang ditawarkan oleh setiap vendor.

5.      Mintalah demo

Sebelum melakukan langkah ini, persiapkan diri secara matang sebelum melontarkan pertanyaan saat demo berlangsung. Jangan buang waktu untuk sesi demo tanpa persiapan. Vendor akan mencoba untuk membujuk dengan berbagai fitur dan antarmuka yang menarik. Apabila tidak mempersiapkan diri dengan baik, nantinya akan terjerumus untuk membeli sebuah produk yang tidak cocok bagi perusahaan. Agar lebih yakinlibatkanlah seorang analis berpengalaman ke dalam sesi demo tersebut. Meskipun menjadi seorang manajer yang memahami peta bisnis, tetaapi belum pasti memiliki kapabilitas untuk memanfaatkan tool analytics secara maksimal.

6.      Mintalah vendor memperlihatkan roadmap dari produk yang ditawarkan

Mungkin permintaan ini terdengar tidak lazim saat membeli suatu produk, tetapi ini adalah hal yang penting untuk melihat cara vendor mengembangkan produk mereka. Pembelian tool analytics ini merupakan investasi waktu dan uang yang besar dari perusahaan. Dan perusahaan sudah pasti ingin mengetahui produk sebelum memutuskan untuk berinvestasi di dalamnya. Hal ini mungkin subjektif, karena kita memiliki insting natural untuk membeli sesuatu dari seseorang yang kita senangi. Namun hal ini sangatlah penting, karena hubungan yang kurang baik dengan vendor, dapat berpotensi menganggu produktivitas. Vendor mungkin saja memiliki berbagai tool yang sangat canggih dan berguna, tetapi apabila mereka sulit diajak bekerja sama, seluruh solusi yang dihadirkan tidak akan berguna.

7.      Proof of concepts

Tidak ada vendor yang keberatan untuk memberikan kesempatan menguji secara langsung tool yang ingin dibeli. Apabila ingin berbisnis, vendor harus sudah siap untuk “meminjamkan” tool mereka selama beberapa waktu. Mintalah vendor membuatkan kontrak uji coba dan mulailah menggunakan tool tersebut. Proof of concepts dapat sangat menguras waktu, baik pengguna maupun untuk pihak penyedia layanan. Lakukan fase ini apabila telah benar-benar siap untuk membeli. Apabila vendor tidak memungkinkan, seharusnya ada versi freemium yang dapat dicoba sebelum membeli. Tanyakan pada penyedia layanan tentang hal ini.

Baca juga : Content Management System (CMS) Untuk Pemula

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂