Search
Close this search box.
Cloud Server

Cloud Server : Pengertian, Kelebihan, Tipe dan Cara penggunaan

Pengertin Cloud server sendiri  tersedia dalam beragam pilihan komputasi, dengan beragam jumlah prosesor dan sumber daya memori. Ini memungkinkan pengguna untuk memilih jenis contoh yang paling sesuai dengan kebutuhan beban kerja tertentu. Misalnya, mesin virtual Datacomm Cloud yang lebih kecil mungkin menawarkan satu CPU virtual dan memori 2 GB, sedangkan mesin virtual Datacomm Cloud IaaS yang lebih besar menyediakan 96 CPU virtual dan memori 384 GB. Dimungkinkan juga menemukan mesin virtual server cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan beban kerja yang unik, seperti mesin virtual yang dioptimalkan komputasi yang mencakup lebih banyak prosesor relatif terhadap jumlah memori. Secara umum server fisik tradisional menyertakan beberapa penyimpanan, namun sebagian besar public cloud server tidak menyertakan sumber daya penyimpanan. Sebaliknya, provider cloud biasanya menawarkan penyimpanan sebagai layanan cloud terpisah, seperti Datacomm Cloud Storage. Seorang pengguna menyediakan dan menghubungkan instance penyimpanan dengan cloud server untuk menyimpan konten, seperti gambar VM dan data aplikasi.

Baca juga : Keuntungan dan Kegunaan Dedicated Server untuk Website

Pengertian Cloud Server

Cloud Server

Cloud server adalah server komputasi yang di hosting dan diakses oleh pengguna melalui jaringan. Cloud server berfungsi mendukung sistem operasi dan aplikasi yang sama, dan menawarkan karakteristik kinerja yang mirip dengan server fisik tradisional yang berjalan di pusat data lokal. Cloud server sering disebut sebagai virtual server, private server virtual atau platform virtual. Cloud server adalah sebuah server virtual yang berjalan di lingkungan cloud computing. Cloud server membangun, menyimpan, dan mengirim setiap data via platform cloud computing melalui internet. Cloud server memiliki seluruh software yang dibutuhkan untuk menjalankan dan bisa berfungsi sebagai unit yang independen. Sementara itu, cloud sendiri merupakan istilah yang sering digunakan untuk beberapa sever yang tersambung dengan internet yang disewakan sebagai sebuah software atau aplikasi. Layanan berbasis cloud bisa termasuk web hosting, data hosting, atau software. Cloud juga bisa merujuk pada cloud computing, di mana beberapa srever tersambung menjadi satu kesatuan untuk membagikan data. Maka, dari pada menggunakan satu server, sebuah proses yang kompleks bisa didistribusi via komputer-komputer yang lebih kecil.

Tipe dan Fitur Cloud Server

type cloud server

  1. Public Cloud Server

Ekspresi paling umum dari cloud server adalah virtual machine (VM) – atau menghitung “instance” – yang disediakan oleh provider public cloud pada infrastrukturnya sendiri, dan memberikan kepada pengguna di internet menggunakan web- interface atau konsol berbasis. Model ini secara luas dikenal sebagai infrastruktur sebagai layanan (IaaS). Contoh umum dari cloud server termasuk instance Datacomm Cloud Business.

  1. Private cloud server

Pengertian  Cloud server juga dapat menjadi instance komputasi dalam private cloud di tempat. Suatu perusahaan mengirimkan server cloud ke pengguna internal di seluruh jaringan area lokal, dan dalam beberapa kasus juga untuk pengguna eksternal di internet. Perbedaan utama antara server cloud publik yang di-host dan server cloud pribadi adalah bahwa yang terakhir ada dalam infrastruktur organisasi sendiri, di mana public cloud server dimiliki dan dioperasikan di luar organisasi.

  1. Dedicated cloud server

Penyedia cloud juga dapat menyediakan cloud server fisik, dikenal sebagai server bare-metal, yang mendedikasikan server fisik provider cloud untuk pengguna. Dedicated cloud server ini juga disebut instance khusus, yang biasanya digunakan ketika organisasi harus menggunakan lapisan virtualisasi khusus, atau mengurangi masalah kinerja dan keamanan yang sering menyertai server cloud Multi-tenant.

Baca juga : Web Server dan Jenis- Jenis Web Server

Kelebihan Cloud Server

Pilihan untuk menggunakan layanan cloud itu tergantung pada kebutuhan sebuah perusahaan atau organisasi itu sendiri. Namun inilah beberapa kelebihannya jika menggunakan layanan ini.

1. Akses Mudah

Pengguna tidak perlu berada pada suatu komputer yang sama agar bisa mengakses aplikasi atau data yang diperlukan. Karena dapat diakses di manapun dan kapanpun melalui server. Dan pengguna dapat menyediakannya dalam hitungan menit. Dengan public cloud server, tidak perlu khawatir tentang instalasi server, pemeliharaan atau tugas lain yang datang dengan kepemilikan server fisik.

2. Fleksibilitas

Jika menggunakan layanan cloud server, maka tidak perlu melakukan proses pengadaan komputer yang cukup menyita banyak waktu. Cukup melakukan self-provisioning saja, maka kapasitas yang diperlukan siap digunakan.

3. Hemat Biaya

Jika perusahaan menggunakan cloud server maka dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk keperluan operasional komputer, terutama hardware. Perusahaan tidak harus mengeluarkan biaya maintenance atau biaya operasional lainnya. Maka, menggunakan cloud server adalah pilihan yang tepat jika ingin menghemat biaya, jika dibandingkan dengan layanan yang serupa.

Publik cloud server mengikuti model penetapan harga pay-as-you-go. Dibandingkan dengan server fisik tradisional, ini dapat menghemat uang organisasi, terutama untuk beban kerja yang hanya perlu berjalan sementara atau jarang digunakan. Cloud server sering digunakan dalam kasus penggunaan sementara, seperti pengembangan dan pengujian perangkat lunak, serta di mana skalabilitas tinggi penting. Namun, tergantung pada jumlah penggunaan, biaya jangka panjang dan waktu penuh dari cloud server dapat menjadi lebih mahal daripada memiliki server secara langsung. Kewajiban peraturan dan standar tata kelola perusahaan juga dapat melarang organisasi menggunakan cloud server dan menyimpan data di wilayah geografis yang berbeda.

4. Kemudahan Manajemen Server

Cloud server membuat manajemen server jauh lebih mudah dilakukan karena terkoneksi dengan website secara langsung. Jika ingin mengetahui status global server maka  pengguna hanya cukup melihat dashboard saja. Layanan cloud server juga tersedia tools yang disediakan otomatis untuk melakukan upgrade, manage server dan juga install software dengan mudah.

5. Ketersediaan Data Tinggi

Sistem cloud server/cloud computing biasanya dibuat dengan desain yang high availability, sistem tersebut berada di sebuah data center yang ketersediaan listriknya terjamin, pendingin ruangan, keamanan sesuai standar, dan lain-lain yang dapat menjamin kinerja maksimal 24 jam sehari.

6. Minim Downtime

Jika node gagal, maka otomatis akan berpindah ke node fungsional, inilah kelebihan yang bisa dimanfaatkan. Ini akan membuat minim downtime jika dibandingkan VPS.

7. Globalisasi

Public cloud server dapat “mengglobalisasi” beban kerja. Dengan pusat data tradisional yang terpusat, pengguna masih dapat mengakses beban kerja secara global, tetapi latensi dan gangguan jaringan dapat mengurangi kinerja untuk pengguna yang jauh secara geografis. Dengan menampung contoh duplikat dari beban kerja di wilayah global yang berbeda, pengguna dapat mengambil manfaat dari akses yang lebih cepat dan seringkali lebih andal.

8. Performance

Karena cloud server biasanya merupakan lingkungan multi-tenant, dan pengguna tidak memiliki kendali langsung atas lokasi fisik server-server tersebut, VM mungkin dipengaruhi oleh penyimpanan yang berlebihan atau permintaan jaringan cloud server lain pada perangkat keras yang sama. Ini sering disebut sebagai masalah “tetangga berisik”. Cloud server khusus atau bare-metal dapat membantu pengguna menghindari masalah ini.

9. Outages and resilience

Cloud server mengalami pemadaman layanan berkala dan tidak dapat diprediksi, biasanya karena kesalahan dalam lingkungan penyedia atau gangguan jaringan yang tidak terduga. Untuk alasan ini, dan karena pengguna tidak memiliki kendali atas infrastruktur penyedia cloud, beberapa organisasi memilih untuk menyimpan beban kerja yang sangat penting dalam pusat data lokal mereka daripada public cloud. Dan tidak ada ketersediaan yang tinggi atau redundansi di public cloud. Pengguna yang membutuhkan ketersediaan yang lebih besar untuk beban kerja harus dengan sengaja merancang ketersediaan itu ke dalam beban kerja.

Baca juga : Server VPS (Virtual Private Server)

Perbedaan Dedicated vs Cloud Server

Dedicated vs Cloud

Di masa sekarang, sebuah perusahaan memiliki dua opsi apakah memilih penggunaan cloud server atau dedicated server. Berikut perbedaan mencolok antara dua hal tersebut:

1. Biaya operasional

Cloud server: biaya lebih terjangkau dan tidak perlu pembayaran di awal untuk membeli atau maintenance infrastuktur. Cloud bisa dikonfigurasi untuk memberikan fitur yang sama dengan dedicated server. Cloud lebih bisa diandalkan karena berjalan di beberapa server. Bahkan jika ada salah satu komponen yang fail, pelayanan tetap bisa berjalan dari server lainnya. Cloud tersedia di internet dan bisa membuat penggunanya mengakses data dari lokasi mana pun. Pengguna membayar berdasarkan layanan yang digunakan.

Dedicated server: memiliki biaya setup yang mahal, dan membutuhkan ongkos tambahan untuk maintenance. Sebuah perusahaan yang irit secara finansial harus menghindari dedicated server karena biaya di awal yang sangat mahal. Server-server ini membutuhkan administratornya masing-masing. Kurangnya jumlah administrator akan menjadi mimpi buruk karena harus mengonfigurasi lebih dari satu server.

2. Manajemen

Cloud serverMeskipun dedicated server juga menawarkan kemudahan, tapi tidak semudah mengatur sebuah cloud server. Manajemen cloud server sudah menjadi porsi kerjaan vendor.

Dedicated serverDedicated server adalah sebuah server fisik dan pengguna memiliki semua server untuk websitenya sendiri. Dedicated server jelas lebih aman dan memiliki performa yang baik karena pengguna memiliki kendali penuh dan karyawan IT yang berdedikasi sepenuhnya untuk mengontrol server.

3. Reliability

Cloud server: Cloud server mampu membuat beberapa instansi data. Jika dibutuhkan, data dari server bare metal bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan klien, sehingga bisa memastikan kelanjutan pengiriman konten ke database klien.

Dedicated server: Dedicated server seperti memiliki pulau sendiri, sehingga lebih aman. Namun, dedicated server memiliki satu kelemahan. Yaitu, saat terjadi satu kesahalan kecil bisa membuat seluruh sistem down atau bahkan mati total. Dengan dedicated server, perlu melakukan backup database untuk mem-backup server lalu bisa memulihkannya jika ada bencana terjadi.

Cara Kerja Cloud Server

Cloud server adalah server virtual yang di-deployed in lingkungan cloud. Dilakukan dengan melakukan kombinasi dari kumpulanserver lalu mendistribusikan sumber daya ke komputer individu. Cloud server bekerja dengan menggabungkan beberapa server menjadi satu server raksasa. Contohnya, jika ada 20 server di pusat data, mereka akan dikombinasi seolah adalah satu server raksasa. Bayangkan layaknya mengombinasi beberapa flash drive. Setelah adanya sumber daya komputasi dalam jumlah besar, ruang penyimpanan dapat dengan mudah didistribusi ke orang-orang.

Cara menggunakan cloud server

Setelah menentukan cloud server mana yang akan digunakan, kemudian pilih suatu lokasi spesial sebagai tempat. Sangat direkomendasikan pengguna memiliki banyak pengguna di lokasi tersebut. Contohnya, jika memiliki konsumen di Eropa atau Amerika Serikat, coba pilih cloud server di lokasi tersebut. Ini bisa membuat pengguna semakin percaya diri akan bisnis dan menghindari respons latensi.

Untuk mulai menggunakan cloud server, gunakan seperti gudang big data, sama seperti server komputer untuk manajemen software, marketing, atau kegunaan lainnya yang membutuhkan software. Pengguna dapat mengskalakan cloud server sendiri sesuai dengan sumber daya yang dibutuhkan. Tidak perlu membuat jadwal maintenance untuk mengubah skalabilitas cloud, hanya dibutuhkan beberapa klik di Control Panel. Cloud sangat mudah digunakan sehingga tidak perlu tambahan karyawan IT dan melatih mereka. Di waktu yang bersamaan, cloud bisa secara efisien mengatur traffic tinggi yang kapan saja bisa muncul dan pengguna tidak perlu meng-cover bandwidth atau resource tambahan.

Baca juga : Cara Cek Peringkat dan Performa Website di Google dengan Mudah dan Cepat

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

 

 

Postingan Terkait

deep web

Apa itu Deep Web?

Apa yang Anda cari sebagian besar akan Anda temukan di internet. Namun, siapa sangka ternyata internet ini memiliki sesuatu yang lain dan sebelumnya tak pernah

Read More »
programing

Apa Itu Visual Programming?

Selaku programmer, Kamu pastinya menguasai kalau bahasa pemrograman berplatform bacaan berpusat pada eksekusi perintah- perintah khusus serta gimana perintah itu menunjukkan suatu buat konsumen. Tetapi,

Read More »