Cara Mudah Riset Keyword untuk Blog dan Website

Cara Mudah Riset Keyword untuk Blog dan Website

Sampai saat ini sangat sedikit penulis konten yang mengetahui cara mencari kata kunci yang baik dan benar. Karena, rata-rata dari mereka hanya mengisi website dengan konten yang disukai tanpa mencantumkan keyword. Jika website yang mereka miliki bukan website yang terkenal bisa dipastikan website akan sepi pengunjung. Jika sudah begitu dan tetap tidak paham pentingnya cara mencari kata kunci, bisa-bisa bisnis online yang dijalankan kurang laku. Dan jika sudah mengerti betapa pentingnya melakukan riset keyword, selanjutnya pelajari lebih mendalam tentang search engine optimization (SEO). SEO tersebut tidak selamanya konstan sama dan tetap mengalami perubahan, terutama dalam kurun waktu 10 tahun. SEO akan memberikan hasil kemampuan meraih ranking berdasarkan sistematika tertentu yang saat ini disebut google dengan sebutan Rank brain . Pastinya perlu penelitian untuk bisa menentukan kata kunci SEO yang tepat. Berkat tingkat kerumitan yang tinggi, ada banyak orang yang hanya mencoba untuk menyewa jasa SEO. Dalam penerapan SEO untuk konten blog maupun situs bisnis digital, penting untuk memperhatikan keyword yang digunakan yang digunakan pada konten. Pastikan sudah melakukan riset keyword sebelum membuat konten, agar konten dapat memenangkan posisi di mesin pencari seperti di Google, serta mensukseskan internet marketing strategies.

Baca juga : Mengenal Certificate Authority (CA) dan Manfaatnya

Cara Riset Keyword  untuk Memenangkan Hasil Pencarian

Dengan penggunaan keyword yang tepat, konten yang dibuat bisa bersaing dengan konten lain dan dapat memenangkan persaingan untuk menduduki page one Google. Salah satu target utama bagi seorang pelaku bisnis digital atau digital advertising agency dalam menayangkan konten adalah konten bisa menduduki halaman pertama di Google sehingga mudah ditemukan audiens. Setiap orang yang mengelola website harus mengetahui cara mencari kata kunci untuk bisa menaikkan pengunjung situsnya. Maka pahami dahulu cara mencari kata kunci dengan baik dan benar. Tidak hanya pengelola website saja yang sekarang menggunakan cara riset kata kunci. Karena para marketing juga berlomba untuk mengetahui cara mencari kata kunci SEO yang paling jitu dan akurat, untuk meningkatkan penjualan bisnis mereka. Berikut cara riset keyword yang benar agar dapat memenangkan pencarian:

  1. Tetapkan Goal

capaian bisnis

Sebelum melakukan riset keywoard, tetapkan dahulu goal atau tujuan bisnis. Apakah keyword yang dibidik untuk mendapatkan visitor sebanyak–banyaknya atau untuk mendapatkan pembeli potensial. Karena tanpa tujuan yang jelas maka pencarian kata kunci akan sulit. Misal, saat ingin mendapatkan visitor yang banyak bagi website bisnis, dapat mencari keyword yang berhubungan dengan ide atau tips bisnis atau kata kunci yang berhubungan dengan pengembangan dan aktivitas bisnis, untuk mempermudah dalam mendapatkan visitor maupun traffic. Sedangkan, jika tujuan melakukan riset keyword untuk mendapatkan calon pembeli potensial, maka keyword yang harus dibidik adalah keyword yang berhubungan dengan aktivitas jual beli, transaksi, dan semacamnya.

  1. Carilah Keyword Dasar

keyword

Selanjutnya cari keyword dasar yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Keyword dasar atau short tail keyword biasanya hanya terdiri dari satu hingga dua kata saja. Contoh keyword dasar yang bisa digunakan untuk bisnis, yaitu: jual beli, penjualan, cara jualan, toko online, toko murah, barang murah, dan sebagainya.

Baca juga : Tips Membangun dan meningkatkan Customer Experience

  1. Mencari Long Tail Keyword

Long tail keyword merupakan kata kunci turunan yang biasanya berisi penjabaran atau detail lebih lengkap dari keyword dasar yang sebelumnya sudah ditentukan. Untuk mencari long tail keyword, dapat menggunakan tools pencari keyword, yang memiliki banyak jenis baik yang gratis maupun berbayar. Pilih sesuai kebutuhan dan sesuaikan dengan budget yang dimiliki. Untuk pemula, direkomendasikan menggunakan tools gratis, seperti UberSuggest atau keyword planner. Dengan tools tersebut, daftar keyword yang direkomendasikan akan terlihat lebih mudah. Temukan berbagai long tail keyword yang dapat dibidik dengan akurasi terjamin atau menggunakan Google suggest yang secara otomatis muncul di kotak pencarian.

  1. Analisis Tingkat Persaingan di Mesin Pencari

kompetitor bisnis

Kemudian, lakukan analisis atas tingkat persaingan kata kunci pada mesin pencari. Dapat menggunakan keyword tools, Google ads, atau keyword planner untuk melihat sebesar apa tingkat persaingan di kata kunci yang dibidik. Melakukan analisis tingkat persaingan juga memungkinkan untuk menndapatkan informasi tentang volume pencarian atas keyword tersebut. Lakukan analisis tingkat persaingan keyword secara manual dengan keyword tools, bukan menggunakan Google ads Karena data tingkat persaingannya akan ditunjukkan melalui situs dari tools tersebut. Jika menggunakan Google ads, hasil tingkat persaingan yang diinformasikan oleh tools ini adalah tingkat persaingan pada iklan, ini juga akan berguna jika melakukan pemasangan iklan. Namun untuk pencarian umum tanpa pemasangan iklan, sebaiknya manfaatkan tools lain selain Google ads. Setelah mendapatkan keyword yang sesuai, pengguna bisa mengeksekusi keyword tersebut untuk dibuatkan kontennya.

Baca juga : Apa itu Customer Experience dan Manfaatnya?

Perhatikan Hal-Hal Berikut Saat Riset Keyword

  1. Search Volume (Volume Pencarian)

Search volume atau volume pencarian kata kunci adalah berapa banyak sebuah kata kunci dicari di Google dalam kurun waktu tertentu. Biasanya keyword tool akan menampilkan banyak pencarian keyword dalam satu bulan terakhir. Misal, search volume sebuah kata kunci menunjukkan angka 100.000. Artinya, keyword tersebut dicari 100.000 kali di Google dalam kurun waktu satu bulan.

  1. Keyword Difficulty (Tingkat Kesulitan Keyword)

Keyword difficulty menunjukkan tingkat kesulitan sebuah kata kunci untuk berada di halaman pertama hasil pencarian. Umumnya, keyword tool menggunakan skala 0-100. Semakin besar angkanya, semakin sulit kata kunci tersebut untuk meraih posisi pertama hasil pencarian. Biasanya keyword difficulty juga memperlihatkan berapa backlink yang dibutuhkan agar sebuah artikel bisa berada di halaman pertama hasil pencarian. Semakin tinggi keyword difficulty, semakin banyak backlink yang dibutuhkan.

  1. Keyword Suggestion (Saran Kata Kunci)

Keyword suggestion adalah saran kata kunci yang berkaitan dengan kata kunci yang dicari. Misal, saat melakukan riset keyword untuk kata kunci “membuat blog”, keyword tool akan memberikan saran kata kunci seperti “cara membuat blog”, “membuat blog gratis”, atau “membuat blog mudah”. Umumnya, layanan keyword tool akan memberikan saran long tail keyword. Long tail keyword adalah kata kunci yang mengandung setidaknya tiga kata atau lebih. Melalui fitur keyword suggestion, maka bisa menemukan lebih banyak long tail keyword yang cocok untuk blog atau website. Menggunakan long tail keyword disarankan agar dapat menarik lebih banyak pengunjung karena 70% pencarian di Google terdiri dari long tail keyword. Misal, dibanding hanya mencari kata kunci “blog”, pengguna bisa mendapatkan informasi lebih lengkap dan jelas dengan mengetik kata kunci “cara membuat blog” atau “cara membuat blog mudah”

  1. Search Engine Result Page (SERP)

SERP menunjukkan laman-laman yang menduduki peringkat teratas dalam hasil pencarian keyword yang di riset. Fungsinya, untuk melihat seperti apa kualitas laman-laman yang bisa menduduki peringkat teratas hasil pencarian Google. Terdapat banyak perusahaan yang menyediakan layanan riset keyword, baik berbayar maupun gratis.

Baca juga : Apa itu Churn Rate dan Apa Penyebab Churn Rate Tinggi

Alat Tools Mencari Kata Kunci Berbayar

1. Google Trends

Google Trends

Mesin pencarian yang paling banyak dipakai masyarakat saat ini adalah Google. Tidak hanya menyediakan mesin pencarian, Google juga menyediakan tool untuk melakukan riset keyword, yaitu Google Trends yang disediakan secara gratis kepada para penggunanya. Pengguna dapat mengatur wilayah sesuai negara yang ditargetkan. Misal, menggunakan Google Trends Indonesia dengan kata kunci “membuat blog”. Pengguna akan mendapatkan grafik pergerakan keyword yang dicari. Google Trends menyediakan grafik pergerakan keyword dari satu jam terakhir sampai lima tahun terakhir. Jadi bisa melihat naik turunnya popularitas sebuah keyword dari waktu ke waktu. Google Trends juga memberikan saran long tail keyword yang masih berkaitan dengan yang dicari secara real time.

2. Google Keyword Planner

Google Keyword Planner

Saat seseorang berusaha memahami cara mencari kata kunci, maka akan diarahkan menuju ke Google Keyword Planner. Mesin pencari kata kunci ini merupakan bagian dari Google Adwords. Bedanya dengan google trends, Google Keyword Planner adalah alat untuk menganalisa jumlah pencarian terhadap kata kunci tertentu serta tingkat pesaing dari kata kunci tersebut. Sedangkan google trends adalah alat untuk memperoleh informasi mengenai kata kunci yang paling populer dan banyak dicari orang. Jika ingin mendapatkan hasil analisa kata kunci SEO terbaik dan berbayar sudah pasti jawabannya adalah Google Keyword Planner. Berikut carac mencari keyword dengan google keyword planner:

  • Login google ads
  • Pilih tujuan Google ads
  • pilih Discover new keyword
  • Get search Volume And Forecast
  • Pilih filter kata kunci
  • Ambil kata kunci kompetitor
  • Pilih kata kunci paling potensial

Pengguna bisa melihat data pencarian terhadap suatu keyword bulanan, bahkan bisa mengetahui seberapa besar kompetisi iklan SEM dan juga saran maksimal cost per klik. Bagi yang sudah membayar, maka bisa mendapatkan akses untuk mencari tahu data dari kata kunci yang ingin dipakai untuk membuat konten. Google Keyword Planner benar-benar bisa menjadi senjata mutakhir sebagai cara mencari kata kunci.

Baca juga : Memahami tentang Kurasi Konten dan Manfaatnya

3. SEMRush Premium

Jika menggunakan versi premium SEMRush ini, maka bisa dengan mudah mengetahui tingkat persaingan dari kata kunci yang diketik. Perhatikan tingkat persaingan dari hari ke hari akan semakin tinggi, apalagi di masa pandemi seperti ini dimana hampir sebagian besar pengusaha berusaha mengalihkan penjualan secara online. Pahami bahwa kata kunci biasanya ada yang mirip antara satu dengan lainnya. Ini membuat kamu lebih sulit dalam memetakan posisi lawan. Apakah kata kunci yang kamu pakai lebih unggul atau tidak dari kompetitor. Cara mencari kata kunci dengan mesin pencari kata kunci yang satu ini sangat worthed untuk dicoba.

4. Ahrefs Keyword Explorer

Ahrefs

Setidaknya ada data dalam jumlah sampai 5 milyar yang dikumpulkan dari 200 negara. Konsumen akan dihujani dengan banyak data yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan dalam mendapatkan kata kunci yang tinggi. Mimpi untuk meningkatkan peringkat website menjadi di halaman depan Google semakin nyata dengan berlangganan Ahrefs Keyword Explorer. Dengan tool ini juga bisa mendapatkan informasi dari website kompetitor yang dipakai oleh kompetitor dalam 10 halaman teratas. Tool ini masuk dalam daftar yang masuk dalam sugesti Google’s autocomplete.

5. KWFinder

 

Menggunakan KWFinder sangat mudah, karena hanya perlu memasukkan kata kunci, lokasi negara yang menjadi target, dan juga bahasa, dan hasilnya akan diberikan oleh KWFinder. Bahkan dengan tool ini bisa mengetahui bagaimana perkembangan trend terhadap suatu kata kunci dalam 1 tahun. Sama dengan Uberseuggest, KWFinder memberikan memberikan informasi lain yaitu volume pencarian (search volume), tingkat kesulitan (keyword difficulty), SERP dari sebuah keyword, rate CPC, maupun PPC. Kekurangan dari KWFinder adalah tidak sepenuhnya gratis, karena hanya bisa mencari dua kata kunci secara gratis. Untuk melanjutkan pemakaian, harus mendaftar sebagai anggota, maka dapat melakukan lima riset keyword setiap 24 jam dengan 50 saran kata kunci per pencarian. Jika akun gratis belum mencukupi kebutuhan, maka dapat membeli paket premiumnya. KWFinder menyediakan tiga paket premium dengan spesifikasi berbeda. Paket premium termurah memungkinkan untuk melakukan riset keyword sampai 100 kali pencarian per 24 jam. Dan paket termahalnya memungkinkan untuk melakukan riset keyword hingga 1200 pencarian per 24 jam. Jika ketiga paket tersebut masih tidak dapat memenuhi kebutuhana, maka bisa meminta paket khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Baca juga : Tips Melakukan Content Curation untuk Content Marketing

6. IO

Bagi yang tidak terlalu peduli dengan volume keyword suatu kata kunci bisa menggunakan Keywordtool.io. Seluruh data yang dipakai oleh mesin pencari kata kunci ini berasal dari Yahoo, Bing, Apple App Store, dan Gmail. Jika yang diutamakan adalah hasil yang terbaik dan kenyamanan, maka beralih saja ke versi berbayarnya.

7. Ubersuggest

 

Ubersuggest adalah sebuah keyword tool yang dimiliki digital marketer ternama, Neil Patel. Keyword tool ini dapat digunakan tanpa perlu membayar sepeser pun. Cara riset keyword dengan Ubersuggest pun cukup mudah, hanya perlu mengetik keyword apa yang ingin digunakan dan wilayah yang ingin ditargetkan. Ubersuggest akan memberikan informasi mengenai berapa besar volume pencarian keyword tersebut, kadar kesulitan keyword, dan saran keyword terkait yang bisa digunakan. Semakin besar nilai kompetisi dalam pencarian google, maka semakin sulit untuk meraih posisi pertama di hasil pencarian Google. Ubersuggest juga akan memberikan saran keyword yang masih berkaitan dengan keyword yang diketik di kolom search. Pengguna dapat mengurutkan saran keyword berdasarkan volume pencarian (search volume), cost per click (CPC), atau nilai kompetisi (competition).

8. MOZ

Untuk dapat menggunakan fitur-fitur MOZ ini, harus mendaftar terlebih dahulu sebagai anggota. Setelah melakukan pendaftaran, maka akan mendapatkan 10 riset keyword. Cara riset keyword dengan Moz adalah sebagai berikut:

  1. Buka Moz Keyword Explorer
  2. Lakukan pendaftaran akun atau masuk terlebih dahulu
  3. Setelah itu, Anda bisa masukkan kata kunci yang akan diriset
  4. Tunggu sejenak dan hasil akan muncul seperti di bawah ini

Cara riset keyword menggunakan akun gratis tidak memberikan hasil maksimal. Hasil riset keyword ini tidak memberikan informasi volume pencarian per bulan. SERP yang ditunjukkan juga hanya sampai tiga situs teratas. Pengguna dapat menggunakan kesempatan Free Trial selama 30 hari yang disediakan MOZ. Setelah 30 hari, maka akan dikenai tagihan per bulannya.

Baca juga : Memahami Tentang PageSpeed di Server Hosting

9. SEMrush

Sebelum menggunakan SEMrush, harus mendaftar terlebih dahulu sebagai anggota yang tersedia secara gratis. Pemilik akun gratis SEMrush akan mendapatkan akses untuk melakukan riset keyword 10 kali pencarian dalam 24 jam. Misal dengan menggunakan kata kunci “membuat blog”, dimana akan mendapatkan saran long tail keyword. Dan juga dapat melihat situs-situs mana saja yang berada di halaman pertama hasil pencarian kata kunci tersebut. Namun, akses akun gratis di SEMrush terbatas, tidak dapat melihat semua saran kata kunci (keyword suggestion) yang dihasilkan. SEMrush menyediakan versi trial selama 7 hari dan selanjutnya akan dikenai biaya per bulannya.

10. Answer the Public

Untuk keyword tool satu ini tidak tersedia dalam bahasa Indonesia. Answer The Public hanya menyediakan beberapa pilihan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris. Namun, tools ini tetap direkomendasikan, karena saran keyword yang diberikan cukup lengkap dan komperehensif. Answer The Public memberikan saran kata kunci dengan format 5W+1H (What, Where, When, Why, Who, dan How). Maka, pengguna bisa memperoleh ide-ide untuk konten blog atau website dari hasil riset keyword bahasa Inggris ini. Mungkin juga bisa menemukan keyword yang berpotensi populer jika dibuat dalam bahasa Indonesia. Dan Answer The Public bisa digunakan secara gratis.

11. Soovle

Soovle tidak memberikan informasi volume pencarian (search volume), tingkat kesulitan (keyword difficulty), dan SERP. Soovle hanya memberikan saran long tail keyword populer di beberapa situs besar seperti Google, Bing, Youtube, Yahoo, Amazon, Wikipedia, dan Answer.com. Hasil pencarian di Soovle tidak seakurat hasil pencarian di Ubersuggest, SEMRush, KWFinder, Google Trends, dan MOZ. Soovle hanya memberikan saran kata kunci saja, tanpa detail berapa banyak volume pencarian tersebut terjadi atau tingkat kesulitan sebuah keyword. Fitur lain yang disediakan oleh Soovle adalah Daily Top Keyword (Top Kata Kunci Harian). Namun, top keyword ini hanya berlaku pada kata kunci bahasa Inggris. Soovle tidak menyediakan top keyword berdasarkan wilayah atau bahasa tertentu.

12. Keyword Shitter

Cara riset keyword dengan menggunakan Keyword Shitter cukup sederhana, karena hanya perlu mengetik keyword yang diinginkan dan Keyword Shitter akan memberikan saran-saran long tail keyword untuk kata kunci tersebut. Keyword tool ini bisa digunakan untuk menemukan kata kunci sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan blog dan website. Keyword tool ini juga gratis, sehingga tidak akan membebani kas yang dimiliki.

Baca juga : SEO Tools Terbaik dan Gratis untuk Reset Keyword

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

Postingan Terkait

Pengertian, Manfaat, dan Cara Kerja SEO

Pengertian SEO Pengertian SEO (Search Engine Optimization) adalah suatu teknik untuk memaksimalkan nilai relevan halaman website agar meningkatnya ranking dan pengunjung dari Search Engine Google. SEO

Read More »