Search
Close this search box.
website maintenance

Cara Membuat Maintenance Page WordPress Menarik di Website

Saat akan memperbarui website dalam skala besar, sebaiknya mengaktifkan WordPress maintenance page, untuk menunjukkan bahwa website sedang tidak bisa diakses untuk sementara. Untuk bisa membuat halaman web wordpress dalam kondisi maintenance page maka gunakan plugin. Untuk tahap awal, masuk ke bagian plugin yang tersedia, kemudian masukan keyword Maintenance di kolom yang sudah disediakan. Dari sini akan mendapatkan hasil beberapa plugin yang bisa dipakai. Plugin yang direkomendasikan yaitu menggunakan plugin yang bernama coming soon page and maintenance mode by sedprod. 

Kemudian aktifkan plugin tersebut, dan masuk menuju panel pengaturan web wordpress yang sudah sediakan oleh plugin. Aktifkan terlebih dahulu fitur bernama enable maintenance mode yang ada didalamnya, kemudian buat headline yang diinginkan. Buat kalimat yang manis bagi pengunjung situs, selektif dalam memilih kata-kata karena akan berimbas pada kredibilitas yang telah dibangun sebelumnya. Tambahkan juga gambar yang menarik agar pengunjung tetap senang dalam membuka halaman website. Untuk lebih jelasnya, berikut pengertian WordPress maintenance mode dan cara mengaktifkannya, cara mengedit halaman pesan maintenance agar terlihat lebih menarik, dan langkah-langkah melakukan maintenance WordPress.

Baca juga : Perbedaan Bugs, Defect dan Error

Pengertian WordPress Maintenance Page

web maintenance

Maintenance Page adalah halaman website atau status yang ditampilkan untuk memberi tahu pengunjung bahwa saat ini website sedang dalam maintenance (pemeliharaan/perbaikan), sehingga website tidak dapat diakses. Maintenance mode membantu menyembunyikan tampilan error atau blank yang mungkin muncul ketika update website, terutama update WordPress. Jadi, daripada pengunjung melihat tampilan error atau blank, maka bisa mengaktifkan tampilan maintenance mode yang menarik, yang bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. Misalnya, untuk menampilkan informasi maintenance, waktu hitung mundur website aktif kembali, dan contact form agar pengunjung bisa langsung menghubungi pemilik situs untuk mendapatkan info terkini. Selama proses berlangsung, WordPress akan menggunakan fungsi wp maintenance dan membuat file .maintenance yang memuat pesan maintenance. Setelah selesai, WordPress akan menghapus file tersebut, dan website kembali normal seperti semula.

Alasan Tampilan Web WordPress Harus Bagus Saat Maintenance

Web wordpress yang memiliki tampilan bagus saat maintenance juga akan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi pengunjung web. Terlebih bagi toko online atau web berita yang tak pernah sepi pengunjung setiap harinya. Berikut beberapa alasan kenapa tampilan web wordpress harus bagus dalam kondisi ini:

1.      Membuat Situs Web Lebih Berkesan

Kesan adalah sesuatu yang harus dipahami dalam membuat halaman untuk web wordpress maintenance. Kesan yang positif akan dirasakan pengunjung, dan akan membuat mereka menganggap situs mempunyai cara yang professional dalam kondisi tertentu semacam ini. Kesan ini juga akan sangat bermanfaat apabila ingin memberikan sesuatu yang berbeda kepada pengunjung setia website dalam kondisi web sedang perbaikan atau kustomisasi.

2.      Menunjukkan Profesionalitas Pemilik Website

Web wordpress maintenance yang memiliki tampilan bagus, akan menujukan bahwa yang ada didalamnya adalah orang-orang professional. Hal ini juga akan meningkatka rasa hormat pegujung terhadap situs, maka daya tarik tersebut akan semakin bertambah. Seperti yang diketahui, banyak website yang membiarkan tampilan situsnya jelek tanpa adanya perubahan yang mendalam sama sekali. Dengan memiliki tampilan web yang bagus, maka banyak kepuasan yang nantinya akan bisa diperoleh, dimana situs tersebut akan bisa tampil dengan lebih menawan dan istimewa dibandingk dengan sebelumnya.

3.      Menghargai Upaya Visitor saat Datang Ke Situs

Para pengunjung setia pasti kaget jika visitor yang berkunjung ke web melihat situs yang tampilannya kurang menarik. Dalam kondisi maintenance, sebaiknya melakukan yang terbaik dalam menghargai upaya visitor yang sudah memasukan URL di mesin pencari. Bagaimanapun juga mereka sangat berjasa dalam menambah jumlah traffic situs. Dengan menujukan bahwa web sedang maintenance, maka akan semakin banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Kini membuat situs yang bagus dan istimewa, sudah bukan lagi halangan.

4.      Menunjukan Keseriusan dalam Membangun Sebuah Website

Para pengunjung web wordpress bisa tau apakah pemilik situs merupakan sosok yang serius dalam membangun situs atau tidak dengan melihat bagaimana tampilan situs yang disuguhkan dan tampilan yang user friendly. Dengan menyuguhkan tampilan situs yang istimewa, maka akan mendapatkan manfaat yang lebih besar dan membuat situs menjadi lebih berkesan dan memiliki daya tarik tersendiri. Banyak orang menganggap tampilan yang penting di front end atau halaman utama website adalah ketika pengunjung membuka situs tersebut saja, tapi perhatikan juga saat website dalam mode maintenance, perhitungkan untuk membuat pengunjung web wordpress tetap bisa memahami profesionalitas pemilik situs. Maka lakukan instalasi plugin yang dibutuhkan, agar nantinya bisaa mendapatkan manfaat yang jelas dan lebih banyak dari sebelumnya. Jika perlu, lakukan riset mengenai tampilan maintenance seperti apa yang diinginkan, agar memudahkan dalam pengelolaan situs.

Baca juga : Perbedaan Bugs, Defect dan Error

Waktu yang Tepat Mengaktifkan Maintenance Mode di WordPress

Maintenance mode diaktifkan ketika hendak mengupdate website. Namun sebenarnya tidak perlu mengaktifkan maintenance mode setiap kali hendak memperbarui sesuatu di WordPress, seperti memperbarui konten, memperbaiki minor bug, atau mengubah skema warna. Namun, seiring dengan bertambah besarnya website dan meningkatnya trafik, perubahan atau pembaruan yang perlu dilakukan juga akan semakin banyak dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Mengubah tema, menginstal fitur baru, atau menambahkan layanan baru kemungkinan besar akan menyebabkan downtime sehingga pengunjung tidak bisa mengakses website untuk sementara. Maka disituasi tersebut, sebaiknya mengaktifkan maintenance mode, yaitu ketika akan melakukan perubahan besar yang menyebabkan downtime pada website.

Contoh, ketika hendak update WooCommerce toko online yang memiliki banyak pengunjung dan trafik. Dan terjadi masalah saat melakukan update, website bisa saja mengalami down dan mendadak tak bisa digunakan. Maka, pengunjung akan mendapati website error atau tampilan halaman buruk, misal blank atau situs berantakan. Maka pengunjung akan mengira website memang tak bisa digunakan, dan mempengaruhi citra bisnis di mata pelanggan. Jadi, buat halaman maintenance mode agar pelanggan mengetahui website sedang dalam pengembangan dan akan aktif kembali dalam beberapa waktu kemudian.

Dampak dari WordPress Maintenance Mode

WordPress akan membuat halaman default untuk memberi tahu para pengunjung situs bahwa proses maintenance sedang berlangsung. Umumnya, halaman ini memiliki tampilan berwarna putih dengan teks bertuliskan, “Briefly unavailable for scheduled maintenance. Check back in a minute.” Bagi pengunjung atau klien, halaman default ini tentunya terlihat tidak menyenangkan. Bisa jadi, bisnis online akan mendapatkan kesan yang kurang baik dari calon pelanggan. Bahkan, beberapa pengunjung mungkin tidak mau tahu atau tidak peduli dengan apa yang terjadi sehingga memutuskan untuk tidak membuka situs tersebut lagi. Maka, penting untuk menyesuaikan halaman default WordPress maintenance mode agar terlihat lebih menarik.

Cara Membuat Website Maintenance Page Mode

Metode 1 – Menggunakan Plugin Maintenance WordPress

WordPress telah menyediakan berbagai plugin maintenance yang bisa dipakai untuk membuat halaman perbaikan. Metode ini ditujukan bagi pengguna yang ingin mengaktifkan WordPress maintenance mode tanpa perlu mengutak-atik kode.

  1. SeedProd

seedprod

Plugin SeedProd merupakan plugin maintenance populer. Cara menggunakannya.

  • Login ke dashboard WordPress, pilih menu Plugin> Add New.
  • Install plugin SeedProd di kolom pencarian. Klik Install> Activateuntuk mengaktifkan plugin.
  • Klik menu SeedProd > Pages. Lalu klik Create First Page.
  • Pilih tipe halaman yang ingin ditampilkan. Bisa pilih Coming Soon Mode jika website baru rilis dan Maintenance Mode untuk memberitahu pengunjung bahwa website dalam perbaikan. Kemudian klik Edit Page pada tipe yang dipilih.
  • Lakukan kustomisasi tampilan maintenance page sesuai kebutuhan. Tinggal drag and drop elemen yang ingin ditambahkan. Seperti logo, background gambar, form subscribe, waktu hitung mundur, dan lainnya.
  • Klik Save,lalu Publish. Selanjutnya, akan mendapatkan notifikasi bahwa maintenance page telah ditampilkan di website.

Baca juga : Cara Membuat Halaman Produk yang Menarik

  1. WP maintenance mode

Jika menggunakan plugin WP maintenance mode. Pertama, unduh dan instal plugin WP maintenance mode. Setelah plugin diaktifkan, konfigurasikan pengaturannya. Arahkan kursor ke tab sebelah kanan dan pilih Settings -> WP Maintenance Mode. Di halaman pengaturan, ada 5 tab yang tersedia: General, Design, Modules, Manage Bot, dan GDPR. Setelah semuanya selesai, pilih Save settings dan cek website.

  • General

Pada tab ini, terdapat kolom Status yang bisa digunakan untuk mengaktifkan plugin dan maintenance mode WordPress. Caranya, atur Status ke Activated, di bawah opsi Status, terdapat fitur Bypass for Search Bots. Jika opsi ini diatur ke Yes, mesin pencari bisa mengakses website selama proses maintenance berjalan. Untuk menetapkan peran pengguna yang bisa mengakses backend situs selama mode maintenance aktif, gunakan opsi Backend Role dan Frontend Role. Jika peran ini tidak ditetapkan, situs hanya akan bisa diakses oleh Administrator.

  • Design

Di tab Design, bisa membuat halaman mode maintenance yang lebih menarik. Caranya, pilih opsi Title (HTML tag). Tambahkan judul halaman beserta Heading dan Teks. Setelah menambahkan hal-hal yang sekiranya perlu, ubah atau ganti latar belakang halaman. Misal, ubah warnanya atau mungkin gunakan gambar untuk latar belakang.

  • Modules

Atur penghitung waktu mundur di tab ini. Tentukan waktu mulai dan waktu yang tersisa. Aktifkan juga pesan yang meminta para pengunjung untuk berlangganan agar mendapatkan notifikasi ketika website sudah kembali online. Opsi berikutnya memungkinkan untuk mengonfigurasikan media sosial. Masukkan link akun media sosial, kemudian plugin akan menampilkan ikon media sosial secara otomatis di halaman pemberitahuan maintenance.

  • Manage Bot

chatbot

Di tab ini, bisa menambahkan chatbot ke halaman pemberitahuan maintenance. Maka, pemilik situs bisa terus berinteraksi dan berkomunikasi dengan pelanggan selama proses maintenance. Agar terlihat lebih menarik, beri nama bot tersebut dan tambahkan avatar.

  • GDPR

Atur opsi di tab GDPR jika ingin pengunjung berlangganan di halaman mode maintenance. GDPR yaitu singkatan dari General Data Protection Regulation atau Peraturan Perlindungan Data Umum. Karena akan mengumpulkan data pengunjung, opsi ini harus diaktifkan.

  1. Page Builder

Bisa juga membuat website maintenance mode dengan menggunakan page builder. WordPress telah menyediakan plugin page builder yang mudah digunakan. Nah, pada tutorial ini, kami menggunakan plugin page builder populer, yaitu Elementor. Page builder Elementor ini akan memudahkan untuk membuat dan mengedit halaman website, termasuk maintenance page.

  • Install dan aktifkan Elementor page builder. Klik menu Plugin > Add New. Kemudian cari plugin page builder Elementor. Klik Install Nowlalu Activate untuk mengaktifkan.
  • Klik menu Elementor > Tools.Pilih tab menu Maintenance Tools. Pada menu ini, jika baru pertama kali membuat halaman dengan Elementor, klik create one.
  • Buat judul halaman yang akan dibuat. Lalu klik Publish. Kemduian buka kembali halaman dan klik Edit with Elementor.
  • Kustomisasi halaman maintenance dengan widget Elementor yang tersedia. Karena maintenance page pada dasarnya tidak membutuhkan header dan footer, maka perlu menghilangkannya terlebih dulu. Caranya klik tombol Settings pada pojok kiri bawah. Klik menu drop down pada Page Layout, kemudian pilih Elementor Canvas.
  • Sekarang bisa mulai mendesain maintenance page pada tampilan blank. Tambahkan background, membuat judul, dan contact form.
  • Setelah selesai, klik Lalu kembali lagi ke menuElementor > Tools > Maintenance Mode. Ganti Choose Mode dengan Maintenance atau Coming Soon. Lalu pilih menu Choose Template dengan halaman yang baru dibuat tadi.
  • Klik Save Changes untuk menyimpan pengaturan. Selanjutnya akan mendapatkan notifikasi Maintenance Mode telah aktif.

Baca juga : Ide Bisnis Menggiurkan dan Ide Lomba di Moment Hari Kemerdekaan

Metode 2 – Gunakan Fungsi Kustom

functions

Metode ini mengharuskan mengedit file functions.php. Sebaiknya back up situs WordPress terlebih dahulu sebelum melanjutkan. Langkah ini merupakan cara untuk menampilkan default maintenance page yang ada di WordPress. Halaman maintenance default diatur secara otomatis oleh WordPress ketika website berada dalam mode maintenance. Aktifkan maintenance mode secara manual di WordPress dan customisasikan halamannya tanpa perlu mengaktifkan plugin apa pun. Tambahkan baris kode di bawah ini ke akhir file tema functions.php:

// Activate WordPress Maintenance Mode

function wp_maintenance_mode(){if (!current_user_can(‘edit_themes’) || !is_user_logged_in()) {

wp_die(‘<h1>Under Maintenance</h1><br /> Website under planned maintenance. Please check back later.’); } }

add_action(‘get_header’, ‘wp_maintenance_mode’);

Ganti teks di dalam tanda petik pada baris 4 agar pesan maintenance tidak terkesan terlalu kaku. Jika sudah selesai menambahkan kode tersebut, jangan lupa klik Update File untuk menyimpan perubahan file.  Untuk menonaktifkan under maintenance page, bisa hapus lagi kode yang baru ditambahkan pada file function.php.

Metode 3 – Gunakan File .htaccess

Modifikasi file .htaccess untuk melakukan metode ini. Back up file .htaccess terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Dalam melakukan metode ini, pahami coding untuk membuat file HTML yang berisi pesan bahwa website dalam perbaikan dan ketahui bahwa dashboard admin tidak akan bisa diakses karena semua permintaan akan dialihkan ke file maintenance.html. cara untuk menggunakan File .htaccess yaitu:

  • Login ke cPanel akun hosting. Klik tombol Kelola Hosting pada Beranda, dan akan langsung diarahkan ke laman cPanel. Kemudian, klik menu File Manager.
  • lalu buka folder public_html. Dan klik menu file serta buat sebuah file HTML yang berisi informasi bahwa website sedang maintenance. Simpan file, misal dengan nama “maintenance.html”.
  • Selanjutnya rename file .htaccess, misalnya dengan nama htaccess_defaultdan buat file baru dengan nama .htaccess, lalu tambahkan snippet kode di bawah ini:

RewriteEngine On

RewriteBase /

RewriteCond %{REQUEST_URI} !^/maintenance\.html$

RewriteRule ^(.*)$ https://example.com/maintenance.html [R=307,L]

Gunakan file pesan maintenance di direktori website untuk membuat maintenance.html. Silakan ganti https://mydomain.com/maintenance.html dengan nama domain dan file HTML yang dibuat.

  • Terakhir, buat file .htaccess baru untuk mengarahkan halaman website ke file HTML yang telah dibuat. Untuk menonaktifkan halaman maintenance, hapus file .htaccess baru dan rename file .htaccess seperti semula.

Baca juga : Rekomendasi Aplikasi Pendukung Terbaik Untuk Jualan Online

Metode Lain untuk Melakukan WordPress Maintenance

1. Pantau Waktu Loading Halaman

mengetahui kecepatan website

Umumnya, website hanya perlu kurang dari dua detik untuk memuat konten. Website yang kurang optimal akan membuat pengunjung harus menunggu lama, atau bahkan kecewa dan mungkin tidak akan membuka website yang sama lagi. Maka, sebaiknya uji waktu loading website secara rutin, bisa menggunakan Pingdom untuk melakukannya. Kecepatan website juga bergantung pada layanan hosting yang digunakan, jadi pastikan menggunakan web hosting yang optimal.

2. Hapus Postingan Draft dan Trash serta Komentar Spam

Postingan draft (draf), trash (sampah), dan komentar spam bisa memperlambat performa WordPress. Maka, lakukan langkah ini secara rutin agar performa website tetap optimal. Untuk membersihkan postingan yang tidak diperlukan, buka tab All posts atau All Pages dan lihat apakah ada item yang tertinggal di bagian Trash. Cek secara menyeluruh apakah ada item yang ingin dipertahankan atau sebaiknya dihapus saja. Kemudian, pilih semua item yang ada di area Trash lalu klik menu Bulk Actions. Pilih opsi Delete Permanently dan klik Apply. Untuk menghapus komentar spam, buka tab Comments dan lihat apakah masih ada item di area Spam dan Trash. Jika ada, segera hapus item tersebut dengan cara yang sama seperti sebelumnya.

3. Perbarui Plugin dan Tema

Plugin dan tema yang sudah outdated bisa mengganggu keamanan situs, sehingga orang jahat bisa ‘masuk’ dan menginfeksi website dengan malware. Maka, pastikan apakah ada pembaruan untuk plugin dan tema yang digunakan.

4. Cek Apakah Ada Link yang Rusak

Link yang rusak adalah masalah yang tidak boleh disepelekan karena bisa membingungkan pengunjung dan memberikan kesan yang kurang profesional dalam mengelola website. Caranya, cek link dalam postingan dan halaman secara manual. Namun untuk website yang lebih besar dan memiliki banyak konten, gunakan tool seperti WP Broken Link Status Checker. Instal dan aktifkan plugin, kemudian tab WP Link Status akan muncul di dashboard. Klik opsi Add new scan. Maka, bisa mulai menggunakan tool ini untuk mencari link atau gambar yang rusak. Kemudian, klik save and run crawler dan tunggu hingga proses selesai. Klik crawling result untuk melihat daftar semua URL rusak yang ditemukan plugin, serta anchor text dan halaman tempat plugin tersebut terinstal.

5. Bersihkan Cache WordPress

Cache website berfungsi untuk mempercepat loading website agar performanya lebih optimal. Namun, lakukan pembersihan cache secara rutin agar perubahan konten yang dilakukan bisa ditampilkan dengan benar. Gunakan plugin untuk membersihkan cache, misalnyaWP Super Cache. Jika sudah menginstal plugin ini, buka tab Settings > WP Super Cache dari dashboard, yang mengarahkan ke halaman pengaturan plugin. Di sana, akan melihat opsi Delete Cache di bawah tab Easy.

Baca juga : Memahami Psikologi Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

Postingan Terkait