JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
Pengertian, karakteristik, manfaat dan konsep Big Data

Big Data : Pengertian, sejarah, karakteristik, manfaat dan konsep

Di era digital ini, informasi adalah sebuah aset penting dalam mengambil keputusan. Dalam kehidupan sehari-hari, informasi dan data yang tersedia digunakan untuk kepentingan pribadi. Contoh, saat seseorang ingin membeli sebuah barang, ada kemungkinan ia akan mencari ulasan terkait barang tersebut untuk memutuskan produk mana yang layak dibeli. Sedangkan dalam lingkup bisnis, jumlah informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan terbaik sangatlah besar. Kumpulan informasi dalam jumlah besar ini juga disebut big data. Seiring dengan teknologi yang terus berkembang, maka penggunaan data pun terus meningkat. Maka, big data adalah fenomena yang tidak dapat dihindari. Konsep big data mungkin belum banyak dipahami, tapi manfaat big data telah banyak dirasakan, terutama bagi pengguna internet yang setiap saat mengakses informasi secara online. Bahkan, sudah banyak contoh big data yang terbukti mampu mendukung proses bisnis dengan lebih baik.

Baca juga : Cara untuk Meningkatkan Keamanan Website

Pengertian Big Data

big data

Big data adalah kumpulan data yang lebih besar dan lebih kompleks, terutama dari sumber data baru serta terus bertambah setiap waktu. Set data ini sangat banyak sehingga software pemrosesan data tradisional tidak dapat mengelolanya. Namun, sejumlah besar data ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah bisnis yang sebelumnya tidak dapat ditangani. Singkatnya, data adalah pengumpulan dan penggunaan informasi dari berbagai sumber untuk membuat keputusan yang lebih baik. Big data bisa dibilang sebagai sebuah konsep tentang kemampuan seseorang untuk mengumpulkan, menganalisa, dan mengerti jumlah data yang cukup besar yang datang setiap harinya. Data ini dihasilkan dari aktivitas internet yang makin rutin dilakukan, baik untuk tujuan pribadi maupun bisnis. Contoh, awalnya hanya sebuah informasi berupa data nama, alamat dan nomor telepon. Namun saat ini, data yang dimiliki makin beragam, termasuk postingan di media sosial, riwayat belanja di marketplace, hingga pencarian di mesin pencari yang menunjukkan ketertarikan pengguna tentang suatu topik. Semua data tersebut terus dihasilkan bersamaan dengan data dari pengguna lain di seluruh dunia. Bahkan, pengguna internet menghasilkan data sekitar 2,5 quintillion bytes setiap hari. Maka penting untuk mampu mengelola big data dengan baik. Peran big data bagi bisnis cukup besar, misal bagi pengguna website, big data bisa membantu mengumpulkan data traffic website atau tingkat pembelian dengan mudah.

Sejarah Perkembangan Big Data

Sekitar tahun 2005, orang mulai menyadari bahwa ada banyak data yang dihasilkan pengguna melalui Facebook, YouTube, dan layanan online lainnya. Hadoop, sebuah open-source software untuk mengumpulkan dan menganalisa data dikembangkan pada tahun yang sama. NoSQL juga mulai mendapatkan popularitasnya selama ini. Pengembangan software open-source untuk data, seperti Hadoop (dan Spark) memiliki peran penting dalam pertumbuhan data karena mereka membuat data besar lebih mudah digunakan dan lebih murah untuk disimpan. Pada tahun-tahun sejak saat itu, volume data terus meningkat. Pengguna masih menghasilkan data dalam jumlah besar, ​​tetapi itu bukan hanya manusia yang melakukannya. Dengan munculnya Internet of Things (IoT), lebih banyak objek dan perangkat terhubung ke internet. Produsen pun melakukan pengumpulan data tentang pola penggunaan pelanggan dan kinerja produk. Munculnya machine learning juga telah menghasilkan lebih banyak data.

Baca juga : Fitur Toko Online yang Wajib Ada di Website

Karakteristik Big Data

karakteristik big data

  1. Volume

Sesuai namanya,big data tentu memiliki jumlah data yang sangat besar, bisa secara keseluruhan atau berdasarkan platform yang mengelolanya. Contoh, Instagram telah menyimpan 69,23% data personal lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia.

  1. Velocity

Kecepatan produksi data, meliputi input data hingga penggunaan data. Dengan adanya internet, proses ini berlangsung secara instan dan perubahan terjadi secara real-time. Velocity disini adalah kecepatan yang sangat cepat di mana data diterima dan (mungkin) langsung digunakan. Biasanya, kecepatan tertinggi aliran data langsung ke memori dibandingkan yang ditulis ke disk. Beberapa smart devices yang menggunakan internet beroperasi dalam waktu nyata atau mendekati waktu nyata dan akan memerlukan evaluasi dan tindakan secara real-time. Contoh, pengguna Instagram selalu bertambah lebih dari 100 juta akun setiap tahunnya. Itupun dengan kondisi bahwa setiap akun memiliki aktivitas yang berbeda dan terus menghasilkan data secara bersamaan.

Baca juga : Tipe Data Center dan Cara Memilih Data Center yang Berkualitas

  1. Variety

variaty data

Variety yang dimaksud adalah berbagai jenis data yang tersedia. Jenis data tradisional biasanya lebih terstruktur. Dengan semakin berkembangnya data, ada juga data yang belum terstruktur. Data yang belum terstrukur atau semi terstruktur seperti text, audio, dan video memerlukan waktu untuk diproses agar bisa mengetahui arti dari data-data ini. Big data dari satu platform saja yaitu Instagram bisa bervariasi bentuknya, ada data berbentuk formulir data personal, foto, video, atau bahkan data filter instastory. Jika data tersebut berasal dari berbagai platform dan bisnis yang berbeda, tentu bentuk formatnya berbeda-beda, seperti dokumen presentasi, tabel, dan lainnya. Bahkan, ada data yang langsung bisa dibaca dan digunakan dan ada juga data abstrak yang perlu dianalisis, sehingga data dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  • Structured data – Bisa digunakan langsung
  • Semi-structured data – Perlu diolah sebelum digunakan
  • Unstructured – Perlu dianalisis, diolah, dan baru bisa digunakan
  1. Veracity

Revolusi industri 4.0 membuat peran data dalam membantu mengambil keputusan cukup besar. Maka, keakuratan sebuah data menjadi penting, dan veracity menjadi karakteristik big data berikutnya. Veracity atau kebenaran data adalah tingkat akurasi informasi yang diberikan oleh sebuah data set. Dengan tingkat kebenaran data yang baik, maka keputusan yang diambil dengan mengolah data tersebut akan memberikan hasil yang maksimal. Semakin besar sebuah data, akan semakin susah untuk mengelolanya dengan baik. Jika terjadi error atau kesalahan proses, dampaknya bisa cukup besar. Big data bukan hanya tentang adanya data yang dihasilkan, tapi tentang identifikasi data dengan tepat agar memberikan manfaat bagi pengguna. Contoh sederhananya yaitu adanya pengguna nama akun pengguna (ID) dari platform seperti Instagram, Facebook dan lainnya.

  1. Value

Big data memiliki value untuk memudahkan pengguna mengakses informasi dengan cepat dan mengambil keputusan berdasarkan berbagai data yang ada. Contoh, fitur Instagram Stories digunakan oleh 500 juta pengguna setiap harinya. Hal ini menunjukkan bahwa fitur yang memungkinkan pengguna membuat posting instan cukup digemari. Artinya, fitur ini perlu dipertahankan pada platform tersebut dan bahkan dikembangkan dengan fitur tambahan seperti boomerang, multi-capture, reels, dan lainnya.

Baca juga : Definisi Data Center dan Cara Memilih Data Center

Fungsi Big Data untuk Perkembangan Bisnis

  1. Customer Relationship Management (CRM)

CRM

Mungkin pemilik situs sudah melakukan beberapa usaha CRM untuk menjaga hubungan dengan customer bisnis. Ada beberapa tool seperti Zoho atau Bitrix24 yang bisa membantu mengelola kegiatan CRM. Dengan tools ini juga bisa mengumpulkan dan menggunakan data dengan lebih mudah dan efisien. Kebanyakan layanan CRM biasanya bersifat online dan membantu dalam melacak penjualan, leads, dan conversion rates. Bisa juga melacak complain dari customer, sejarah pembelian customer, jenis-jenis customer, dan informasi yang lebih spesifik tentang customer. Customer relationship management adalah salah satu hal paling penting dalam bisnis, karena bisa membantu meningkatkan sales dan membantu mengelola marketing dan operasional dengan lebih mudah agar kebutuhan customer terpenuhi. 

  1. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Saat ini, data digunakan di berbagai elemen bisnis. Di call center, sistem CRM yang disertai dengan analytics dapat meninjau beberapa sumber data secara langsung untuk menyarankan penawaran yang dapat diberikan perwakilan kepada pelanggan. Di kantor dokter, analitik yang diintegrasikan ke dalam aplikasi pemeliharaan kesehatan dapat meningkatkan hasil dengan menghadirkan dokter dengan saran yang diinformasikan dan langkah selanjutnya yang perlu dipertimbangkan dalam merawat pasien. Analisa khusus industri bisa membantu mereka mempercepat pemrosesan klaim sambil mengurangi biaya dan menemukan potensi penipuan dengan menggunakan solusi yang didukung analitik yang dapat menentukan apakah klaim dapat diproses secara otomatis atau harus ditemui untuk ditinjau oleh expert dulu.

Baca juga : Tips Memulai Usaha Sampingan untuk Menambah Penghasilan

  1. Meningkatkan UX untuk Pengguna Mobile

Penggunaan smartphone membuat pekerjaan menjadi lebih cepat. Dengan kemampuan pengambilan keputusan dan kecerdasan langsung di smartphone, pengguna akan dapat menerapkan proses bisnis baru yang akan mengubah cara bisnis yang dilakukan. Karena dunia berubah dengan cepat, informasi juga merupakan hal yang cepat berubah. Smartphone memungkinkan pengumpulan data secara real time dan memberikan insights. Misal, perusahaan pengiriman dengan truk di lapangan dapat meningkatkan operasionalnya dengan menggunakan tools yang dapat mengantisipasi kondisi lalu lintas di sepanjang rute tertentu pada waktu tertentu atau membuat rute baru jika ada informasi tentang kecelakaan yang baru saja terjadi atau informasi yang dimasukkan oleh pengemudi.

  1. Mendorong Inovasi

Big data dapat membantu berinovasi dengan mempelajari hubungan antara manusia, lembaga, entitas, dan proses dan kemudian menentukan cara baru untuk menggunakan pengetahuan baru tersebut. Maka, gunakan data insight untuk meningkatkan keputusan tentang pertimbangan keuangan dan perencanaan. Perhatikan tren dan apa yang pelanggan inginkan pada produk dan layanan baru. Perusahaan besar seperti Netflix dan Procter & Gamble menggunakan data untuk mengantisipasi keinginan customer. Mereka mengguanakn data dengan melihat bagaimana customer menggunakan produk mereka. Berdasarkan data-data tersebut, mereka kemudian akan mengembangkan inovasi baru untuk produk dan layanan mereka. P&G juga menggunakan data dan analytics dari berbagai channel seperti focus groups dan social media.

Baca juga : Usaha Sampingan Untuk Karyawan di Masa Pandemi

Manfaat dan Contoh Big Data dalam Bisnis

  1. Pengembangan Produk Menjadi Lebih Mudah

Big data dapat membantu mengembangkan produk lebih baik sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dan membuat penjualan bisa lebih ditingkatkan. misal produk yang memiliki kemasan ekonomis lebih diminati. Maka, pelaku bisnisa bisa memproduksi lebih banyak produk tersebut. Sebaliknya, jika ada produk yang penjualannya sangat rendah, maka bisa menganalisa penyebabnya dari data yang ada. Kemudian, bisa memutuskan apakah akan memperbaikinya atau menghentikan produksinya.

  1. Peluang Inovasi Bisnis Lebih Terbuka

Dengan big data dapat mengenali tren minat konsumen, baik dari jenis produk atau berdasarkan banyaknya transaksi suatu produk. Kemudian, buat inovasi produk baru sesuai tren yang lebih mudah menarik banyak konsumen. Bisa juga berupa penerapan sistem baru yang mendukung penjualan produk.  Contoh, banyak konsumen suka menggunakan metode transfer dan kartu kredit untuk berbelanja. Artinya, kemudahan pembayaran sangat diinginkan oleh konsumen ketika mengunjungi sebuah toko online. Sebagai pemilik bisnis, bisa menyiasatinya dengan menyediakan metode pembayaran non tunai (cashless), seperti kartu kredit atau e-wallet di website toko online.

  1. Dapat Merancang UX yang Lebih User-Friendly

Interaksi konsumen melalui aplikasi, web app, ataupun website, menjadi penentu tingkat penjualan produk. Jika memiliki alur yang membingungkan, konversi yang dihasilkan bisa saja kecil. Dan big data dapat membantu dengan menyimpan riwayat belanja konsumen. Kemudian, lakukan analisa data tersebut untuk membuat interaksi pada website lebih menyenangkan. Misal, banyak konsumen yang keluar dari website di halaman produk. Maka, pelajari kualitas halaman tersebut, baik dari tampilan, kecepatan, hingga navigasinya. Kemudian, tingkatkan tampilan dan kecepatannya agar proses belanja konsumen bisa lebih cepat dan mudah.

  1. Resiko Manipulasi Data Dapat Dihindari

Big data juga memiliki andil dalam hal keamanan. Dengan besarnya data yang ada, pengguna dapat mengidentifikasi pola data yang tidak wajar yang bisa merugikan bisnis. Contohnya, jika terjadi angka pengeluaran untuk membeli bahan baku lebih besar dari yang seharusnya, gunakan big data untuk mendapatkan informasinya secara cepat, apakah ada kenaikan harga atau ada penambahan jumlah bahan baku yang dibeli. Hal ini penting untuk bisa mencegah terjadinya manipulasi data karena semua data sudah tercatat dan dapat diakses secara mudah dan cepat.

Baca juga : Pengertian, Jenis dan Tips Memaksimalkan Carousel

Konsep Big Data

Konsep big data adalah mengumpulkan semua data yang dihasilkan lalu mengolahnya dengan tepat agar dapat memberikan value yang diharapkan. Singkatnya, konsep big data terdiri dari tiga hal, yaitu Integrasi Data, Pengelolaan Data, dan Analisis Data

  1. Integrasi Data

Integrasi data adalah proses untuk mengumpulkan semua data yang telah dibuat hingga menjadi big data. Contoh, data website toko online yang berasal dari pendaftaran akun baru, daftar wishlist, dan lainnya. Semua data tersebut akan tetap tercatat pada sistem untuk kemudian digunakan pada proses selanjutnya. Artinya, pada proses integrasi data, fokus utamanya adalah pengumpulan data saja.

  1. Pengelolaan Data

Semua data yang dihasilkan harus mampu dikelola dengan tepat, baik pada saat menyimpan atau mengaksesnya. Maka, diperlukan sebuah ruang penyimpanan besar serta bisa diakses kapan saja dan dari mana saja. Untuk bisnis, penggunaan website dengan layanan hosting yang mumpuni bisa menjadi pilihannya. Jadi, semua aktivitas bisnis dan data yang dihasilkan akan diproses pada satu tempat. Nantinya, data pada website tersebut bisa disortir ke dalam sistem penyimpanan agar mudah ditemukan ketika dibutuhkan.

  1. Analisis Data

Semua data yang sudah disimpan dan dikelompokkan sesuai jenisnya, bisa dianalisa untuk kebutuhan lebih lanjut. Contoh, riwayat belanja konsumen di toko online bisa menjadi informasi produk apa yang layak ditawarkan ketika konsumen tersebut sedang berbelanja. Maka, potensi pembelian produk semakin besar karena penawarannya relevan. Jika hal ini mampu diterapkan ke semua konsumen berkat adanya big data, maka penjualan produk akan dapat ditingkatkan.

Baca juga : Control Panel Web Hosting Gratis yang Bisa Dicoba

Contoh Penggunaan Big Data

  1. Penggunaan Internet

Banyak orang terhubung dengan internet setiap harinya. Dan data-data hasil pencarian yang dilakukan pengunjung google juga merupakan data yang disimpan Google.

  1. Penggunaan Smartphone

Saat ini, hampir semua orang sudah memiliki smartphone atau tablet. Sebenarnya smartphone memiliki jumlah data yang sangat besar. Mereka menyimpan record telfon dan sms. Aplikasi-aplikasi handphone juga tentunya mengumpulkan data untuk keperluan bisnis mereka. Aplikasi GPS seperti Google Maps atau Waze juga mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan lokasi pengguna.

  1. Media Sosial

Media sosial sudah menjadi bagian dari hidup manusia sehari-hari untuk memenuhi kebutuhannya. Photo dan status yang diupload ke sosial media adalah bagian dari data. Setiap harinya ada lebih dari 400 juta tweets yang dikirim ke Twitter dan 72 jam video YouTube diupload setiap menitnya. Dari social media juga bisa mendapatkan data tentang kontak, hal-hal yang sering dicari dan diikuti di social media, dan kebiasaan pengguna social media.

Baca juga : Usaha Sampingan Untuk Karyawan di Masa Pandemi

  1. Digitalisasi Media

Sebelum ada internet, mungkin banyak yang menggunakan CD dan DVD untuk mendengarkan musik dan menonton video. Dengan begitu, kamu tidak meninggalkan jejak digital. Namun saat ini, hal-hal tersebut bisa dilakukan melalui website dan aplikasi streaming seperti Netflix dan Spotify. Netflix dan Spotify mencatat apa saja yang pengunjung dengarkan dan tonton agar mereka memiliki data yang bisa mereka gunakan untuk meningkatkan layanan. Sama halnya dengan buku, mungkin dulu hanya membaca buku dalam bentuk fisik. Namun saat ini sudah ada layanan seperti Kindle yang memungkinkan untuk membaca eBook. Amazon juga pasti mencatat buku apa saja yang pengunjung baca agar mereka bisa merekomendasikan buku yang sesuai.

  1. Smart Devices

Saat ke toko elektronik, mungkin sering melihat jika sekarang sudah banyak peralatan rumah yang dimulai dengan kata “smart”. Ada smart TV, smart fridges (kulkas), bahkan smart car atau mobil yang bisa berjalan sendiri tanpa pengemudi. Konsep smart appliances ini, yaitu bahwa semua peralatan di rumah terhubung satu sama lain, dan pengguna dapat mengaturnya dari satu alat, misal smartphone. Semua ini merupakan bagian dari teknologi terbaru, Internet of Things. Dan semua data dari smart devices, seperti temperatur dan konsumsi daya di rumah juga akan dikumpulkan agar produsen bisa memperbaiki layanannya dan menawarkan teknologi mutakhir bagi penggunanya. Eric Schidmt dari Google mengatakan bahwa sampai dengan tahun 2003, manusia menghasilkan 5 exabytes data. Namun saat ini, manusia menghasilkan 5 exabytes data setiap dua hari dan ini diperkirakan akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Baca juga : SEO Tools Terbaik dan Gratis untuk Reset Keyword

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂