JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN ONLINE SHOP UKM DAN PERUSAHAAN NO 1 DI JAWA BARAT
bandwidth

Apa itu Bandwidth dan Cara Mengurangi Pemakaiannya di Jaringan

Saat ini, Internet telah menjadi bagian penting dari kehidupan manusia sehari-hari. Dengan adanya produk smartphone, semua orang telah mudah berkomunikasi secara online. Namun masih banyak pengguna Internet tidak mengerti berapa banyak kecepatan Internet yang dibutuhkan dan mengapa bandwidth penting untuk menghindari koneksi Internet yang tertunda atau buffering. Bandwidth sendiri sering disalahartikan sebagai kecepatan internet, padahal sebenarnya adalah volume informasi yang dapat dikirim melalui koneksi dalam jumlah waktu yang terukur yang dihitung dalam megabit per detik (Mbps). Secara singkat, bandwidth adalah ukuran seberapa banyak informasi yang dapat ditransfer oleh jaringan. Volume data yang dapat diangkut bervariasi, memengaruhi seberapa efektif media transmisi, seperti koneksi Internet untuk bisa beroperasi.

Baca juga : Teknik SEO dalam Meningkatkan Peringkat dan Traffic Website

Pengertian Bandwidth

bandwidth

Di dunia internet, Bandwidth adalah kapasitas pertukaran atau transfer data antara server dengan penerima yang dihitung dalam satuan bit per detik (bps). Pengertian bandwidth ini merujuk pada cakupan frekuensi sinyal dalam medium transmisinya. Bisa diibaratkan bandwidth seperti pipa saluran air. Semakin besar diameter pipa, akan semakin besar pula volume air yang bisa melewati pipa tersebut di waktu yang bersamaan. Kecepatan air yang sampai ke ujung pipa akan berkurang jika di sepanjang jalur pipa ditambahkan cabang untuk mengarahkan air ke tujuan lain. Cabang-cabang ini adalah perangkat lain yang digunakan dalam satu saluran internet. Dalam jaringan komputer, pengertian bandwidth seringkali merujuk pada data transfer rate, yaitu penghitungan jumlah data dari satu lokasi ke lokasi lain dalam waktu tertentu yang sama-sama dihitung dalam satuan bps. Inilah nilai kapasitas maksimum yang bisa digunakan untuk mengirim data dalam satuan detik di satu jalur.

Bandwidth menggambarkan kecepatan transfer data maksimum dari jaringan atau koneksi Internet yang mengukur berapa banyak data yang dapat dikirim melalui koneksi tertentu dalam jumlah waktu tertentu. Misalnya, koneksi Ethernet gigabit memiliki bandwidth 1.000 Mbps (125 megabyte per detik) sedangkan koneksi Internet melalui modem kabel dapat menyediakan bandwidth 25 Mbps. Sementara bandwidth digunakan untuk menggambarkan kecepatan jaringan, tapi tidak mengukur seberapa cepat bit data berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Karena paket data berjalan melalui kabel elektronik atau serat optik, kecepatan setiap bit yang ditransfer dapat diabaikan. Sebaliknya, bandwidth mengukur berapa banyak data yang dapat mengalir melalui koneksi tertentu pada satu waktu. Unduhan akan selesai lebih cepat jika memiliki koneksi bandwidth tinggi. Data sering mengalir melalui beberapa koneksi jaringan, yang berarti koneksi dengan bandwidth terkecil bertindak sebagai penghambat. Umumnya, backbone Internet dan koneksi antar server memiliki bandwidth paling banyak, sehingga jarang menjadi hambatan. Hambatan Internet yang paling umum adalah koneksi ke ISP.

Fungsi Bandwidth Hosting

  1. Sebagai jalur atau bisa juga dijadikan media transfer data yang berasal dari website ke pengguna.
  2. Dapat digunakan sebagai pembatas kecepatan transfer data per pengguna agar bisa seimbang.
  3. Dapat melakukan pembagian jumlah data yang bisa dilakukan transfer data.
  4. Dapat digunakan untuk mengatur trafik lalu lintas dalam proses transfer data yang dilakukan.

Kegunaan Bandwidth

  1. Media mengirimkan data

Kegunaan utama bandwidth adalah sebagai transfer data dari lokasi satu ke lokasi lainnya. Sama seperti sebelumnya bila diumpamakan sebagai pipa, bandwidth memang memiliki kegunaan yang mirip dengan fungsi pipa dalam menyalurkan debit air. Proses transfer data tersebut ditransmisikan melalui kabel LAN yang saling menghubungkan antara koneksi LAN dengan perangkat komputer. Tapi saat ini, sudah bisa menemukan LAN nirkabel yang lebih terinovasi.

  1. Pembatas kecepatan transfer data

Bandwidth juga berfungsi sebagai pembatas dalam sebuah pengiriman data sehingga distribusi data akan berjalan secara merata. Terlebih lagi, akan terjadi permintaan data yang besar saat melakukan pengunduhan. Jika tidak dibatasi, pengguna lainnya akan mengalami kelambatan transfer data, bahkan tidak mendapatkan koneksi internet sama sekali. Ibaratkan pipa yang digunakan untuk mengalirkan air tersumbat.

  1. Pembatas besaran data yang dikirim

Bandwidth juga berfungsi untuk membatasi besaran data dalam kurun waktu tertentu. Biasanya, hal ini dilakukan oleh layanan hosting atau administrator jaringan. Misalnya, penyedia bandwidth membatasi besaran data hingga total 200 GB per bulannya, jumlah 200 GB ini berlaku bagi semua pengguna, tak peduli berapa banyak perangkat yang mengakses.

Cara Mengurangi Pemakaian Bandwidth

Mengingat jaringan memiliki batasan pada kecepatan transfer data, kelola penggunaan bandwidth mereka untuk mempertahankan kinerja jaringan. Network Performance Monitors (NPM) dapat mengamati berapa banyak bandwidth yang digunakan pada satu waktu dan dapat menentukan kapan dan di mana masalah transmisi data terjadi pada jaringan. Setelah mengetahui penggunaan bandwidth, sekarang mudah untuk menebak apa yang terjadi jika penggunaan bandwidth jaringan terlalu tinggi, kinerja jaringan akan turun atau tersumbat. Berikut langkah-langkah untuk mengetahui cara mengurangi penggunaan bandwidth:

Baca juga : Teknik SEO dalam Meningkatkan Peringkat dan Traffic Website

1.Cek virus dan malware

Malware dapat menyebabkan banyak kerusakan pada jaringan, termasuk kelebihan bandwidth. Dengan mengirim atau meminta data dalam jumlah besar, malware mengambil alih bandwidth yang tersedia untuk perangkat di jaringan. NPM biasanya memindai malware di jaringan dan menghilangkan semua yang ditemukannya. Meskipun ini dapat dilakukan secara otomatis, NPM juga memungkinkan pengguna untuk memindai data abnormal secara manual. NPM juga akan mengingatkan jika mendeteksi penggunaan bandwidth yang tidak konsisten, termasuk penggunaan yang disebabkan oleh malware.

2. Lacak penggunaan bandwidth hog

Saat pengguna di jaringan memiliki bandwidth yang dapat digunakan untuk tujuan berbeda dari biasanya. NPM dapat mengidentifikasi perangkat dan pengguna mana yang menggunakan bandwidth paling banyak di jaringan dan memperingatkan tim jaringan. Maka, dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.

3. Gunakan dan manfaatkan Quality of Service (QoS)

QoS

Langkah ini mengacu pada kemampuan jaringan untuk mengalokasikan dan mencadangkan aplikasi atau sumber daya aliran data. Cara ini akan membantu menurunkan jumlah bandwidth yang tersedia yang dapat digunakan perangkat lain di jaringan. Jika aplikasi memerlukan jumlah bandwidth tertentu untuk mengoperasikan tugas tertentu, NPM dengan kemampuan QoS dapat menahan bandwidth tersebut untuk digunakan oleh aplikasi tersebut. Ini dapat membantu mencegah perangkat saling mengganggu dalam hal penggunaan bandwidth, dan memungkinkan perangkat yang membutuhkan banyak bandwidth untuk beroperasi dengan benar.

4. Membatasi penggunaan jaringan VoIP

Voice over internet protocol atau VoIP adalah cara untuk mengirimkan pesan suara melalui Internet. Panggilan VoIP dapat menggunakan satu ton bandwidth, jika jaringan VoIP disalahgunakan, maka dapat sangat membebani jaringan. NPM dapat memantau penggunaan jaringan VoIP dan menentukan apakah kinerja jaringan VoIP di atas penggunaan biasa. Untuk membantu mengurangi penggunaan VoIP, organisasi dapat membatasi jaringan untuk digunakan secara eksklusif untuk panggilan terkait bisnis. Menghilangkan panggilan pribadi pada jaringan VoIP dapat sangat mengurangi penggunaan bandwidth.

5. Membuat dan menetapkan batasan akses guna

Situs web atau file tertentu mungkin menurunkan bandwidth yang tersedia di jaringan. jika situs web streaming video atau file besar dan tidak terkompresi yang berjalan di sepanjang jaringan dapat memonopoli sumber daya yang harus dialokasikan di tempat lain. Apabila ini terjadi dan menggunakan terlalu banyak bandwidth, dapat membatasi akses untuk mencegah bandwidth tersebut digunakan.

Jumlah Bandwidth Hosting Yang Dibutuhkan

Sebenarnya yang mengetahui jumlah bandwidth hosting yang dibutuhkan adalah pengguna sendiri, ketika melakukan pendaftaran akun hosting website yang baru. Sehingga bandwidth akan menjadi perhatian utama dalam membangun situs sebuah bisnis. Agar bisa mendapatkan transaksi sebanyak mungkin. Contohnya ketika customer hendak melakukan pembayaran, namun prosesnya terganggu karena lemot atau delay lebih dari 3 detik, tentunya mereka akan berfikir ulang dan bisa saja membatalkan pembayaran yang akan dilakukan. Itulah alasan kenapa website ternama akan membutuhkan web hosting yang cepat, tangguh dan juga mempunyai performa yang tinggi. Berikut metode yang bisa diterapkan untuk menentukan kebutuhan bandwith hosting website :

Keperluan Bandwidth = Average Daily Visitors x Average Page Views x Average Page Size) + (Average Daily File Downloads x Average File Size)] x 31 x Fudge Factor.

Catatan:

  1. Average daily visitors adalah rata rata pengunjung harian. Data tersebut bisa diperoleh ketika sudah melakukan install google analitik. Bisa juga melihat rata-rata visitor selama kurun waktu 3 bulan.
  2. Average page views merupakan rata-rata jumlah tayangan. Data tersebut dapat diperoleh dengan bantuan google analitik pada website.
  3. Average page size merupakan rata-rata ukuran halaman dalam KB atau MB. Gunakan tools GT-Metrix dan juga pingdoom tools yang bisa membantu, agar bisa mengetahui “page size” pada suatu halaman ketika proses loading berjalan. Sehingga harus melakukan pengujian sendiri dan juga menghitung rata-ratanya sendiri.
  4. Average daily File Downloads adalah rata-rata download file yang dilakukan harian.
  5. Average file size adalah rata-rata ukuran file.
  6. Fudge Factor merupakan factor keamanan berkisar 1,3 sampai 1,8.

Biasanya, untuk perusahaan atau paket hosting sebuah situs website akan menawarkan badwidth dalam jumlah GB (Gigabytes) per bulan. Sehingga harus mengambil rata-rata per hari dan mengalikannya dengan angka 31. Nantinya hasil perhitungan juga bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk menentukan kebutuhan bandwidth hosting yang akan digunakan pada website.

Tips Mengatasi Batasan Bandwidth Hosting

Jika memutuskan untuk membeli hosting yang mempunyai spesifikasi bandwidth hosting dengan jumlah terbatas. Maka, ketika trafik pada website tinggi, server akan down. Ini disebabkan oleh pemakaian bandwith hosting yang sudah melewati batas yang diperbolehkan dari sistem layanan web hosting yang digunakan. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah batasan bandwidth hosting:

  1. Lakukan upgrade paket layanan hosting ke spesifikasi yang jauh lebih tinggi.
  2. Lakukan tweak di seluruh komponen website agar bisa lebih ringan dan tidak boros pada bandwidth yang dimilki.
  3. Bisa menggunakan jasa layanan CDN.

Baca juga : Tips SEO dan Alasan SEO dapat Menghemat Biaya

Tips Menghemat bandwidth Hosting

hosting bandwidth

  1. Menggunakan Background Website dari CSS daripada Gambar

Background pada gambar bisa juga membuat halaman website menjadi lebih lamat dan menghabiskan banyak bandwidth server. Saat ingin menghemat konsumsi bandwidth hosting, sebaiknya jangan menggunakan background image atau gambar. Sebagai gantinya gunakan background polos yang berasal dari bawaan theme, atau bisa menggantinya ke warna netral. Harus dipastikan juga bahwa background lebih baik jika menggunakan CSS.

  1. Optimalkan Image

Pada sebagian besar website, lebih dari setengah penggunaan bandwidth hosting dihabiskan oleh file image. Sehingga, melakukan optimasi image merupakan cara terbaik agar bisa mengurangi beban server dan menghemat bandwidth yang digunakan pada server. Untuk mengoptimasi image yang digunakan untuk website, yaitu dengan memperkecil ukuran image, usahakan dibawah ukuran 200kb. Sebaiknya tidak menggunakan file bitmap (.bmp) sehingga perlu menggantinya dengan menggunakan file jpeg (.jpg). kemudian, resolusi dapat diturunkan sebanyak 20% pada image yang akan diupload.

  1. Compress Kompenen CSS Menggunakan Shorthand CSS Properties

File CSS bisa sangat besar dengan banyak ruang dan jeda yang tidak berguna. Gunakan “Shorthand CSS Properties” untuk mengurangi jumlah kode yang ada dalam dokumen CSS. Hasil dari pemadatan kode CSS akan membuat waktu unduhan menjadi lebih cepat dan pengeditan menjadi lebih mudah. Kode CSS sebenarnya akan lebih banyak menghabiskan bandwidth. Sehingga untuk menghemat, bisa menuliskan kode pada website secara inline.

  1. Menghapus Kode HTML, Tag dan Spasi pada Pengkodingan yang Tidak Perlu

Ukuran halaman pada website bisa dikompres, dengan cara menghapus spasi putih yang memang tidak diperlukan dalam file HTML. Bisa juga menghapus komentar, karena sebenarnya setiap karakter tambahan sama saja dengan menambah konsumsi bandwidth yang ada pada halaman ketika load. Semua kode HTML, tag, dan spasi sebenarnya tidak mempunyai fungsi dalam sebuah website sehingga akan menambah beban pada server.

  1. Matikan file hotlinks

Hot linking merupakan cara untuk menautkan gambar atau unduhan yang berasal dari situs web satu ke website yang lain. Sehingga, gambar yang ada pada website satu dengan situs website yang lain hanya menautkan tag gambar ke situs website tersebut. Jika orang lain melakukan “hotlingking” ke file gambar Anda, mereka nantinya menggunakan bandwith hosting Anda, sehingga yang harus membayar dan hal tersebut sangat merugikan. Bandwidth hosting memang menjadi parameter penting dalam sebuah lalu lintas proses transfer data pada website. Sehingga jika diibaratkan sebagai jalan raya dan mobil, bandwidth bisa difungsikan sebagai jalan, sedangkan transfer data adalah mobil. Sehingga, jika kecepatan pergerakan transfer data akan sangat bergantung pada besar kecilnya bandwidth. Bisa juga melihat spesifikasi bandwidth hosting yang berasal dari paket web hosting yang sudah dibeli sebelumnya. Melalui halaman website resmi dari penyedia layanan hosting dan juga melalui cPanel.

Jenis atau Tipe Bandwidth 

Berdasarkan bentuk teknologinya, ada dua jenis bandwidth, yaitu analog dan digital. Jenis bandwidth digital dapat memberikan informasi mengenai kapasitas yang ditunjukkan secara digital. Data tersebut bisa berupa kapasitas dalam sebuah saluran transmisi, baik menggunakan kabel maupun nirkabel, yang dihitung dalam satuan bit per detik (bps). Ada pula bandwidth analog yang menghitung berapa banyak informasi yang bisa ditransmisikan oleh sebuah jaringan dalam waktu tertentu. Bedanya dengan digital, jenis bandwidth yang satu ini menghitung data dalam satuan Hertz (Hz) atau siklus per detik.

Ketika membahas strategi manajemen jaringan, pemantauan penggunaan bandwidth merupakan aspek penting. Pengumpulan, pemantauan, dan analisis bandwidth informasi memungkinkan administrator IT untuk memastikan bandwidth yang memadai untuk aplikasi penting bisnis, meminimalkan dampak lalu lintas jaringan yang tidak penting atau tidak sah, mengidentifikasi kemacetan bandwidth yang tidak perlu berjalan pada periode beban puncak, dan memperingatkan potensi serangan DDoS atau pemindaian port yang dimulai secara eksternal. Adapun jenis atau tipe bandwidth adalah :

  • Bandwidth Simetris

Bandwidth simetris mengacu pada volume yang sama dan kecepatan jumlah data yang dikomunikasikan atau perjalanan antara dua titik yang diberikan. Mengunggah dan mengunduh file akan memiliki kapasitas yang sama atau simetris. Komunikasi simetris dapat dilihat di berbagai kota di dunia melalui serat optik dan internet kabel. Contoh terbaik dari aplikasi koneksi bandwidth simetris adalah konferensi video. Pengguna dapat menikmati transfer file video tanpa buffer dengan jenis koneksi ini.

  • Bandwidth Asimetris

Dalam tipe ini, kedua arah tidak memiliki jumlah data yang sama yang dikomunikasikan per detik. Transfer data hulu lebih rendah dari aliran data hilir. Ini disebut Asymmetrical Digital Subscriber Line (ADSL) dan merupakan contoh sempurna dari jenis bandwidth ini. Kecepatan unduh ADSL jauh lebih tinggi daripada kecepatan unggah terutama karena mengunduh file dan media adalah yang paling banyak digunakan daripada mengunggah yang hanya perlu mengirim permintaan untuk mengakses URL.

Baca juga : Platform WooCommerce untuk Website Toko Online  

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua 🙂