Search
Close this search box.
behavior

12 Perilaku Konsumen di Bulan Ramadhan yang Perlu Diketahui

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat spesial bagi semua orang, khususnya bagi para pemilik bisnis, karena perilaku konsumen di bulan Ramadhan memiliki karakteristik yang berbeda dibanding bulan-bulan biasa. Perubahan perilaku konsumen selama bulan Ramadhan ini diakibatkan oleh berubahnya pola makan, aktivitas harian, atmosfer religius, dan tradisi ramadhan selama satu bulan penuh. Agar dapat membuat strategi kampanye marketing yang efektif hal ini harus diperhatikan oleh para pemilik bisnis.  Euforia Ramadhan ini hanya terjadi satu kali dalam setahun dan lama terjadinya pun cukup panjang, yaitu sebulan lebih.

Selalu ada banyak perusahaan yang berhasil menarik perhatian konsumen saat Ramadhan, yang kemudian menaikkan brand awareness perusahaan tersebut. Banyak orang yang berkelakar bahwa kemunculan iklan sirup di televisi adalah tanda mendekatnya bulan Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa tim kampanye iklan sirup ini berhasil membuat sirup identik dengan bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah saat yang tepat bagi para pemilik bisnis atau perusahaan untuk meningkatkan brand awareness produk. Hal tersebut diawali dengan memahami perilaku konsumen di bulan ramadhan terlebih dahulu.

Perilaku konsumen di bulan Ramadhan

  1. Bertambahnya Waktu Istirahat

time rest

Umumnya orang-orang Indonesia lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk beristirahat selama bulan tersebut. Kemungkinan disebabkan oleh perubahan pola makan dan waktu luang yang lebih banyak dibandingkan bulan-bulan biasa. Pola makan orang-orang Indonesia yang biasanya tiga kali sehari berubah menjadi dua kali sehari, yaitu pada waktu sahur dan buka puasa. Jam makan siang yang biasanya digunakan untuk makan siang pun dapat digunakan untuk beristirahat atau tidur siang. Belum lagi ditambah libur panjang menjelang Lebaran yang biasanya dimanfaatkan untuk beristirahat dari rutinitas. Waktu istirahat yang berlimpah ini berakibat pada perilaku konsumen dengan menghabiskan waktu online lebih banyak.

Untuk pebuatan konten marketing, baik itu melalui blog, video, ataupun podcast, buatlah konten ringan dan menghibur yang bisa menemani konsumen di sela-sela waktu istirahat mereka, dengan mengambil tema masih berkaitan dengan bulan Ramadhan dan dapat membuat konten bersambung yang diterbitkan setiap beberapa hari sekali. Dengan begitu, konsumen akan menantikan konten tersebut di setiap waktu luang mereka. Semakin sering mereka mengakses konten, semakin tinggi juga brand awareness produk. Menyediakan konten yang menemani waktu istirahat juga merupakan langkah baik karena kondisi pikiran konsumen sedang santai dan rileks.

  1. Waktu Online Lebih Banyak

online

Dengan bertambahnya waktu istirahat yang lebih banyak juga berpengaruh pada pola aktivitas harian lain, yaitu berselancar di internet. Dengan bertambahnya waktu istirahat, orang Indonesia mengonsumsi internet lebih banyak dibanding bulan-bulan biasanya melalui perangkat mobile.  Penggunaan internet dari tahun ke tahun akan meningkat, terutama di bulan Ramadhan. Hal ini menyebabkan banyaknya peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan melalui internet.

Dengan peningkatan konsumsi internet selama bulan Ramadhan, para pemilik bisnis juga harus turut meningkatkan online presence-nya, agar para konsumen dapat selalu menemukan bisnis tersebut di internet. Informasi produk, informasi promo Ramadhan, apa pun yang berkaitan dengan perusahaan harus tersedia di dunia maya. Para konsumen yang mengakses internet ini adalah calon konsumen potensial untuk bisnis. Buatlah website mobile friendly, mengingat kebanyakan konsumsi internet dilakukan melalui perangkat mobile.

  1. Sering memesan makanan online 

online food
Delivery service on mobile application

Memesan makanan menjadi salah satu perubahan perilaku konsumen yang paling diperhatikan dan dinantikan oleh pebisnis food and beverages. Banyak yang berpikir bahwa di bulan Ramadhan pembelian makanan akan menurun, namun justru di bulan puasa masyarakat Indonesia akan lebih sering memesan makanan online karena ingin makan dirumah daripada diluar. Apalagi, di tengah pandemi COVID-19 ini. Biasanya, masyarakat Indonesia lebih banyak memesan makanan online di jam menjelang buka puasa dan di malam hari untuk sahur ataupun untuk cemilan malam, dan lebih sering memesan menggunakan aplikasi Ojek online seperti Gojek ataupun Grab.  Bagi yang mempunyai bisnis food and beverages, akan lebih baik mempunyai presensi online. Untuk bisa menjangkau pembeli yang lebih luas dan bisa menyesuaikan dengan jam-jam traffic tersebut. Selain itu, daftarkan bisni di aplikasi ojol tertentu agar bisa memiliki instant delivery untuk pesanannya.

  1. Lebih Sering Menonton Video Online

vidio
live video content online streaming marketing concept.Hands holding mobile phone on blurred urban city as background

Serupa dengan penggunaan internet, karena waktu istirahat yang lebih banyak, Salah satu aktivitas maya yang banyak dilakukan orang-orang Indonesia adalah menonton video secara online. Peningkatan waktu menonton orang Indonesia di bulan Ramadhan meningkat dibandingkan bulan biasa-biasanya. Kebanyakan konten yang ditonton adalah konten-konten islami, makanan, pakaian, wisata, dan tips kecantikan dan berkaitan dengan bulan. Tidak hanya menonton video di YouTube, namun juga menonton video di Facebook, Tiktok dan Aplikasi lainnya. Jika belum memiliki konten video untuk kampanye marketing bulan Ramadhan ini adalah saat yang tepat untuk memulainya.

Konten video adalah salah satu kanal marketing efektif yang bisa digunakan. Kemudian, brand bisa mencapai target market yang lebih banyak karena penonton Youtube yang meningkat di bulan Ramadhan. Sehingga, dapat meningkatkan customer loyalty untuk bisnis.  Konsumsi video online naik sebanyak 15% di bulan Ramadhan, terutama untuk mobile devices. Maka, sebagai pebisnis, manfaatkan perilaku konsumen di bulan ramadhan ini dengan meningkatkan strategi promosi serta marketing dengan membuat video dan mempromosikannya.

5. Jadwal peak traffic media sosial berubah

Jika pada hari biasa media sosial ramai digunakan pada siang hari, selama Ramadan media sosial ramai digunakan pada malam hari. Karena banyak orang yang menunggu santap sahur atau pun justru aktif berjualan di malam hari. Dengan perubahan traffic ini, sebaiknya para pebisnis mulai memikirkan strategi atau jadwal posting di media sosial. Misalnya, pada siang hari posting konten yang ringan dan menghibur karena banyak masyarakat yang sedang berjuang menahan lapar dan haus. Di malam hari bisa memposting produk unggulan.

Baca juga : Ide Konten Menarik Selama Bulan Ramadan

  1. Lebih Rajin dalam Mengerjakan Ibadah

prayer
Muslim boy learning how to make Dua to Allah

Bulan Ramadhan merupakan kesempatan bagi orang-orang muslim untuk lebih banyak beribadah dibanding bulan-bulan biasa. Semangat beribadah ini dapat dilihat dari peningkatan pencarian kata kunci yang berkaitan dengan ibadah. Kata kunci seperti kultum, doa, dan kisah nabi mengalami peningkatan dibandingkan bulan lain.

Para pemilik bisnis dan perusahaan mau tidak mau harus mengikuti pola aktivitas harian konsumen yang sedang rajin beribadah. Maka, para pemilik bisnis harus pintar mencari waktu kampanye marketing yang tepat agar tidak mengganggu aktivitas ibadah. Hindari melakukan kampanye marketing pada waktu ibadah bulan Ramadhan, seperti saat shalat tarawih.

  1. Lebih Sering Mencari Promo di Bulan Ramadhan

ramadhan sale

Banyak orang yang pasti akan menyukai promo karena bisa mendapatkan produk dengan harga miring. Dalam event tertentu, perusahaan berusaha membuat promo-promo yang berkaitan dengan event tersebut. Uniknya di bulan Ramadhan ketertarikan orang-orang terhadap promo lebih besar dibandingkan event promo lain. Ketertarikan tinggi terhadap promo ini tidak terbatas pada promo online saja. Berdasarkan data internal Google, pencarian promo offline juga meningkat, terutama pada kebutuhan pokok seperti minyak, beras, dan gula.

Mengingat ketertarikan orang Indonesia terhadap promo Ramadhan yang begitu tinggi, membuat promo khusus bulan Ramadhan menjadi keharusan. Para konsumen tidak hanya mencari promo untuk belanja online, tetapi juga belanja offline. Dapat juga dengan memberikan bonus, diskon, atau penawaran lainnya yang bisa membangkitkan gairah belanja para konsumen. Pahami apa yang mereka butuhkan selama bulan Ramadhan dan untuk menyambut hari raya Lebaran.

  1. Sangat menanti waktu Lebaran 

ied fitri

Tentunya, di bulan Ramadhan banyak masyarakat Indonesia yang sangat menantikan hari raya Idul Fitri atau hari lebaran. Hari lebaran bisa dibilang sebagai hari yang membawa kebersamaan untuk banyak keluarga. Sehingga, banyak yang ingin memberikan kebahagiaan dan blessing di hari tersebut dengan keluarga dan teman-teman terdekatnya. Maka pastikan bisnis bisa searah dengan spirit lebaran dengan cara memberikan kartu ucapan lebaran kepada para pelanggan melewati platform tertentu, seperti email atau whatsapp. Atau mungkin juga bisa dengan mengupload konten ucapan, dan juga bisa memberi kartu ucapan di setiap pembelian saat bulan Ramadhan agar bisa menaikkan engagement dengan pelanggan.

  1. Lebih Banyak Melakukan Transaksi Belanja

online shopping

Masyarakat indonesia menjadi lebih konsumtif di bulan Ramadhan, belanja online di website e-commerce menjadi hal yang sangat populer di bulan Ramadhan. Karena pada dasarnya masyarakat Indonesia sangat menyukai belanja online, apalagi dengan adanya pandemi COVID-19, bulan Ramadhan justru memberi mereka kesempatan yang lebih luas untuk belanja beberapa barang online seperti membeli baju baru, membeli elektronik, dan juga perangkat-perangkat rumah lainnya.

Dengan banyaknya promo dan diskon di berbagai tempat, menyebabkan aktivitas belanja turut meningkat. Baik itu bisnis online maupun bisnis offline mempunyai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak pada bulan Ramadhan. Persamaan dari keduanya adalah sama-sama membutuhkan online presence. Pilih salah satu produk untuk dijual, karena jenis produk yang dapat dijual pada bulan Ramadhan bermacam-macam. Hal terpenting adalah selalu sediakan informasi bisnis di internet. Promo Ramadhan yang sedang dijalankan harus muncul saat dicari di Google.

Menurut Google, web traffic E-commerce Indonesia di antara jam 3:00 dan 6:00 pagi naik sebanyak 152% di bulan Ramadhan, lebih spesifiknya, di waktu sahur. Sehabis itu, traffic naik lagi di saat jam istirahat siang dan di waktu “ngabuburit” dimana mengalami kenaikkan sebanyak 12%. Maka sebagai pebisnis, ambil keuntungan di platform tersebut. Seperti dengan menjual produk di e-commerce tertentu seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, ataupun Blibli agar bisa menaikkan pendapatan dan agar bisa menarik customer lebih banyak. Untuk pebisnis ang bergerah dalam food and beverages, juga bisa jual produk di e-commerce. Dengan ketentuan bisa mengantarkannya di jam-jam traffic tertentu.

  1. Akan Menjadi Lebih Dermawan

Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi orang-orang muslim untuk menjadi lebih dermawan dibanding bulan-bulan biasanya. kata kunci zakat mengalami peningkatan drastis selama bulan Ramadhan, baik itu sebagai zakat, atau hanya berbagi dengan keluarga dan teman. Dengan demikian, sebagai pebisnis juga harus bisa berinisiatif untuk berbagi. Selain memberikan promo, bisa juga mengadakan program donasi atau program berbagi dengan membagikan produk secara free. Dengan melakukan ini, bisnis akan mendapatkan reputasi yang baik selama Ramadhan. Sehingga, akan menarik pelanggan karena aksi CSR (corporate social responsibility) yang dilakukan bisnis.

Kebanyakan orang-orang Indonesia mencari kata kunci zakat dan sedekah beserta tata caranya. Manfaatkan perubahan perilaku ini di kampanye promo Ramadhan. Misalnya, dengan membeli produk, sekian persen dari penjualan akan disumbangkan ke organisasi zakat terpercaya. Dengan adanya promo seperti ini, berarti mengajak konsumen untuk secara tidak langsung berbuat kebaikan. Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi mereka juga melakukan kebaikan dengan menyumbangkan sebagian rupiahnya kepada orang yang membutuhkan. Sebagai pemilik bisnis juga secara tidak langsung melakukan kebaikan, yaitu dengan menyediakan sarana bagi para konsumen untuk berbagi dengan orang lain.

  1. Lebih Perhatian dengan Keluarga

Bulan Ramadhan selain identik dengan ritual keagamaan juga selalu identik dengan keluarga. Bulan Ramadhan menjadi kesempatan bagi orang Indonesia untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga. Terutama bagi yang tinggal di perantauan, kesempatan libur panjang menjelang Lebaran dimanfaatkan untuk pulang kampung atau mudik. Banyak tradisi selama bulan Ramadhan dan Lebaran yang berkaitan erat dengan keluarga. Beberapa di antaranya adalah buka bersama, mudik, sungkem, dan halalbihalal. Agar konsumen dapat membangun koneksi emosional dengan kampanye promo Ramadhan  yang dibuat, usahakan membuat kampanye yang mengandung tema keluarga. Buat cerita yang memiliki nilai-nilai kekeluargaan. Kemudian tuangkan cerita dalam berbagai bentuk seperti video, poster, atau artikel blog.  Bulan Ramadhan dan keluarga adalah dua hal yang saling berhubungan. Ikatan emosional para konsumen dengan keluarga yang lebih dalam saat Ramadhan membuat mereka lebih merasa relatable dengan cerita-cerita bertemakan keluarga.

Baca Juga : Waktu Terbaik Promosi Online di Bulan Ramadhan 2021

  1. Lebih Memperhatikan Penampilan yang Terbaik

penampilan
muslim woman fix and make up her self looking at the mirror

Selama satu bulan penuh ini, orang-orang tidak hanya berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Namun juga berlomba-lomba untuk memberikan penampilan terbaik di Hari Raya Lebaran. Bulan Ramadhan adalah masa mempersiapkan diri untuk menyambut hari raya tersebut. Berbagai kata kunci yang berkaitan dengan penampilan menjadi populer pada bulan ini. Mulai dari pakaian, produk kecantikan, gaya rambut, sampai cara merawat tubuh. Para pemilik bisnis juga harus memahami kebutuhan penting di bulan Ramadhan, yaitu bagaimana para konsumen bisa berpenampilan terbaik di hari spesialnya. Sebagai pemilik bisnis, yakinkan konsumen dengan produk atau jasa yang dijual, akan mampu membuat penampilan mereka menjadi yang terbaik di hari raya. tawarkan juga jasa kelas kecantikan atau perawatan tubuh.

Jika Anda pebisnis yang menjual produk/jasa apapun dan ingin meningkatkan penjualan bisnis, maka Anda perlu memiliki situs website toko online untuk mempromosikan produk. Anda dapat membuat website toko online di Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional. Dengan bantuan dari jasa pembuatan website akan membatu anda untuk mewujudkan situs website yang di dambakan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat… Salam sukses untuk kita semua ?

 

Postingan Terkait